Pengasuh Adikku Jodohku

Pengasuh Adikku Jodohku
Bab 18


Bab 18


Alex dan tom sedang duduk diruang utama,dengan secangkir kopi panas, mereka berbincang banyak hal disana, terlihat sesosok gadis masuk melalui pintu utama, dan kemudian menunduk memberi hormat kepada keduanya yang sedang bersantai disofa panjang itu.


Setelah memberi hormat, gadis itu berjalan menuju sisi tom dan duduk disebelahnya, pakaiannya sangat terbuka hingga bagian dadanya terlihat sedikit mencolok, paras wajahnya yang cantik itu membuat para pelayan yang melihat Nampak kagum dengan kecantikannya.


"Gadis barumu lagi," tanya alex menaikan alis nya sebelah keatas.


"Ya, dia lebih cantik bukan, aku sangat menyukai wanita yang seperti ini," tom mengelus.


Pipi sang gadis dan sang gadis pun tak kalah nakalnya menggigit jari nakal tom.


Alex menggeleng keheranan, ia tau sifat asisitennya ini memang seperti ini sejak ia masih remaja dulu, sering gonta ganti pasangan, bersenang-senang dengan wanita yang di pilihnya, dan seenaknya menggantinya dengan gadis yang baru jika sudah bosan Tom memiliki sifat yang berbeda dengan alex, alex lebih memilih-milih soal pasangan, bahkan sampai sekarang pun tak ada yang cocok untuk dijadikan pendamping hidupnya, tipe idealnya sangat sulit dijumpai dimana pun, bahkan ia berniat untuk tidak ingin menikah saat tau semua wanita yang ia percaya hanya memoroti uang dan kekayaanya saja.


la membuat nya sangat kesal, walau uang mampu ia hasilkan hingga jutaan rupiah, jika tak memiliki perasaan yang sama tulusnya dalam bercinta bagaimana dia bisa memberikan segala hal yang dia miliki kepada sang pasangan nantinya.


Alex terdiam sesaat, ia sekilas melirik jam mahal yang melingkar pada pergelangan tangan nya, kemudian mengalihkan pandangannya pada seorang pelayan yang berdiri tak jauh dari sisi sofanya.


"Bawa dia kesini!" perintah kepada pelayannya itu.


Pelayan itu bergegas berlari meninggalkan dua pria itu dan berjalan kearah kamar kayla yang kebetulan sudah selesai bersiap.


"Apa nona sudah siap, tuan sudah menunggu bersama asisten nya di ruangan utama," tanya sang pelayan berbicara dari arah pintu yang sudah ia buka.


Kayla melihat pantulan tubuhnya dicerminkan besar dikamar itu, Kemudian mengalihkan pandangannya pada pelayan yang berdiri di pintu kamarnya, "Saya merasa tidak nyaman dengan pakaiannya, terlalu terbuka di bagian kakinya dan juga .. " ia terdiam sesaat dan kembali melirik cermin besar di meja riasnya, sekilas ia melihat lagi tubuh bagian atasnya yang tak memiliki tali penutup, jadi bahu nya terlihat terbuka dengan kulit putihnya, dres yang ia kenakan berwarna putih dengan kalung silver bertahtakan berlian dilehernya.


Kayla sempat melongo sesaat melihat penampilannya yang terlihat sempurna, ia bahkan tak menyangka jika ia bisa berdandan secantik ini, hari-hari pakaian yang ia kenakan selalu terlihat using, saat ia memakai gaun dan perhiasan mahal ini entah mengapa ia menginginkannya.


Walau pemikirannya seperti itu, bukankah akan sulit jika berurusan dengan tuannya, melihat sikap angkuh dan begitu dingin pada tuannya, kayla mengurungkan niatnya.


"Apa saya ganti saja bajunya, buka kah jika saya memakai ini mereka akan menjadi resah," ucap kayla menyampaikan keresahan hatinya.


Dua pelayan yang berada dibelakang kayla adalah para pelayan yang diperintahkan langsung oleh alex untuk mengurus keperluan kayla nantinya.


Tidak ada pilihan lain, kayla hanya bisa menghela nasib dan menganggukkan kepala.


"Baiklah, saya rasa saya sudah siap," ucapan nya dengan nada yang tidak bersemangat. Pelayan itu mengarahkan kayla untu segera keluar dari kamarnya, kemudian menuruni tanaga dan bertemu dengan kedua lelaki tampan dibawahnya.


Alex dan tom yang sedang menunggu kayla sembari berbincang kecil, saat mendengar langkah kaki yang sedang menuruni tangga, kedua lelaki itu berpaling dan menatap sesosok gadis yang perlahan berjalan menemui mereka.


Mata mereka terbelalak seketika terpana melihat penampilan kayla yang sedang berjalan menghampiri mereka.


Bahkan tom yang sedang dirangkul oleh gadisnya tidak sempat untuk menutup mulutnya dari keterpanaan nya, sedangkan Alfaro masih bisa mengontrol mimic wajahnya, tetapi tetap saja dia terpesona melihat kayla.


Kayla menggunakan dress berwarna putih, yang mana dress itu terlihat seksi tetapi tidak murahan, Malahan terlihat sangat elegan ditubuh rampingnya, dan didukung oleh perawakannya yang kalem dan penuh dengan lemah lembut.


la menggunakan heels yang tinggi nya mungkin? 7 atau 8 cm, yang mana heels itu dipadukan dengan tas kecil yang terpegang ditangannya, kalung, anting, gelang semuanya berdominasi warna silver dengan berlian yang menghiasi perhiasannya. Rambutnya juga ditata sedemikian rupa, dan wajah diperoleh dengan riasan yang sangat natural.


"Kalau seperti ini, aku jadi tidak rela memberikan gadis itu kepada mu," goda tom pada alex yang masih menatap kayla takjup


Alex mendengar perkataan yang dilontarkan oleh tom, dengan sekejap aura dingin menyelimuti tubuhnya, seakan-akan siapa menerkam nya kapan saja, ama tanya melirik tajam kepada tom yang sudah meneguk saliva nya kasar.


"Astaga aku cuman bercanda, jangan marah seperti itu dong," ucap tom lagi mencoba menenangkan amarah tuannya.


Alex berdiri dan segera berjalan menghampiri kayla yang masih mematung ditempatnya tampa berbicara sepatah katapun, raut wajahnya tampak gelisah, ia mencoba menarik sedikit baju nya keatas untuk menutupi dadanya.


Alex memperhatikan perilaku kayla yang tak nyaman memakai pakaian yang ia suruh kenakan, dengan sesaat ia menghembus nafas nya pelan.


"Kau hanya memakai dres itu sehari, saya tidak akan menyuruh mu untuk memakainya sepanjang hari, cukup mematuhi perintah saya sehari ini, lalu saya tidak akan meminta bantuan mu lagi?" ucap alex dengan ketusnya


"Saya mengerti tuan," sahut kayla dengan nada yang rendah.