
Pagi pertama di Palembang.
Aulia menggeliatkan tubuh nya kesana-kemari,dering sangat nyaring terdengar membuat Aulia membuka mata nya dia sebenarnya sedang tidak mau bangun tapi tetap saja dering alarm memecahkan keheningan malam.
“jam berapa sih sebenarnya?.”gumam Aulia.
Ya Allah tubuh ku sakit semua.
Aulia merentangkan tubuh nya kesana-kemari guna melakukan peregangan.dia menatap ke arah jam ternyata sudah jam setengah empat,lebih telat dari biasa nya.
Astagfirullah,aku belum shalat tahajud.
Aulia terburu-buru beranjak dari tidurnya,sampai kaki nya terbelit selimut.
Brugh.
“aulia kau kenapa sih sebenar nya?.”
begitu mendengar suara benda jatuh,Dante langsung terbangun padahal tadi dia sedang nyenyak tidur.
“maaf mas!aku kepeleset.”
mas?.
Dante tersenyum tipis,tentu saja berubah nya panggilan yang diberikan oleh Aulia.semalam setelah perdebatan yang lumayan panjang antara Dante dan juga Aulia tentang nama panggilan, pada akhirnya mas adalah sebuah panggilan yang tepat.
“salah sendiri!bangun tidur itu di rapihin dulu tempat tidur nya!bukan langsung lari!.”omel Dante.
“ya Allah mas aku sudah telat!!.”aulia merapihkan kasur lipat dan juga selimut yang menjadi tempat nya tidur,lalu berhamburan keluar dari kamar.
“belum subuh kok?.”dante bergumam sangat lirih.
“lalu kenapa dia sibuk seperti itu?.”
“sudahlah aku mengantuk.”setelah berceloteh lumayan panjang, Dante langsung merebahkan tubuh nya,mengambil selimut lalu kembali terlelap.
adzan subuh berkumandang lumayan Merdu.aulia yang baru selesai mengaji langsung bergerak,tangan nya secara perlahan menggoyangkan lengan kekar milik Dante.
“mas bangun subuh!.”dari balik kain mukenah nya,Aulia memegang lengan Dante.
“aulia aku masih mengantuk.”
“mas bangun,tidak baik menunda-nunda apalagi yang nama nya waktu shalat!.”
sret.
brugh.
awh.
“morning kiss.”
cup.
Dante mengecup singkat kening Aulia,membuat gadis yang masih berbalutkan cadar itu memekik kencang sembari memukuli dada bidang Dante.
“mas!bangun astagfirullah!.”
“aku mengantuk,jangan ganggu!.”dante berguling,seakan membuat Aulia menjadi bantal guling nya.
“mas astagfirullahalladzim bangun dulu!.shalat subuh!.”rengek Aulia kesal.
“iya sabar!.”
Dante melepaskan dekapan nya,berjalan bersamaan Dengan Aulia yang mengekori di belakang nya.
“kau mau apa?.”
“wudhu lagi.”
Dante memgangguk setelah selesai Aulia berwudhu dia langsung melangkahkan kaki nya dengan sangat santai ke dalam kamar mandi.
****
“ini motor siapa mas?.”tanya nya penasaran.
“kalau ku bilang ini motor ku mungkin kah kau akan percaya?.”
“percaya sebelum jadi miskin kau kan orang kaya.”
kedua orang itu sedang berdebat tentang sebuah motor matic berwarna putih yang sekarang sedang bertengger tepat di depan teras mereka.
“apa kau masih punya banyak baju?.”
“memang nya kenapa mas?.”tanya Aulia tidak mengerti.
“aku fikir kau tidak punya dan ternyata karena kau sudah punya banyak,aku jadi tidak perlu merogoh uang untuk membelikan mu baju.”jelas Dante lagi.
Aulia memutar bola mata nya malas,dia memilih untuk tidak memperdulikan perkataan Dante sekarang.
“iya tidak perlu terimakasih.”jawab Aulia jengkel.
“apa kau sedang marah pada ku sekarang?.”
“ah tentu tidak mas saya tidak berani.”