Naruto: The Great Senju!

Naruto: The Great Senju!
Chapter 9


"Menurutmu apakah mungkin bagi putri Tsunade untuk kembali dan memimpin klan lagi?"


Tetua Oroki kembali berkata setelah beberapa obrolan singkat. Tanpa penjelasan rinci dari Nakamura, dia tidak akan dapat mengerti sepenuhnya.


Sementara Nakamura menyesap teh di cangkirnya dengan tenang, kemudian bertatapan dengan tetua Oroki.


"Harusnya anda lebih tahu tentang sikap putri Tsunade."


"Bahkan orang seperti Hokage ke tiga tidak mampu menghentikannya untuk pergi."


"Apalagi hanya kita dengan alasan yang sama tidak akan membuatnya kembali."


Tetua Oroki mengangguk dan setuju, bagaimanapun itu tempramen Tsunade yang keras kepala akan sangat sulit untuk dibujuk.


Namun Nakamura tahu beberapa hal, walaupun saat ini Tsunade tidak memiliki niatan untuk kembali, tapi rasa pedulinya terhadap desa masihlah tetap tinggi.


Sayangnya Nakamura tidak menaruh harapan padanya, singkatnya bahkan tanpa kehadiran putri Tsunade dia sendiri yang akan merubah segalanya.


"Ya, sepertinya begitu."


Wajah tetua Oroki yang keriput sedikit menunjukkan kesedihan. Selama ini dia telah menujukkan harapan yang besar pada Senju Tsunade. Namun usahanya selama berhari-hari sampai berbulan-bulan menunggu kepulangan Tsunade akhirnya tidak menghasilkan apa-apa.


Kemudian dia kembali berkata.


"Beberapa hari lagi Shinobi Konoha akan dikirim menuju garis terdepan untuk berhadapan dengan pasukan musuh."


"Sigh... Ini memang tugas yang berat, tapi Nakamura-kun aku sendiri mengharapkan mu melakukan yang terbaik."


"Dan setelah masalah di garis depan selesai, aku akan mengatakan niatku pada beberapa tetua lainnya untuk menempatkanmu sebagai kepala klan selanjutnya."


Yah, sebagai Nakamura yang memiliki pandangan jauh ke depan, dia sendiri tidak begitu terkejut ketika sebuah harapan tiba-tiba di hadapkan padanya. Lagi pula dengan kekuatannya dia lebih dari mampu memimpin sebuah klan, dan niatnya sejak awal adalah untuk melakukan hal tersebut.


Yang tersisa adalah bagaimana meyakinkan orang-orang bahwa dia cocok dengan posisi tersebut. Menggunakan medan perang untuk membentuk sebuah nama adalah pilihan yang tidak buruk.


Tujuannya bukan hanya untuk meyakinkan tetua di klan Senju saja, tetapi juga untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Senju sekali lagi akan menjadi yang teratas. Dengan begitu setiap orang akan berpikir bagaimana Senju di masa lalu menekan dunia Shinobi, dan orang-orang mungkin mengatakan Senju Hashirama yang baru telah muncul di Konoha.


"Aku senang anda berkata seperti itu, tapi apakah tidak masalah dengan hal tersebut, tetua?"


Nakamura berkata dengan sengaja untuk melihat seberapa dalam keyakinan tetua Oroki terhadapnya.


Melihat raut wajah pak tua Oroki yang tegas dan penuh tekad dapat secara langsung menjawab pertanyaannya.


"Tidak ada hal yang meragukan tentangmu, kekuatan dan kedewasaan itu cukup untuk membuktikan pilihanku adalah yang terbaik untuk klan saat ini."


"Nakamura-kun, sejauh ini tidak ada generasi yang memumpuni di klan Senju kecuali dirimu."


"Itulah mengapa aku memutuskan untuk mendukungmu sepenuhnya."


Nakamura cukup puas dengan jawaban dari tetua Oroki. Dengan harapan yang begitu besar dia harusnya akan melakukan yang terbaik dan tidak mengecewakan pihak lain.


"Baiklah, terimakasih banyak atas perhatiannya tetua."


"Ini adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan, namun aku berjanji tidak akan mengecewakanmu."


"Selain itu aku membutuhkan bantuan tetua untuk sesuatu."


Berkata dengan senyum ramah, Nakamura sedikit mengecilkan suranya yang hanya dapat di dengar mereka berdua.


Tetua Oroki sedikit mencondongkan kepalanya kedepan, lalu berkata.


"Bantuan seperti apakah yang kamu maksud?"...


Tak berlarut-larut, malam semakin gelap, tetua Oroki segera pulang setelah menyelesaikan pembicaraannya dengan Nakamura.


Sementara Nakamura berdiam diri di rumahnya dan berganti pakaian kemudian istirahat dengan penuh kenikmatan.


