Scandal With Kakak Ipar

Scandal With Kakak Ipar
part 18.


FOLLOW IG AUTHOR:Nis3263.


HAPPY READING


“Tolong jangan Samakan saya dengan diri AndaTuan dante yang terhormat,itu sedikit menggeli kan. karena anda adalah laki-laki, Tentu saja Anda akan gerah jika menggunakan jilbab dan gamis panjang seperti saya.”sambung Aulia lagi,balas meledek dante.


“Aulia seharus nya kau mengerti.kita tidak Sedang membahas tentang gander sekarang.kenapa kau masih membawa-bawa gender?.”dante yang duduk di sofa, langsung berujar pedas.


“kakak ipar Oh Maaf,maksud ku suami ku yang terhormat dan sangat tampan.apa anda tahu seberapa banyak kita berdebat sejak akad tadi?mungkin sudah ratusan.jadi ku mohon suami ku yang sangat tampan dan juga baik hati.Tolong diam sebentar dan biar kan aku tenang.”aulia menangkup kan ke dua tangan di depan dada.ternyata lelah juga rasa nya jika harus terus-menerus berdebat dengan Dante.


“memang nya kau siapa?menyuruh ku?.”


“suami ku yang terhormat,anda jangan lupa jika di kamar ini saya yang berkuasa.atau Anda mau saya tendang keluar dari kamar dan membongkar semua rahasia kita?. kalau memang mau, bilang saja. saya akan melakukan nya.”


dante langsung terdiam,dia tentu tidak mau jika sampai Aulia membongkar rahasia mereka yaitu tentang pernikahan.Tapi tetap saja, rasa nya menjengkel kan jika harus tunduk dan patuh terhadap peraturan yang dibuat oleh gadis menjengkelkan itu.


setelah yakin bahwa Dante diam, Aulia langsung duduk di depan jendela hotel.lalu mulai mau rojaah kembali hafalan nya selama di pondok pesantren.suara nya sangat lirih dan sangat menghayati ayat demi ayat yang melantun lumayan indah.


*****


tidak terasa waktu berjalan cukup cepat,adzan Maghrib berkumandang dengan sangat merdu.memaksa beberapa Insan untuk meninggal kan pekerjaan mereka masing-masing,dan mulai menghadap sang pencipta untuk melakukan ibadah.walau pun tidak terlalu paham agama,tapi Dante mempunyai prinsip untuk tidak pernah meninggal kan salat 5 waktu dan juga salat sunnah.itu yang sering dilakukan oleh nya.


“Aku akan pergi ke masjid,kau tetap di sini jangan keluar kemana pun atau kau akan menerima akibat nya.”ancam Dante.


“Sebentar Saya akan mencarikan Anda sajadah,seperti nya saya melihat ada sajadah di atas nakas tadi.”ujar aulia tiba-tiba.


“Oh iya bisa tidak kau jangan menggunakan kata saya dan anda? itu terasa sangat menggelikan untuk ku dengar.kita bisa berbicara non-formal.terlepas dari kita adalah orang asing atau pun musuh,tetap saja kau adalah istri ku dan aku adalah suami mu.Jadi mari bersikap non formal.”


“Oke.”tanpa keberatan Aulia langsung mengabul kan permintaan dante.


aulia tidak akan bersikap formal apalagi itu dengan Dante, laki-laki yang berstatus sebagai suami nya. Aulia beranjak dari tempat duduk nya,berjalan mengambil sajadah yang memang tersedia di sana.


“kau menyukai hotel ini?.”untuk pertama kali nya dante bertanya tentang pendapat Aulia.


“ya aku suka.mereka memiliki perlengkapan untuk salat.”hanya itu jawaban Aulia.


”aku akan meminta Mama untuk membelikan mu mukenah nanti,jadi tetap lah divsini dan jangan pergi.”


“iya.”


“oke aku aku pergi ke masjid dulu assalamualaikum.”dante berbalik setelah mendapat kan sajadah nya.


baru saja hendak membuka handle pintu,secara mendadak suara Aulia kembali terdengar.


“tuan!.”


“Ada apa lagi aku bisa terlambat dan ketinggalan shalat jamaah nanti?.” tanya dante kesal.tubuh nya langsung tersentak begitu melihat tangan Aulia terulur ke arah nya.


“kau akan berangkat ke masjid.”lirih Aulia.


“aku kan tidak meminta kau sendiri yang melakukan nya dengan senang hati tanpa dipaksa.jadi jangan salah kan saya,cepat mana tangan mu.”pinta Aulia mengulurkan tangan nya.


mau tidak mau Dante mengulur kan tangan nya.


“hati-hati di jalan.”setelah mengecup punggung tangan dante, Aulia langsung memberi kan pesan singkat kepada suami nya itu.


“Iya kau juga Assalamualaikum.”


“Tuan yang lengkap kalau mendoakan seseorang itu jangan setengah-setengah."


”kau itu memang menjengkel kan.”gerutu dante.


”Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”


“Waalaikumsalam warahmatullahi ta'ala wabarakatuh.”


Aulia Masih Berdiri tepat di depan pintu kamar hotel milik nya, menunggu sampai punggung dante menghilang di balik lift.


Aku tidak tahu apa yang sudah kau Tulis kan dalam Takdir ku Ya Allah, tapi aku berharap apapun yang kau Tulis kan di Takdir ku Semoga itu adalah yang terbaik dari yang terbaik.jika memang Takdir ku menikah dengan dante maka Biar kan kami tetap bersama Sampai Akhir.


doa Aulia penuh keseriusan.


setelah salat magrib ternyata keluarga Dante langsung berkumpul di restoran.selain untuk melaksana kan makan malam bersama mereka juga ingin menyapa Aulia secara langsung.


sosok gadis yang sudah menjadi penyelamat keluarga mereka dari rasa malu.


“tuan aku rasa lebih baik aku tidak turun dan menunggu di sini saja.”


“Apa maksud mu memang nya kau tidak lapar?.”dante bertanya dingin.


“aku lapar,tapi tetap saja akan ada banyak orang di sana.Aku tidak terbiasa berhadapan dengan banyak orang."


“Lalu kapan kau akan terbiasa? apa kau akan terus menerus mengurung diri mu di kamar?.aku tahu kalau kau adalah wanita bercadar dan harus menjaga harkat dan martabat serta tingkah laku dan akhlak mu.tapi cadar tidak membuat mu merasa dibatasi bukan? lagi pula yang kau temui adalah keluarga ku bukan orang lain."


ujar Dante bersungguh-sungguh.


“tapi tetap saja,aku tidak terbiasa berinteraksi dengan orang banyak.” aulia memilih ujung cadar nya.


melihat sikap dari istri nya,dante faham satu hal.kalau gadis yang seharus nya menjadi adik ipar nya ini tidak pernah berinteraksi dengan orang banyak.karena itu dia merasa gugup.


“ada aku ada papa ada mama untuk apa kau gugup?Kau hanya akan menyapa kakek dan nenek ku sebentar.bukan di introgasi.”dante yang sedang merapihkan kemeja berwarna Dusty milik nya langsung menoleh.


“Tapi tetap saja Bagaimana jika mereka semua memandangku dengan pandangan rendah?.”


“ lalu apa peduli mu?terserah mereka mau Memandang mu apa. bukan kah kau tipe orang yang tidak peduli dengan perkataan orang lain?.”


# like komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah love you so much.