Pengasuh Adikku Jodohku

Pengasuh Adikku Jodohku
Bab 13


Bab 13


“Saya tidak memilki ponsel tuan,” keluh kayla lagi dengan jujurnya.


Dulu saat orang tua kayla masih ada, keduanya selalu memanjakan kayla dengan barang-barang yang mewah, saat usianya masih menginjak 9 tahun, kayla sudah mendapatkan ponsel dan juga tablet berukuran besar untuk dirinya sendiri


Namun sejak kedua orang tuanya tiada saat usianya ke 13, ia dititipkan pada sang bibi, yang merupakan adik sang ayah, bibi nya sangat pemilih dan kasar, hingga ponsel dan tabletnya pun direbut dan diberikan pada diana tampa harus mengembalikannya lagi padanya.


Kayla hanya pasrah dengan sikap sang bibi yang semena-mena itu, jika melawan ia akan kembali dihukum dan dimarahi, itu sebanyak ia selalu menderita dan selalu diam jika berbuat salah, walau kesalahan itu tak pernah ada dan selalu dibuat-buat.


“Apa kehidupan mu semiskin itu sampai ponsel pun tak bisa kau beli!” tegas alex bertanya.


Kayla menunduk malu, tampa ia sadari alex memerhatikan sesaat dan kemudian menyodorkan ponselnya pada kayla.


“Ambil dan masuk delam sana, aku hanya meminjamkan ponsel itu bukan itu memberikan nya secara Cuma-Cuma,” ucap alex dengan nada yang datar.


Walau perkataan alex cukup dingin pada kayla, tetap saja kayla hanya membalasnya dengan senyuman dan kemudian mengambil ponsel yang disodorkan oleh alex.


Tanpa mengoceh lagi, kayla masuk dengan senter hp yang sudah dinyalakan, anak tangga demi anak tangga ia lalui hingga berhenti pada ujung tangga terakhir yang sudah menampakan lantai keramik dibawahnya.


Dengan kegelisahan yang menggerutu di dada,dengan gerakan yang pelan ia menyenter tiap sudut ruangan, cahaya menampakan barang-barang berdebu yang berada di ruangan bawa tanah itu, lagi-lagi rak buku menghiasi tiap sudutnya, dan ada beberapa lemari aneh yang juga sama banyak nya didalam ruangan.


Kayla menyatukan alisnya, ia mencoba melangkah ke depan, karena cahaya ponsel yang tidak memenuhi semua ruangan yang luas itu, kayla terpaksa berjalan masuk untuk mencari sesuatu yang baru.


“Uhuk.. uhuk. . disini sangat berdebu,” kayla terbatuk-batuk saat semakin memasuki lorong sempit yang berada tak jauh dari penyenterannya, entah keberanian dari mana kayla melangkah menuju lorong yang semakin terlihat gelap itu, hingga menampakan sebuah kursi dengan rangka kosong yang sedang terikat kuat.


Kayla yang melihat hal itu, berteriak sangat keras hingga berlari menaiki tangga dan bersembunyi dibalik badan alex.


“Tu..tuan di.didalam ada..ada,” ucap celsa dengan terbata-bata sembari menunjuk kearah ruangan kosong itu.


“Bicara yang jelas, apa yang kau lihat didalam sana.”


“Ii..i.. itu.. ada rangka kosong di ruangan itu tuan.”


“Begitu ya, apa ada hal lain?” tanya alex dengan raut wajah tenang nya.


“Tuan tidak takut, bisa saja itu mayat yang membusuk tuan.., apa disini juga ada hantu,” keluh kayla celingak celinguk ke sekeliling ruangan.


“Jangan mengatakan hal konyol seperti itu, kembali ke kamar mu,” pinta alex dengan wajah ketusnya.


‘Pria ini benar-benar, apa dia tidak takut.. aku tidak akan pernah masuk kedalam sana lagi, sangat menyeramkan,” gumamnya sesaat.


“Saya permisi tuan, tolong jangan panggil saya lagi.”


“Jika saya tidak memanggil mu, siapa yang ku panggil lagi.”


“Bukankah di mansion ini banyak pelayannya, anda suruh saja pelayan yang lain tuan, saya takut keruangan tuan lagi, pasti ada hantunya” ucap kayla menggenggam erat kedua tangannya.


