Polisi Arogan Suamiku

Polisi Arogan Suamiku
S2 130


Pagi hari, kini Adam telah sampai di Aus, dan dengan segerah Adam meraih benda pipi yang berada di saku nya,, langung menekan tombol dan menghubungi istri kecilnya yang berada di Indo.. Tidak perlu waktu lama,, Yoona pun menjawab panggilan Adam..


Kau sudah sampai dear..????"Tanya Yoona saat terhubung dengan Adam.."


Ya, sayang.., Baru juga sampai tapi kenapa aku langsung saja merindukan mu.."


Kau pandai sekali menggobal.. Dan jika kau rindu cepat selesaikan pekerjaan mu dan kembali lah lagi, karna sejujurnya aku juga sudah mulai merindukan mu.."Ucap Yoona sambil tersenyum".


Baiklah sayang,, aku janji akan secepat nya pulang.. Ingat baik baik di situ, jangan sering sering keluar bersama Az,, karna itu membuat ku cemburu..


"Siap dear, makanya cepat lah pulang.."


Baiklah sayang, kalau begitu sudah dulu,, Aku mencintai mu istriku.."


Aku juga mencintai mu dear..


🍂🍂🍂


Sudah dua hari ini Adam berada di Australi,, tapi meskipun berjauhan komunikasi mereka tetap berjalan sangat lancar,, hampir setiap jam Adam menelpon Yoona,, jujur saat ini Adam sangat takut,, mengingat jika Az sekretaris Dewa juga begitu dekat dengan istrinya..


Sayang,, kenapa kau tidak membawa Yoona ke sini bersama mu...???"Tanya Mami Adam.."


Mi, ini hanya perjalanan pekerjaan, aku tidak ingin membuat Yoona kelelahan..


Apa kah sudah ada tanda tanda akan cucuku...??"Tanya mami kembali.."


"Sepertinya belum mi.." Ucap Adam,


Apa kalian berencana menundah momongan...????


"Tidak mi,, aku dan Yoona sangat ingin memiliki anak, tapi mungkin saja saat ini belum di kasih kesempatan.."


Mami berdoa, semoga kalian segerah di beri kesempatan untuk mendapatkan momongan. "Ucap mami tulus."


🍂🍂🍂


Kak Aurel, kak Dewa..."Ucap Yoona saat membuka pintu apartemen nya lalu memeluk Aurel dan Dewa secara bergantian.."


Apa uncle belum pulang...???"Tanya Dewa,,"..


Belum kak, mungkin masih banyak urusan yang harus dia selesai kan.."Jawab Yoona,.."


Siap kak,.. Percayakan kak Aurel kepadaku,, kalau perlu kak Dewa tidak usah menjemput nya biar Kak Aurel bisa menemaiku sampai uncle kembali.."


"Ciiihhh, jika Aurel menemaimu, maka siapa yang akan menemaniku..Sudah lah kalau begitu kaka pergi dulu.."


Kak Aurel, apa kak Dewa baik padamu..???, Maksud ku apa kak Dewa memperlakukan mu dengan baik, dan memanjakan mu..??"Tanya Yoona,."


Kaka mu sangat baik, bahkan baik sekali mala,, Dia juga sangat memanjakan ku,, tapi hanya saja ....


Hanya saja apa kak...???"Tanya Yoona penasaran.."


Hanya saja, kaka mu itu sangat posesif,, setiap gerakan harus memberinya kabar, dan bahkan dia tidak mengizinkan ku keluar rumah,,, kau tahu aku bagaikan burung yang terus saja di kurung di dalam sangkar..


Itu artinya Kak Dewa sangat mencintai mu kak..Kak Aurel, bagaimana rasa nya hamil...???"Tanya Yoona kembali, lalu memegang perut Aurel.."


Rasanya tidak mampu di ucapkan dengan kata kata.."Ucap Aurel sambil tersenyum,.."


Kak, apakah dia sangat berat kau bawa kemana mana...???"Tanya Yoona kembali,..


Tidak..Tidak sama sekali, justru aku bahagia dia berada di sini, artinya di bisa ikut terus bersama ku,, Kenapa kau bertanya terus,, kau ingin hamil juga...???? "Tanya Aurel.."


Iya kak.. Aku ingin hamil, mendengar kak Aurel menceritakan bahwa rasa nya tidak bisa di ucapkan dengan kata kata membuat ku merasa bahagia, membayangkan betapa bahagianya aku dan uncle jika bisa mempunyai seorang anak.."Ucap Yoona sambil tersenyum, membayangkan ada Adam kecil di sisinya.."


Maka segerah lah hamil,,, karna ini sangat menyenangkan dan membuat kita bahagia,.. Kau tahu semenjak aku hamil, kaka mu terus saja melarang ku ini itu, alasan nya hanya satu karna dia mencintai aku dan anak nya..


"Jadi pengen juga kak,, Aku jadi ngebayangin ngimana reaksi uncle kalau aku hamil anak nya.."


Ngak usah di bayakin,, kalau uncle pulang, suruh cetak yang banyak banyak..


...🍀🍀🍀...


Arin jangan seperti ini,, jika istri ku berada di sini dia akan salah paham, jika melihat mu seperti ini kepadaku.."Ucap Adam melepas pelukannya dari Arin."..


"Karna istrimu sedang tidak berada di sini, ini kesempatan ku,.. Kau tahu Adam aku sangat merindukan mu.."


"Sudah lah, jangan banyak bicara,, aku akan kembali ke Indo, jaga diri mu baik baik.."


Kapan kau akan kembali Adam,, kita bahkan belum melepas rindu,, kau jahat kau datang tanpa memberitahu ku.."Ucap Arin ketus, namun Adam tetap saja berjalan meninggal kan Arin sendiri.."