
Bab 23
Alex kembali kepafilumnya, diikuti tom dari belakangnya, kayla berjalan disisi alex dengan raut wajah yang masam ia masuk dengan langkah yang begitu tak bersemangat.tom memperhatikan keduanya dari arah belakang, ia tetap bersama pasangannya yang sempat ia bawa ke acara pesta pelelangan tadi.
“Kayla!”panggil tom dari arah belakang.
“Iyah tuan tom," sahut kayla membalikan badannya menghadap tom.
“Kerja yang bagus,”
“Terima Kasih’ jawab kayla dengan senyuman di akhir.
Alex memainkan iris matanya memberi isyarat pada tom untuk meninggalkan dirinya berdua bersama kayla, tom yang mengerti dengan apa yang alex isyaratkan bergegas pergi meninggalkan mereka berdua sembari membawa gadisnya bersamanya.
“Ganti baju mu dan pergi keuanganku untuk menerima hukuman mu,” pinta alex sembari menaiki tangga.
Kayla terdiam, ia hanya menatap punggung alex yang sudah mulai menjauh dari hadapannya, kayla membalikan badannya dan bergegas ke kamarnya untuk mengganti dress yang ia kenakan dengan baju kaos tidur nya yang berwarna biru.
Seusai mengganti pakaiannya, kayla menuju meja rias yang berada disudut dinding, sedikit demi sedikit ia menghapus riasan diwajahnya menggunakan tisu putih yang sudah dibasahi sedikit air mawar, dengan pikiran yang tidak fokus, kayla melamun kan kejadian-kejadian yang sempat terjadi di acara pelelangan tadi
Entah mengapa ia merasa dirinya sedikit agresif belakangan ini, apa yang terjadi barusan sudah membuat situasinya menjadi jelas, kayla lebih berani dari perkiraan nya, ia bahkan dengan santai nya membalas tamparan gadis yang menghadangnya saat di acara pelelangan tadi.
Kayla memang sudah tau bahwa gadis itu adalah Helena, gadis yang sering alex bawa untuk berpergian saat memenuhi undangan pesta, ia tahu saat tom menceritakan sosok nya secara jelas, namaun ini kali pertama kayla bertemu dengan Helena, entah mengapa pandangan kayla yang sempat berpikir bahwa gadis itu lebih baik dari nya ternyata hanya hanyalah tak berguna semata.
Dia memenang kan pertarungan pertamanya bersama gadis yang baru ia kenal saat itu, kemenangan yang tak di sangka-sangka hingga dirinya pun menggeleng tak berdaya.
Detik-detik memikirkan pertarungan antara dirinya dan Helena seketika buyar dengan sangat cepat, sesaat ia mengingat wajah alex yang tiba-tiba melintas dibenaknya, momen memalukan juga muncul dipikirannya, wajah kayla memerah, ia tak pernah melakukan hal konyol seperti itu pada siapapun, dan hanya alex lah orang pertama diciumnya dimuka umum.
“Astaga! Apa yang baru saja ku pikirkan, tidak boleh seperti ini, ini adalah kesalahan terbesar yang ku lakukan dan…” kayla melirik kearah kotak yang dibawanya saat memenangkan pelelangan “Aku harus mengembalikan barang itu lagi kepada nya, ini terlalu mahal dan berharga, akan sangat sulit menjaga benda ini dengan baik,” kayla beranjak dari duduknya dan bergegas pergi menuju ruangan kerja alex yang berada dilantai tiga.
Kayla menaiki lif dengan sangat cepat, saat pintu lif terbuka ia keluar dan bergegas berlari menuju ruangan alex berada, pintu dihadapannya tertutup, kayla mengetuk dan memberi salam pada penghuni di dalamnya, kayla masuk setelah mendapat jawaban.
Raut wajahnya begitu murung, ia terlihat sangat gugup, kotak yang ia ambil dari kamarnya bergegas ia letakan dimeja panjang alex, alex melirik kearah kotak yang dibawa kayla, dengan satu deheman kayla mundur dan sedikit terkejut.
“Untuk apa kau membawa benda ini, bukan kah aku sudah menyuruh mu untuk menyimpannya?” alex mendatarkan suaranya.
