
Aku Annasya Rafanda.Aku adalah anak pertama dari dua bersaudara.Adikku seorang laki-laki.Ayahku seorang nelayan sekaligus petani,dan ibuku seorang ibu rumah tangga biasa.Kami tinggal di rumah sederhana bersama kakek dan nenekku,orang tua dari ayahku.
Aku hanya seorang gadis kecil yang ingin hidup normal seperti anak kecil lainnya.Namun hari itu,hari di mana hidupku berubah.Hidupku yang awalnya biasa saja,kini menjadi luar biasa dengan segala kejadian aneh yang aku alami.
Pagi itu,aku bersiap pergi ke sekolah.Setelah selesai sarapan,akupun pamit pada orang tuaku dan kakek nenekku.Tidak ada yang aneh,hanya saja waktu aku mencium tangan kakek,tiba-tiba kakek menangis serta memeluk dan mencium pipiku.Tidak seperti biasanya, "Nasya,kamu harus tau kalau kakek begitu menyayangimu."ucap kakek sambil tetap memeluk tubuhku.
Aku dan yang lainnya kala itu merasa heran.Hanya saja kami tidak menganggap itu adalah sebuah tanda dari kakek. Aku hanya membalas pelukan kakek dan berkata "Nasya juga sangat sayang sama kakek."Setelah itu,akupun berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki,karena jarak sekolah dengan rumahku lumayan dekat.
Setelah sampai di sekolah,aku langsung masuk kelas sambil menunggu bel pelajaran masuk.
Satu jam berlalu,pelajaran pertama telah usai.Masih ada waktu sepuluh menit sebelum pelajaran selanjutnya dimulai.
Aku yang hendak keluar kelas berpapasan dengan pak Wahyu.Dia adalah wali kelasku.
Pak Wahyu tiba-tiba memegang pundakku dan berkata "Nasya,segera kemasi tasmu dan temui ayah kamu di depan ruang guru."
Aku yang merasa heran pun bertanya "Memangnya kenapa ayah saya kemari??"
"Temui saja dulu ayahmu."jawab pak Wahyu.
Aku pun segera mengemasi tasku,dan pergi menemui ayah.Sesampai di depan ruang guru,aku lihat ayah sedang duduk sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ayah.!!ayah kok di sini??"tanyaku.
"Ayah kenapa menangis??"tanyaku lagi.
"Nasya,kakekmu telah pergi."ucap ayah tiba-tiba.
"Memangnya kakek pergi kemana?? ke rumah bibi Rini??"tanyaku yang masi belum paham maksud ayah.
"Kakekmu telah tiada Nasya,kakek telah meninggal tadi pagi."ucap ayah sambil terus menyeka air matanya yang terus mengalir.
"Ayah jangan bercanda deh,nggak mungkin kakek meninggal,tadi pagi kakek masih memelukku,yah."aku mulai terisak sambil mengguncang tubuh ayah.
"Ayah tidak bercanda nak."Ayah segera meraih tubuhku ke dalam pelukkanya.
Kita harus sabar Nasya.Mungkin ini sudah menjadi takdir Allah,kalau kakek harus meninggalkan kita semua.Aku yang masih syok dengan berita ini,hanya menangis sesegukkan dalam pelukkan ayah.
"Ayo kita pulang Nasya,kakekmu harus segera dimakamkan hari ini."ayah segera menggendong tubuh kecilku dan membawa keluar menuju parkiran."
Ayah segera menyalakan motornya,setelah aku duduk di jok motor.
Sesampai di rumah,aku segera turun dari motor dan berlari masuk kedalam rumah.Sudah banyak orang yang datang melayat,namun aku tidak mempedulikan mereka aku segera pergi ke tempat kakek di baringkan.Saat melihat tubuh kakek yang terbujur kaku,seketika tangisku pecah.Aku mengguncang-ngguncang tubuh kakek,berharap dia hanya tertidur seperti biasa.
"Kakek bangun kek,ini Nasya sudah pulang,kakek bilang kakek sayang sama Nasya kenapa sekarang kakek ninggalin Nasya."racauku sambil terus mengguncang tubuh kakek.