Setelah hari ini dia mungkin tidak dapat beristirahat dengan nyaman, mengingat panggilan perang sebentar lagi datang.


Begitulah Nakamura menghabiskan dua hari penuh untuk beristirahat dan mengasah keterampilan bertarungnya.


...


Lusinan orang dengan ikat kepala Konoha berkumpul di dalam aula klan Senju.


Mereka adalah beberapa Shinobi Chunin dan Jounin terampil yang dimiliki klan tersebut.


Jika dibandingkan dengan Senju di masa depan, klan saat ini memiliki Shinobi beberapa puluh kali lebih banyak.


Sebelum Hokage memanggil, para tetua atau kepala klan di setiap klan Shinobi diwajibkan mengkoordinir setiap Shinobi yang mereka miliki. Dan tujuan pengumpulan mereka kali ini adalah untuk mempersiapkan diri menuju perbatasan Negara Api.


"Mulai besok setiap dari kalian akan pergi menuju garis depan tanah Api!"


"Aku hanya berharap kalian melakukan yang terbaik dan kembali dengan selamat tanpa korban."


"Yah, walaupun agak musatahil... Tapi berjuanglah."


Seorang tetua yang dikenal dengan tetua Jinchuro berdiri di depan panggung memberikan beberapa ceramah singkat.


Di antara jeda singkat ceramah tersebut, seseorang mengangkat tangan dan bertanya suatu hal.


"Tetua, pada perang kali ini siapa yang akan bertanggung jawab dengan Shinobi klan kita? Sementara putri Tsunade tidak ada!"


Pertanyaan yang umum namun dapat membangkitkan rasa penasaran di antara para anggota klan.


Tetua Jinchuro memandang setiap kerumunan dalam beberapa waktu. Ketika dia hendak bicara seorang tetua di sampingnya menahan dan membisikkan sesuatu.


"Tetua Jinchuro, mengenai hal ini aku memiliki seseorang yang tepat untuk disarankan."


Keduanya masuk dalam perundingan pribadi dalam beberapa saat.


"Ini? Siapa yang tetua Oroki maksudkan?"


Dengan rasa penasaran Jinchuro bertanya kembali, sedangkan beberapa anggota penasaran dengan apa yang mereka bicarakan.


"Bukannya aku sudah mengatakan ini sebelumnya."


Tetua Oroki kembali mengingatkan dengan bisikan yang tidak terdengar oleh siapapun. Tetua Jinchuro mengangguk setelah berpikir beberapa saat.


"Sementara saya dan tetua Oroki menyarankan... Senju Nakamura sebagai penanggung jawab klan kali ini."


Di saat itu juga beberapa orang menoleh ke belakang. Seolah sesuatu menarik pandangan mereka begitu saja.


Terlihat Nakamura yang duduk di sudut dengan sangat tenang tanpa gangguan, di sebelahnya terdapat Tenji dan Amaki yang terlihat bertanya-tanya.


"Tapi tetua, bukankah ini agak ceroboh dengan membiarkan seseorang dengan pengalaman yang minim menjadi pemimpin?"


Kata seorang pria yang beberapa tahun lebih tua dari Nakamura, dia adalah Senju Katsuma. Orang ini pastinya memiliki pengalaman yang cukup dalam pertempuran sehingga berani berkomentar.


Mendengar perkataan ini beberapa orang mengangguk setuju. Lagi pula perkataan Katsuma memang benar, Nakamura selain masih muda dia juga terbilang minim pengalaman dalam hal perang.


Tentu saja itu adalah ide-ide yang muncul jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari Nakamura selama lima belas tahun terakhir.


Selain itu kemampuan apa yang dimilikinya sehingga dapat memimpin sekelompok klan dalam pertempuran kali ini. Menjadi Jounin tidak akan cukup.


"Jangan khawatir, Nakamura-kun memang masih muda tapi kalian tidak perlu meremehkan kemampuannya."


"Lagi pula dia hanya akan menajdi wakil kalian selama di garis depan, mengenai pemimpin yang sebenarnya itu akan diserahkan kepada pihak Hokage."


Katsuma terdiam untuk beberapa waktu setelah mendengar perkataan tetua Oroki... Namun niatnya yang sebenarnya bukan untuk ini, seharunya dalam keadaan seperti ini dialah yang paling cocok mewakili Senju.


Tapi mengapa orang yang hampir tidak pernah terdengar tiba-tiba menjadi perwakilan. Katsuma bertanya-tanya kualifikasi apa yang sebenarnya Nakamura miliki.


Dia memang mendengar bahwa Nakamura lulus dengan nilai yang bagus dalam ujian promosi beberapa hari yang lalu, tapi apakah itu saja cukup.


Sayangnya dia tidak dapat menyangkal lebih jauh perkataan tetua. Senju Katsuma diam-diam mengeluh dan menatap pihak lain dengan sedikit perasaan buruk.


...