Pernikahan 99 Hari

Pernikahan 99 Hari
Part 74


"Mom apa yang kau lakukan?"


Plak.


Untuk ke-dua kalinya pipi Rachel ditampar, dan kali ini pipi kirinya yang terkena tamparan pedas dari Sandra.


"Jangan pernah memanggilku Mom, karena kau bukan bagian dari Dwight!"


"Tapi mom...."


Plak


Untuk ketiga kalinya pipi Rachel ditampar.


"Sudah aku bilang jangan memanggilku Mom!"


Rachel yang sangat syok karena tiga kali ditampar oleh Sandra sampai tak bisa berkata-kata. Rasanya perih sekali di semua bagian pipinya, ia pun tak terima diperlakukan seperti itu oleh Sandra. Jika saja Sandra bukan calon ibu mertuanya, maka sudah dari tadi Rachel membalas tamparan tersebut.


"Berani sekali kau membohongi dan membodohi ku!"


"Mo, eh.." Rachel langsung menutup mulutnya, karena tidak ingin ditampar untuk keempat kalinya hanya karena menyebut kata Mom pada Sandra." Apa maksud Anda?" tanyanya dengan bingung.


Bagaimana tidak bingung, jika ditampar sebanyak tiga kali oleh calon ibu mertua yang selama ini begitu baik memperlakukan dirinya.


"Kau masih bertanya apa maksudku?" Sandra menggelengkan kepalanya saat melihat wajah Rachel yang seolah polos tak berdosa, padahal dibalik wajah polos itu tersimpan wanita jahat dan murahan yang sudah menipunya mentah-mentah. Entah mengapa ia baru menyadari Rachel begitu apik dalam berakting sampai membuatnya percaya kalau janin yang ada di dalam kandungan wanita itu milik putranya. "Baca ini!" Sandra melempar hasil tes DNA yang dibawanya tepat di wajah Rachel.


"Berani sekali kau berbohong dengan mengatakan janin itu keturunan Dwight!" Sentak Sandra tak terima.


"Tidak, aku tidak berbohong. Janin ini memang milik Sky." ucap Rachel dengan tatapan memohon agar wanita itu percaya padanya.


"Ck, masih berani kau berbohong. Apa kau tidak bisa membaca hasil tes DNA itu?"


"Hasil tes DNA ini palsu. Aku tidak pernah melakukan tes DNA pada kandunganku, jadi mana mungkin ada hasilnya." Jelas Rachel sembari merobek kertas tersebut. "Percayalah padaku, anak ini milik Sky, aku berani bersumpah untuk itu."


Sandra yang emosi mengepalkan kedua tangannya dengan erat, sungguh ia menyesal sudah terperdaya oleh bujuk rayu Rachel yang mematikan. Lihat saja kelakukan wanita murahan itu, sudah ketahuan berbohong tapi masih berani berkilah bahkan bersumpah.


"Nyonya Sandra aku mohon percaya padaku." Rachel kembali memohon dengan sendu. "Orang yang membuat laporan tes DNA ini pasti sudah dibayar oleh seseorang. Dan aku yakin, Alana yang sudah merekayasa hasil tes DNA itu untuk —"


Plak.


Keempat kalinya pipi Rachel ditampar oleh Sandra.


"Kenapa kau menamparku lagi?" Rachel tak terima karena ia merasa tidak memanggil Nyonya Sandra dengan sebutan Mom.


"Karena kau tidak mau mengakui kesalahan mu, malah menyalahkan orang lain." Sentak Sandra.


"Untuk apa aku mengakui kesalahan yang tidak pernah ku perbuat. Anak ini jelas-jelas milik Sky, titik!" Rachel tidak akan pernah menyerah hanya karena secarik kertas yang menerangkan anak yang ada di dalam kandungannya bukan darah daging Sky.


"Ck, kau benar-benar wanita tidak tahu diri." Umpat Sandra dengan penuh amarah. "Tapi baiklah, mengingat kau begitu percaya diri anak itu milik Sky, aku akan mengijinkanmu untuk tetap tinggal bersama kami." Sandra menatap Rachel dengan tersenyum penuh arti.