
Dengan serentak mereka menjawab rumah orang kedelapan, mereka sontak menutup mulut. William membawa mereka semua ke rumah orang kedelapan. "Maaf Bu, ke mana orang-orang di rumah ini pergi?" Tanya nomor 12. "Mereka baru pindah dan membeli banyak rumah di berbagai belahan dunia, jadi jutawan setelah menjual ornamen-ornamen unik terbuat dari uang itu" jawab ibu-ibu itu dan berlalu "apa?!!!!!" Kaget orang kesembilan dan seterusnya hingga kejang-kejang dan membuat IGD penuh.
Di suatu tempat, orang kedelapan masih mencari uang orang kesatu hingga tujuh karena masih belum puas dengan kekayaannya. Seminggu kemudian ia bertemu uang dari orang keenam yang baru pulang berlibur, kemudian mencabik-cabik dan menempelkannya pada ornamen lagi. Kemudian mendapat uang dan melanjutkan perburuan uang orang pertama hingga ketujuh dikurangi uang orang keenam, kisah tentang uang telah selesai. William memiliki masa yang baru kembali, ia merasa tenang telah menitipkan kenangan yang menurutnya penting di Museum-museum terpercaya.
Di kantor Thomas...
Thomas kaget dengan apa yang ia dengar. "mereka aktor hebat, menggunakan naskah masing-masing tanpa memberi tahu siapapun. Namun terhubung menjadi cerita dengan akhir tak terduga" ujarnya masih terkaget. "Ya, kelanjutannya pasti akan lebih seru" kata Terrywyn dengan senyuman. "Hukuman mengerikan dari William yang mengerikan tentu saja" tebak Thomas, "ku rasa lebih pada William yang dihukum" canda Terrwyn. "Mengapa begitu?" Tanya Thomas meyakinkan, "bagiamana cara ia membuat Brunella menyukainya karena ia sudah terjebak pada perasaan sungguhan dengannya" jelas Terrwyn.
#Thomas
Aku terkekeh, "aku tidak berpikir demikian". "William aktor hebat, ingat?" Tuduhku. "Lupakan saja tentang perannya, tidakkah kau merasa aneh jika William telah merelakan kenang-kenangan yang dimilikinya dari Carlene?" Tanya Terrywyn. "Apa maksudmu uang tak berguna itu?" Heranku, ia mengangguk. 'William si batu sudah jatuh cinta hanya karena peran?!', 'tapi.... Lupakan tentang William, sebaiknya aku membahas pesannya' tekadku. Aku baru membuka mulut akan berucap, tiba-tiba saja...
William tiba-tiba datang dan berucap lebih dulu, "jika mau bilang suka juga ya katakan saja" tukasnya. Thomas dan Terrywyn menoleh dan jadi tersipu, 'terlalu ekstrem' pikir Thomas. 'Aku takut ini akan canggung' pikir Terrywyn. "Jika kau memang suka katakan saja, dasar pengecut" kesal William. "Bagaimana denganmu dan Brunella? Apa kau yang lebih dulu mendekati?" Goda Thomas. "Tentu saja wanita lebih dulu, aku hanya berinisiatif untuk menerima saja" jawab William. "Jadi kau dan Brunella?..." Goda Thomas lagi.
William memutar mata. "Jangan berbelit, aku tahu Terrwyn berteman dengan Brunella. Dan.... Kau, Thomas. Memiliki hubungan aneh dengannya" jelas William. "Jujur sekali, aku jadi takut" ujar Thomas memelas. Hal itu malah membuat William tertawa dan tersenyum juga Terrywyn terheran, Thomas tersadar setelahnya. "Dare u" goda William. Saat tahu Brunella akan masuk, William berkata. "Karena kalian terhubung dan sudah tahu, ku harap akan berhenti sampai di sini" ucap William. 'Jadi Terrywyn menceritakannya pada Thomas?' pikir Brunella.
Di mobil keluarga Lemington....
William kelihatan kesal. "See? Semakin kau mempercayai orang, dinding penahan rahasia akan semakin tipis" ujarnya tanpa menoleh. "Maafkan aku, karena ia temanmu. Dan sekarang temanku juga, ku pikir tidak akan ke mana pun" jelas Brunella menyesal. "Jangan beritahukan rahasia besarmu pada siapa pun, jika kau tidak ingin seseorang menusukmu" jawab William lebih serius, "bisakah langsung katakan saja? Itu lebih simple jika saja kau bilang bahkan jangan beritahu Terrywyn" ujar Brunella.