
Pada saat ini, sekitar 3000 orang telah berkumpul di bawah gedung Hokage. Masing-masing dari mereka adalah Shinobi dengan pelindung dahi Konohagakure.
Di puncak gedung berdiri seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah putih dan topi bersimbol kata "Api".
"Hari ini adalah langkah penting yang harus di lalui untuk mengukir sejarah baru."...
"Konoha memiliki warisan berharga yang diturunkan dari generasi ke generasi, dan itu merupakan api yang tidak akan pernah padama."
"Tekad yang menjadikan kita sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi dan melindungi."...
Melalui pidato-pidatonya, Sarutobi Hiruzen sebagai Hokage dapat dengan mudahnya membangkitkan dan menanam rasa semangat juang pada setiap Shinobi yang hadir.
Dengan dalih kehendak api, mereka yang mendengar telah termakan oleh perkataan Sarutobi Hiruzen.
Walaupun ini sangat bagus dan memotivasi, tetapi itu hanya berlaku pada mereka yang mengerti apa sebenarnya kehendak api itu.
Menurut Nakamura kata-kata seperti itu memang berguna, namun dia merasa agak aneh ketika yang mengatakannya adalah orang seperti Sarutobi Hiruzen.
Orang tua yang kelihatan lemah lembut ini sebenarnya memiliki sesuatu yang bertentangan dengan keyakinan tersebut. Dia bahkan mampu menutup mata dari tindakan keji seorang temannya, rela melakukan segala hal di balik layar demi kedamaian desa.
Tapi apa itu kedamaian di dunia yang penuh bahaya ini? Biarpun negara-negara dan desa-desa Shinobi tidak berperang, tetap saja bencana seperti Otsutsuki di masa depan akan datang dan mengganggu tidur nyenyak mereka. X(
Nakamura hanya mendengarkan di antara kerumunan, dimana saat ini setiap Shinobi berkumpul mewakili klan mereka masing-masing.
"Baiklah, kita akan segera berangkat."
"Kalian semua dengarkan baik-baik instruksiku!"
"Sedangkan selama di perjalanan setiap klan akan diawasi oleh masing-masing kepala klan atau perwakilan mereka."
"Sementara tempat yang kita tuju adalah perbatasan Tanah Api dan Tanah Sungai."
"Lalu ayo pergi!"
Kata seorang pria dengan rambut bak landak bulu berduri, dia adalah Jiraiya yang memegang printah pada keseluruhan unit Shinobi. Sementara di sampingnya terlihat Orochimaru seperti ular berkulit putih dengan tatapan yang tajam.
Beberapa waktu kemudian, melalui instruksi Jiraiya, para Shinobi bergegas keluar dari gerbang Konoha dan meninggalkan desa menuju ke arah barat daya.
Pada perang kali ini tentunya akan melibatkan Konohagakure dan Sunagakure, sementara tiga desa Shinobi besar lainnya bisa saja datang dan ikut campur.
Namun akan sulit bagi mereka untuk melakukan serangan diam-diam selama perbatasan Negara Api dijaga ketat oleh beberapa Shinobi elite.
Entah siapa yang akan tahu, apakah mereka juga akan melakukan serangan dalam waktu dekat atau tidak?
Yang jelas desa Shinobi besar lainnya tidak akan gegabah. Selain Konoha yang bertikai dengan empat desa lainnya, Iwagakure, Kumogakure, Sunagakure serta Kirigakure sebenarnya juga saling bertikai satu sama lain.
Itulah mengapa mereka harus memikirkan rencana sebaik mungkin, agara tidak menimbulkan kesempatan bagi desa Shinobi lainnya.
Apalagi Iwagakure dan Kumogakure yang hampir mencapai titik buntu di garis terdepan mereka. Kemungkinan bentrok mereka dalam sekala yang besar pasti akan terjadi dalam waktu dekat.
...
Shinobi-shinobi Konoha telah pergi sangat jauh melewati hutan-hutan di wilayah Tanah Api. Di bawah instruksi Jiraiya, mereka hanya istirahat beberapa waktu di tengah jalan, kemudian kembali bepergian setelah stamina para Shinobi kembali membaik.
Hingga membutuhkan lebih dari satu hari untuk sampai di perbatasan Tanah Api yang berdekatan dengan Tanah Sungai.
Ketika semuanya telah sampai ditujuan, masing-masing mendirikan tenda perkemahan dan beristirahat di malam hari.
