Persona

Persona
15.


William tertawa karenanya. "Kau tidak terlalu percaya diri dengan mengira aku selalu mengawasimu, bukan?" Tanyanya dengan nada mengejek. "Bukannya kau orang yang selalu ingin mengendalikan banyak hal ya? Dan sekarang kau mengendalikanku" tuduh Brunella, "aku tidak merasa bisa mengendalikan wanita sepertimu" balas William. "Kata SEPERTIMU sepertinya berlebihan, memang aku liar?" Kesal Brunella. "Tergantung pengertian liar seperti apa yang kau maksud" jawab William semakin membuat Brunella marah.



Brunella melihat William yang tersenyum, "jadi kau ingin aku seperti boneka saja?" Tuduhnya. "Tidak, aku lebih suka berlayar dengan berlawanan dibanding satu arah denganmu" jawab William. Maksud William agar mereka bertemu di suatu tempat setelah saling berusaha melawan badai, sedangkan Brunella... 'Siapa juga yang ingin searah, aku bahkan ingin menabrak kapalnya hingga karam' pikirnya



Tiba-tiba Edward mengerem, membuat Brunella memegang tangan William karena kaget. "Kau ingin membunuhku?" Ujar William dengan nada kesal, tapi... 'Good job, Ed' pikirnya. "Maaf, tuan" ucap Edward. "Baiklah, jangan ulangi" perintahnya. Di dalam pikirannya, 'lain kali ulangi sebanyak yang kau bisa'. "Tidak lagi, Tuan" kata Edward lagi. "Tapi... Jika dipikir-pikir kalau kau tidak me-ngerem, mungkin kita bisa celaka" ujar William seraya berpikir. "Baiklah, Ed. Rem lah jika ada sesuatu di depan" sambungnya diikuti anggukan Edward.



Di jalanan...


William terus berulah, "awas!!!" Teriaknya membuat Edward mengerem. "Ku kira tadi ada batu besar" ucapnya, "jalan" perintah William lagi. Beberapa saat kemudian. "Rem, Ed!!!!" Seketika Edward kembali menghentikan mobil mendadak. "Ughhhh, aku melihat angin kencang lewat tadi. Apa hanya aku? Perhatikan jalanan" jelas William. "Berhenti!!" Perintahnya tiba-tiba, "sekarang apa lagi? Kuda berlari sangat cepat?" Kesal Brunella. "Apa kau juga melihatnya?" Jawab William, 'mengapa aku tidak melihat apapun? Apa penglihatanku memburuk?' pikir Edward.




William turun dengan senyuman. 'Aku akan menjaga mobil ini dengan baik, biarpun jelek. Tapi ia sudah membawaku ke tempat-tempat menyenangkan bersama Brunella, contohnya saja ke.... Emmmm..., di..., hanya ke..., Apa tidak ada tempat menyenangkan yang kami kunjungi?!' kagetnya. "Glove, besok kosongkan agenda untukku, aku ingin membawa Brunella ke rumahnya" perintahnya. "Kenapa? Aku baik saja untuk tidak ke sana" sahut Brunella, "jadi kau suka tinggal di rumah ini? Tinggallah selama kau ingin" ujarnya dengan senyum mengerikan.



#Brunella


Saralee mengirimku pesan kemudian. *William bilang kau akan ke sini, kita bisa bersenang-senang. Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu besok, sangat tidak sabar* ujarnya. Aku jadi berpikir bagaimana supaya William tidak ikut pergi? Aku dengan senang hati untuk pergi berkunjung ke rumah, tapi dia pasti akan berulah. *Kau baik?* Tanya Saralee lagi. *Ya, aku hanya tertekan dengan haters beberapa waktu belakangan* elakku.



Jika saja kami berbicara secara langsung, adikku pasti tahu kalau aku berbohong. Dan... Besok dia pasti akan membahasnya, sekarang mari kita lihat kata-kata haters agar aku benar-benar sakit hati. Aku membacanya satu per satu, *kau kekasih William Lemington? Penjilat*. *Aku benci wanita yang memanfaatkan William Lemington ini*, *bisa-bisanya William Lemington terpikat*. Come on! Tidak adakah yang menghujat lagunya? Mengesalkan.