Scandal With Kakak Ipar

Scandal With Kakak Ipar
Dante bertanggung jawab


“aku akan secepatnya mencari pekerjaan,kau tidak perlu khawatir.apa kau juga mau kuliah?.”


Aulia yang sedang merapihkan pakaian nya di lemari langsung menoleh,menggeleng dengan pelan.siapa yang mampu menolak itu, karena setiap hari dalam shalat Aulia melantunkan doa nya,berharap semoga Allah memberikan nya sebuah jalan supaya dia bisa kuliah.doa yang selama ini ia langitkan dengan sangat tinggi,penuh dengan derai air mata.Dan sekarang saat mendapatkan tawaran itu justru Aulia yang gamang.


dia yang bingung sekarang harus bagaimana,karena didalam Lubuk hati yang paling dalam aulia sangat ingin mengemban pendidikan nya.


“ada apa?kenapa?apa kau tidak mau?.semua orang sangat ingin kuliah.dan aku,aku tidak pernah menghalangi mu dalam menggapai apa yang kau inginkan,dalam segala hal.ya aku akui aku bukan lagi bagian dari keluarga Kurniawan yang memiliki uang melimpah,tapi aku tidak semiskin itu sampai tidak sanggup membayar kuliah mu.”dante berujar penuh kedinginan.


“terima kasih kakak ipar,tapi aku benar-benar tidak mau.”


“sudah ku bilang aku tidak semiskin itu sampai-sampai kau tidak melanjutkan studi mu.”desis nya tidak suka.


“terimakasih banyak kakak ipar,tapi aku bersungguh-sungguh.aku tidak mau kuliah lagi cukup bersekolah di madrasah Aliyah saja.untuk seorang anak yatim piatu seperti ku,itu sudah menjadi hal yang sangat membanggakan.”gumam Aulia lirih.


“kau bohong!itu bukan mau mu!.”


bibir Aulia langsung terkatup begitu mendengar perkataan Dante.


“kakak ipar itu adalah mau ku,aku sangat ingin bisa berguna setelah ini.saat di pondok pesantren,kami dibekali dengan ilmu menjahit dan juga membuat makanan,aku bisa menerapkan nya disini.”gadis bercadar itu tetap terus keukeh pada pendapat nya


“apa kau khawatir dengan biaya nya?.aku masih punya tabungan,aku adalah orang bisnis ada banyak perhitungan yang ku lakukan sebelum kita datang kesini jadi kau tidak perlu khawatir.”jawab Dante menenangkan.


“sejak dulu aku selalu menjadi beban aku tidak mau....”


“mungkin bagi bibi dan paman mu kau adalah beban,tapi tidak bagi ku.kau adalah tanggung jawab ku,kau adalah milik ku.sudah tugas ku untuk membiayai kehidupan mu, memberi mu makan dan tempat bernaung yang layak juga adalah kewajiban ku.aku tau kita menikah karena scandal,tapi itu tidak melunturkan kewajiban ku untuk menafkahi mu.aku juga akan mencari pekerjaan,tenang saja aku tidak akan membiarkan mu kelaparan.”


Aulia hanya mengangguk kan kepala nya pelan.dia menghela nafas panjang,ribuan syukur selalu diucapkan oleh Aulia,dia tau semua nya adalah kesalahan tapi tetap saja Aulia merasa sangat bersyukur.sekalipun dia adalah penyebab dari kehancuran pernikahan antara Dante dan sang kakak.dante tidak membenci nya.


“maaf kak karena aku merepotkan mu.”


“tidak masalah,salah satu teman ku orang asli Palembang.kau mau mengambil jurusan apa?di universitas mana,besok sudah mulai membuka tes masuk?.”tawar Dante.


“k-kalau boleh aku ingin masuk ke dalam fakultas pendidikan.”


“jurusan?.”


“pendidikan islam.”


“kenapa harus itu?apa kau tidak mau mengambil jurusan lain, pendidikan guru SD atau sebagainya.kenapa harus pendidikan Islam?.”


