
“mama tidak mau peduli dengan perkataan ataupun pendapat kalian.tapi mama akan memaksa kalian untuk menikah!.kalian sudah melakukan perbuatan yang melanggar norma agama dan norma masyarakat!mama tidak mau kalian membuat mama malu.”pekik mama.
Dante yang sudah berpakaian lengkap hanya memandang tanpa minat kearah sang mama yang dengan sangat santai memintanya untuk menikah dengan Aulia.padahal hari ini dia akan menikah dengan Anita.
“aku tidak merasa bersalah mah!salah kan dia Karena sudah menjebak ku.”desis Dante menatap tajam ke arah Aulia.
“demi Allah kak!aku tidak pernah berniat menjebak mu,aku bahkan tidak pernah berfikir seperti itu walaupun hanya sekilas.jangan fitnah aku sekejam itu.”
Aulia yang sudah memakai pakaian dan juga cadar nya, langsung menatap sendu ke arah sang kakak ipar.dante sangat keji dia tanpa perasaan.
“berhenti membawa-bawa nama Allah demi kebohongan mu.kau adalah perempuan paling munafik yang ada dimuka bumi ini.”bentak Dante.
“aku bukan perempuan murahan!seharus nya kau mengerti!.”
“jika kau tidak murahan kau tidak akan menjebak ku.kau sungguh memalukan,sebagai seorang laki-laki rasa nya aku malu menganggap mu sebagai adik ipar!.”
“sudah cukup hentikan perdebatan kalian!mama tidak siapa yang salah sekarang. yang mama mau hanya kalian harus secepatnya menikah, tidak masalah kalau pengantinnya diganti dengan Aulia.”jelas mama lagi.
“mah,berhenti bersikap egois! aku tidak akan sedih menikah dengan perempuan yang sudah menjebak ku!.”
“kak Dante demi Allah aku tidak pernah melakukan hal keji itu.”
“apa kalian pikir Mama sekarang sedang bertanya pendapat kalian? tidak,Mama tidak bertanya pendapat kalian hanya memberikan perintah yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. dan kau Dante.” mengalihkan pandangannya ke arah sang putra yang sedang mengajak rambutnya frustasi.
“kau harus menikahi Aulia dan bertanggung jawab untuk kesalahan mu Mama tidak peduli di sini siapa yang menjebak atau siapa yang salah tapi yang Mama tahu kalian sudah tidur bersama.”jelas mama.
“aku tidak mau mah,dan aku tidak akan melakukan itu.toh mama lihat sendiri kan tidak ada noda darah di sprai. yang hanya bisa menimbulkan dua kemungkinan, kami hanya tidur bersama tanpa melakukan hubungan selama atau dia sudah tidak perawan lagi.” fitnah dante sadis.
plak...
kali ini Aulia tidak bisa menahan emosinya lagi, dia melayangkan sebuah tamparan di wajah tampan Dante.
“aku telah kau cinta jangan merendahkan harkat dan martabat ku sebagai perempuan aku tidak semurah itu Tuan dante terhormat.saya tidak akan pernah Sudi untuk menikah dengan laki-laki yang bahkan tidak pernah tau bagaimana cara nya menghormati wanita. anda bukan hanya tidak layak untuk menjadi calon suami, untuk dijadikan sebagai seorang putra.Semoga Allah selalu melindungi dan keluarga mu,aku berharap kau tidak akan memiliki seorang putri karena mungkin dia akan terkena karma karena kesalahan ayah nya!.”desis Aulia.
Aulia mengambil tasnya yang ada di atas nakas, langsung pergi dari sana setelah diberikan pakaian layak oleh Mama.
“nyonya terima kasih banyak karena anda mau membela saya sebagai seorang perempuan yang harga dirinya sedang direndahkan. sapi menikah dengan putra anda dan menjadi pengantin pengganti untuk kakak saya sendiri, saya pikir itu bukan jalan terbaik.” ujar Aulia tidak enak.
“kau harus tetap menikah dengan Dante Aulia,bagaimana jika suami mu tahlu kau sudah tidak perawan lagi?.” tanya Mama Dante
setelah berujar dengan suara yang sangat lantang.aulia langsung berhamburan pergi dari sana.
plak.
“tega sekali kau menghianati keluarga kami Aulia?!apa kau tidak pernah bersyukur sudah kami angkat sebagai seorang anak!kami yang menerima mu saat ini Aulia! di saat kedua orang tua mu tidak peduli dengan mu!.”
bentak Bibi Nina dengan pandangan berkaca-kaca.
kecewa,ibu mana yang tidak kecewa jika pernikahan putri kesayangannya akan hancur karena tingkah keponakan yang sangat di sayangi oleh nya.
“tante,semua nya tidak benar demi Allah aku tidak pernah bermaksud untuk melakukan itu.bahkan aku tidak tau bagaimana kami bisa bersama seperti ini.allah,Tante aku benar-benar tidak melakukan apapun.”rengek Aulia.
plak.
lagi bibi nina langsung melayangkan sebuah tamparan tepat di pipi Aulia,tangis tidak dapat di tahan oleh Aulia lagi.
“hiks hiks,jangan lakukan ini.....”gumam Aulia.
helaan nafas terdengar dari bibir bi Nina.dia tidak tau akan dihadapkan sebuah masalah yang lumayan besar,di satu sisi ada sang putri yang sedang menunggu mempelai laki-laki nya,sementara di satu sisi lagi ada keponakan yang selama ini di jaga oleh nya.
“ayah harus bagaimana sekarang.”bi Nina menangis dalam dekapan ayah Anita.
“bu yang sabar ya?kita ambil jalan tengah nya.mereka sudah tidur bersama,jadi Aulia dan juga Dante harus menikah.”ayah Anita menyentuh pelan punggung sang istri yang tampak nya sekarang sedang terpukul.
“ayah gila!yang dilamar Dante adalah Anita,dia yang harus menikah dengan Dante bukan Aulia!.”
“ya kita mau bagaimana lagi sekarang?Aulia sudah tidak perawan, dia bisa di cap buruk oleh orang-orang apalagi dengan penampilan nya yang super tertutup.satu-satu nya cara adalah menikah kan mereka,terlepas dari apa yang terjadi karena ketersengajan atau apapun itu.yang paling penting,mereka sudah tidur bersama.”ayah Anita mengambil fikiran yang paling rasional.
“ku mohon jangan lakukan ini paman,kami di jebak....”
“kami di jebak atau kau yang menjebak sebenar nya?kau iri pada Anita kan?.dia adalah kakak mu,seharus nya kau tidak iri dengan pekerjaan dan karir yang dimiliki oleh nya.”bibi Nina mendekat ke arah Aulia yang sedang bersimpuh di lantai.
“kau memalukan Aulia seperti ibu mu!pantas saja ibu mu adalah wanita murahan!.kau tau Aulia,dulu aku berharap kalau kau akan berubah menjadi gadis yang baik dan juga bermartabat,tapi aku salah darah pelacur itu mengalir dengan sangat deras di tubuh mu!.”maki bibi Nina.
“bi jangan katakan itu tentang kedua orang tua ku!dia adalah orang tua ku bi.”
“kau juga!harus nya aku berbicara seperti itu pada mu! bagaimana bisa kau melakukan hal sehina itu pada kakak mu sendiri!.”