Selain itu beberapa akan berjaga secara bergantian di tengah malam.
Pada saat ini, Nakamura berada di sekitar perkemahan yang di dirikan oleh sekelompok Shinobi klan Senju.
Tapi beberapa klan memilih tinggal bersama di beberapa bagian dan hanya dihuni oleh anggota klan tersebut.
"Permisi tuan."
"Anda pasti Senju Nakamura yang menjadi perwakilan klan Senju?"
Kata seseorang yang tiba-tiba berkata di samping Nakamura. Dia hanya menoleh dan melihat seorang pemuda yang kira-kira seumuran dengannya.
Lalu Nakamura menjawab dengan anggukan singkat.
"Saya diperintahkan memanggil anda agar segera menuju kamp utama bersama perwakilan dari klan-klan lainnya."
Lanjut pemuda tersebut dengan nadanya yang sopan.
"Ya baiklah, ayo pergi bersama."
Balas Nakamura tidak kalah ramahnya dengan pihak lain. Sambil berjalan mereka juga mengobrol beberapa kata membahas situasi terkini.
"Ah sebelumnya nama saya Yamanaka Uriko."
"Ini sebenarnya saya sedikit terkejut bahwa yang menjadi perwakilan dari Senju adalah pria muda yang seumuran denganku."
Mendengar perkataan Yamanaka Uriko dia hanya bisa sedikit menunjukkan tawa ringan.
"Bukan sesuatu yang dapat dibanggakan."
"Jika dibandingkan dengan klan Yamanaka, klan kami tertinggal jauh."
"Selain itu Shinobi klan Senju tidak sebanyak dan sehebat klan lainnya."
Melalui perkataan Nakamura, Yamanaka Uriko hanya bisa tersenyum dengan raut wajah yang bersalah. Dia kemudian segera membalas dengan mengatakan beberapa pujian mengenai kehebatan Senju di masa lalu, walaupun dia tahu Senju yang sekarang menurun drastis. Tapi dia tidak pernah berniat merendahkan orang lain.
Nakamura pikir bahwa Yamanaka Uriko ini adalah orang dengan pikiran yang luas dan pandai mengatur situasi. Sangat jarang menemukan pemuda yang memiliki pandangan baik tentang masa lalu. Seperti yang diharapkan dari klan Yamanaka.
Beberapa saat kemudian, kedua orang itu sampai di tempat tujuan yaitu kamp utama dari basis Shinobi Konoha.
Bersamaan dengan tibanya Nakamura, beberapa perwakilan atau kepala keluarga juga sampai tepat waktu. Selain itu Yamanaka Uriko hanya dapat mengantar sampai depan pintu kemudian segera berbalik melakukan tugas penjagaannya.
Di dalam tenda yang cukup luas, beberapa Shinobi terkenal berkumpul disana, seperti Jiraiya, Orochimaru, Nara Shikaku, Yamanaka Inoichi, Hyuga Hizashi, Uchiha Fugaku dan masih banyak lainnya.
"Baik sepertinya semua orang telah terkumpul."
Kata Nara Shikaku dengan cermat mengamati setiap orang yang berada disana. Kemudian tatapannya sedikit terhenti ketika melihat Senju Nakamura.
Biar bagaimanapun dia adalah orang yang relatif paling muda di antara kebanyakan perwakilan klan.
Termasuk Orochimaru yang menunjukkan minatnya secara diam-diam. Sayangnya dia tidak bisa bersembunyi dari perhatian Nakamura, mereka saling tatap untuk beberapa waktu sebelum kembali fokus ke pembicaraan.
"Menurut informasi dari mata-mata yang baru saja kembali. Sunagakure sepertinya telah siap dan menunggu kita melakukan serangan secara langsung."
"Mereka tidak memutuskan bergerak terlebih dahulu, kemungkinan karena mereka sedikit keberatan meninggalkan padang pasir."
"Selain itu Shinobi Sunagakure sepenuhnya memobilisasi wilayah Tanah Sungai. Dengan kemampuan mereka, negara ini hanya bisa menyerah dan membiarkan Suna menginfasi tanah mereka."
"Yang bermasalah adalah Daimyo Tanah Sungai diam-diam telah mengirim permintaan bantuan kepada Konoha."
Shikaku berkata dengan serius, menjelaskan detail demi detail. Sementara yang lain lebih mendengar dan memikirkan skema terburuk yang akan mereka hadapi.