“karna aku mau, setidaknya ilmu ku selama di pondok pesantren akan bermanfaat nanti.”jawab nya polos.


Dante laki-laki berusia 30 tahun itu hanya mampu menggelengkan kepala nya pelan,gadis berusia 17 tahun itu ternyata sangat keras kepala tapi setidaknya Dante selalu berusaha untuk memahami hadis yang usia nya terpaut kurang lebih 13 tahun darinya.


“hanya ada di dua perguruan tinggi, negeri dan swasta kau bebas memilih yang mana.”


“apa kau sudah mendapatkan formulir nya?tidak mungkin secepat itu kan kakak ipar?.”


“temab ku mempunyai kenalan dosen dikedua universitas itu.jadi aku akan mengurusnya.”dante berbaring di atas kasur,sembari menunggu Aulia selesai berberes.


“apa semua akan baik-baik saja?tapi bolehkah aku meminta satu hal kakak ipar?.aku sangat ingin lulus murni,tidak ada uang dibelakang nya.”pinta Aulia.


“aku tidak akan buang-buang uang hanya untuk barang tidak penting seperti itu.lebih baik aku membeli motor.”


“kakak ipar terimakasih banyak.”


“hem.”


“tidak,aku tidak terbiasa mandi dengan air panas.aku akan mandi sekarang dan ya siapkan pakaian ku!.”


aulia menganggukkan kepala nya pelan.dia segera menyiapkan satu set piyama untuk sang suami.


Allah ya Rabb,semoga apa yang menjadi takdir ku mampu ku jalani dengan sangat baik.


Aulia melanjutkan doa,berharap Allah yang maha mendengar.mengabulkkan keinginan nya,berharap semua akan berjalan dengan lancar.


“kakak ipar mau makan apa?.”


“apa saja!.”dante yang sedang mandi menjawab asal.


apa saja?. laki-laki memang mahluk aneh kalau salah mereka marah,tapi ditanya apa saja.


Aulia terus beristigfar dalam hati,padahal sejak tadi dia sangat ingin menggerutu karena kesal.tapi tidak urung dia mulai membuka kulkas,lumayan ada isi nya.hanya saja belum ada sayuran,dan hanya daging yang seperti nya di beli di supermarket oleh Dante.


nasi goreng saja ya?.biar cepat.


Aulia segera mengambil sosis yang ada di dalam lemari es, mengeluarkan nya lalu mengambil nasi di dalan magic com.setelah semua bumbu siap Aulia langsung memasak nya dengan penuh kebahagiaan.


Allah maha tau kalau aku sangat bersyukur sekarang.


“masak apa?.”


“astaghfirullah.”kaget Aulia.


“kakak ipar kau....”


deg.


Aulia langsung terbungkam,saat menatap wajah tampan sang suami.dimana air masih menetes di rambut hitam nya,belum lagi roti sobek yang berjejer sangat rapih disana.


astagfirullah,pikiran mu benar-benar kotor Aulia.


Aulia langsung berdecak dalam hati,begitu menyadari kalau fikiran nya sudah mulai kotor.


“nasi goreng sosis,sayur masih belum ada di dalam kulkas.jadi aku masak ini,kakak ipar tidak masalah kan?.”tanya Aulia memastikan.


“aku tidak pernah masalah,yang penting makan.”laki-laki yang hanya memakai handuk sepinggang itu menjawab sangat santai.


“baju sudah ku siapkan di dalam kamar, sebentar lagi kan mau Maghrib lebih baik kakak ipar ganti baju saja!.”pinta Aulia.


“kau juga jangan lupa mandi.”


Aulia mengangguk sebenarnya tanpa disuruh dia juga akan mandi hanya saja dia menunggu Dante selesai.


dengan gerakan yang lumayan cepat Aulia mengambil pakaian nya yang ada di dalam kamar.


“akhh!!!.”pekik nya tiba-tiba melihat Dante sedang memakai pakaian.


“ada apa sih?.”celoteh Dante kesal.


“kakak ipar pakai baju nya!.”


“aku naked saja di hadapan mu Allah tidak akan marah.”