“Mengapa kau yang memerintahkan ku, siapa bosnya disini”


“Maka diam dan dengarkan perintahku, kembali ke kamarmu sekarang.”


“Baik,” ucap kayla dengan nada yang lesuh.


*****


Pagi harinya. Seperti biasa kayla menyiapkan sarapan pagi untuk una, tidak lupa alex yang ikut nimbrung sarapan pagi menemani una.


“Kayla nanti temui saya di ruangan” pinta alex tampa menatap kearah lawan bicaranya.


“Saya tidak bisa tuan, hari ini una ingin bermain dengan saya seharian, jadi maaf sebaiknya tuan minta bantuan pada para pelayan yang lain.”


“Mengapa kau selalu membatah ku, berikan una kepada tom, tom akan menemaninya bermain sebentar setelah itu kau bisa bermain bersama una lagi setelah pekerjaan mu bersama ku selesai,” alex menatap datar kearah kayla.


Namun yang ditatap tidak kalah takutnya ikut menatap dengan memberi kode bahwa ia tak ingin memenuhi permintaan alex.


Semalam setelah berurusan dengan alex, kayla tak bisa tidur, karena terus memikirkan bayangan tengkorak yang sempat ia lihat sebelumnya. Memikirkan ruangan yang ia masuki semalam saja sudah membuat bulu kuduknya merinding apalagi menyuruhnya mengambil tengkorak itu sebagai barang buti atas penglihatannya, mungkin saat itu juga kayla sudah tewas dengan penyakit kejang-kejang.


Dia terus berpikir bahwa mension ini pasti berhantu dan menyeramkan, ia bahkan tak bisa tidur hingga pagi karena memikirkan hal itu. Berharap agar alex tak akan menyuruhnya lagi membersihkan ruangan kerjanya. Namun sekarang pikirannya buyar seketika saat alex menyuruhnya kembali ketempat berhantu itu lagi.


Alex menatap nya dingin“ Kau ingin dipecat.


“Jangan.., kalo pecat.. saya mau tinggal dimana tuan,” keluhnya.


“Kalau begitu dengarkan perintahku tampa harus membatah, kalua bukan karena ku tidak mungkin kau bisa berada disini.”


“Dia ini karena anda menghilangkan koper saya dan menculik saya secara paksa, itu sebabnya saya bisa berada disini dan berdiri dihadapan anda.”


“Kenapa kau harus mengungkit tentang koper itu lagi!”


“Itu karena tuan yang menghilangkannya.”


“Itu karena ulah mu juga!”


“Haa.. kenapa harus saya,” oceh kayla tanpa memikirkan kedudukan alex yang sebagai bosnya.


Rasanya pemandangan ini terlihat sangat membingungkan, kayla yang dulu nya pemalu dan sangat takut, berbeda sekali dengan sifatnya yang saat ini sangat bertolak belakang, lebih berani dan keras kepala.Dia lebih sering mengumpat dan juga mengomel, bahkan secara terang-terangan ia melakukanya terhadap alex.


Begitu pun alex yang saat ini sifat nya tak terlihat seperti makhluk kulkas sepuluh pintu, ia bahkan meladeni perdebatan konyolnya pada kayla.


Biasanya perdebatan ini tidak akan berlangsung lama, jika alex sudah mengayunkan pistolnya, entah mengapa perilakunya sedikit berbeda pada kayla, gadis yang sangat berbeda dengan para pelayan yang lain.


“Aku hanya mengatakannya sekali, datang keruangan ku setelah ini, dan jangan membatah, atau kau ingin dipecat dan ku usir tampa ku bergaji sepeser pun!” Ancam alex kemudian bangun dari duduknya.


Kayla menatap lusuh punggung alex dengan hembusan napas panjang.


‘Dasar lelaki itu, apa yang dia inginkan kali ini, aku sungguh lelah dengan tindakannya yang seenak jidatnya itu, ya aku tau kalo dia adalah majikan ku, tapi apakah tak ada rasa kasih dihatinya untuk ku, dia bahkan menyuruh ku pergi ketempat berhantu itu hiks menyebalkan," gumam Kayla dalam benat nya.