“Maaf tuan, tapi benda itu terlalu berharga untuk saya simpan, saya tidak yakin menjaga benda itu dengan baik, saya takut benda itu sewaktu-waktu bisa saja hilang atau pun rusak, saya hanya ingin mengembalikannya lagi kepada anda.”
Tanpa penolakan, kayla mengikuti perintah alex dengan raut wajah yang begitu kusut, kayla berlutut dengan postur tubuh yang menegak, wajahnya masih saja menunduk, ia bahkan tak ingin melirik sedikit pun pada alex yang berdiri tepat didepannya.
“Angkat kedua tangan mu keatas.” Perintah alex lagi dengan dinginnya
Kayla kembali mengangkat kedua tangannya keatas, sekarang posisinya sudah jelas bahwa alex sedang menghukumnya, kayla memang sudah menyadari hal itu, karena hukuman ini kayla sendiri yang memintanya.
“Kau tau apa kesalahanmu?” ucap alex dengan nada penuh penekanan.
“Tau tuan.”
“ Apa?.”
Kayla menggigit bibirnya sesaat, ia ragu ingin mengatakan hal itu, namun apa daya nya, kesalahan tetap kesalahan ia harus menerima konsekuensinya. “Saya telah mencium tuan dengan sengaja, sudah mempermalukan tuan dimuka umum, sudah menghabiskan uang hingga 1,10 trilliun untuk dua benda minion itu, saya mohon maaf karena kesalahan saya sangat besar, saya berjanji tidak akan melakukannya lagi.”
Kayla berbicara seakan-akan sedang di hukum oleh kedua orang tuanya, ia tak berpikir posisinya saat ini sangat lah lucu jika dipandang, nada bicaranya pun seakan merengek untuk dibelikan permen, momen seperti ini sangat membuat alex terhibur, apa lagi kesalahan yang disebutkan oleh kayla memang benar adanya.
Alex sedikit tersenyum oleh keluhan yang dilontarkan oleh kayla, walau begitu kayla tak melihat apa yang telah terjadi didepannya, kayla terus menunduk itu sebabnya melihat keadaan kayla yang seperti itu membuat hati alex sangat terhibur.
“Mengapa kau menciumiku?, aku tidak pernah memberi izin kepadamu untuk mencium ku?, apa kau sudah bosan hidup?” alex mendekat kearah gadis didepannya, ia berlutut dengan satu kaki dan kaki lainnya memberi pijakan
Posisinya masih sama, berlutut dengan kedua tangan yang masih bertahan keatas, alex menaikan dagu kayla dengan satu jarinya, hingga iris mata keduanya bertemu, wajah kayla memerah seketika, ia tak mampu menjawab perkataan alex lagi, mulutnya seakan tak ingin bergerak dan suaranya pun tidak mampu dia keluarkan.
Kayla hanya menggigit bibirnya sedikit untuk menahan kegugupannya, namun tingkahnya yang seperti itu membuat alex seketika tersenyum miring hingga membuat kayla pun memalingkan matanya karena takut.
Jari alex masih berada di dagu gadis itu, dengan pelan ia menuruni jarinya pada leher sang gadis, jari kasar alex membuat leher kayla sedikit bergetar hingga mendarat pada kerak baju sang gadis, tangannya mengepal mengunci baju kayla dengan kuat dan kemudian menarik gadis itu jatuh ke depan wajahnya.
Cup…
Satu ciuman jatuh dibibir kayla lagi, kayla sontak terkejut dengan perilaku alex yang secara tiba-tiba ini, kali ini bukan perbuatan dirinya melainkan alex sendiri yang melakukannya, setelah mencium dengan waktu yang lama, ia melepaskan bibir kayla dengan perlahan diikuti cengkraman kerak bajunya yang ikut melepas.
Alex menatapnya sesaat dan kemudian menyunggingkan bibir nakalnya sedikit. “Jangan pernah menunjukan sisi nakal mu pada ku, karena aku bisa melakukan hal yang lebih parah dari pada ini, ini peringatan ku untuk mu,” alex berdiri dan keluar dari ruangan kerjanya meninggalkan kayla yang masih membatu ditempat.
‘A..ap..apa itu tadi’ benak nya.