
Begitu saatnya tiba, dua Shinobi berdiri dengan jarak sepuluh meter yang memisahkan mereka.
Pengawas mengambil alih di tengah-tengah, mengatakan beberapa aturan kemudian perlahan menyingkir dari arena.
"Mulai!"
Begitu kata-kata pengawas jatuh, Nakamura mendorong kakinya dan melangkah maju dengan kecepatan luar biasa.
Lawannya yang tidak lain berasal dari klan Sarutobi memandang dengan kerutan di wajahnya.
Berpikir ini tidak akan mudah Sarutobi Yorichi segera meraih selusin kunai dan melemparkanya kedepan.
Sejumlah benda tajam terbang ke arah Nakamura.
Tentu saja dia tidak diam, tangannya meraih sesuatu kemudian melemparkan sejumlah kunai kedepan.
Dentingan logam yang berbenturan terdengar di sekitar studio, sedikit memekakkan telinga.
Beberapa kunai berhasil ditahan dengan lemparan Nakamura, namun beberapa masih menerobos karena jumlahnya sedikit lebih banyak.
Menghunus katana di pinggangnya, Nakamura menebas beberapa kunai yang mendekat seraya berlari.
Awalnya dia bisa saja menggunakan Ninjutsu sejak awal, tapi Nakamura mengurungkan niatnya. Alangkah baiknya jika dia tidak memperlihatkan terlalu banyak kemampuannya.
Terlalu dini untuk memancing perhatian para petinggi Konoha. Setidaknya dia dapat berpura-pura seperti Shinobi pada umumnya.
Ketika pertarungan berlanjut keduanya telah menutup jarak, menggunakan pedang mendebas satu sama lain.
Namun yang terdengar hanya benturan logam saja.
Sampai dalam keadaan buntu, Nakamura memukul lawannya dengan tendangan kaki kiri.
Sarutobi Yorichi tidak memiliki pilihan lain, hanya bisa bergerak mundur dan menahan tendangan Nakamura.
"Elemen Api: Teknik Bola Api!"
Setelah mundur beberapa langkah, Yorichi membentuk segel tangan kemudian memuntahkan bola api setinggi dua meter.
Bola api tersebut terbang ke arah Nakamura.
Udara yang semulanya sejuk berubah menampilkan hawa panas.
Tidak membiarkan bola api menghanguskannya, Nakamura juga sedikit mundur beberapa langkah.
Membentuk seutas segel tangan. Tidak seperti biasanya, Nakamura berpikir lebih baik melakukan Ninjutsu seperti kebanyakan Shinobi.
"Elemen Air: Dinding Formasi Air!"
Nakamura kemudian menyemburkan sejumlah air dan menciptakan dinding pertahanan air setinggi lima meter.
Bola api yang semakin mendekat tidak dapat di kontrol sehingga bola api seukuran dua meter bertabrakan dengan dinding air.
Suara berdesis keluar ketika elemen api dan air bertabrakan, hasilnya menciptakan asap yang memenuhi arena pertarungan.
Ini lebih mirip seperti teknik Shinobi Kirigakure. Kabut tebal menyelimuti arena dan juga menghalangi pandangan pandangan mereka.
Sarutobi Yorichi menampilkan senyum arogannya dengan penuh kemenangan. Berhubung dia merupakan Shinobi tipe sensor, sangat mudah baginya untuk menentukan posisi lawan. Bahkan di dalam kabut tebal sekalipun.
Dan ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengakhiri pertatungan. Segera setelah peresepsinya difokuskan, Yorichi menemukan Nakamura yang tengah berdiri di tengah-tengah kabut asap.
Sementara penonton yang tidak memiliki kecakapan indra yang tinggi merasa sedikit kesulitan melihat pertarungan berlangsung di dalam kepulan asap tebal.
Sarutobi Yorichi kembali melemparkan kunai menuju kepulan asap.
Sementara Nakamura cukup waspada terhadap sekitarnya. Dia tidak bisa menunjukkan langkah secara sembarangan, paling tidak dia memikirkan sedikit rencana antisipasi.
Perasaan ngeri sedikit menjulur dari sisinya. Yang kemudian sebuah kunai melesat dari sana.
Ding!
Suara benturan logam terdengar di antara kepulan asap.
Memanfaatkan keterbatasan pandangan Nakamura, Yorichi melangkah maju dan menyerang Nakamura secara langsung.
Kemudian menyergap Nakamura dari tiga sisi menggunakan teknik klon bayangan. Menggunakan teknik sergapan dan pengecoh di dalam kabut cukup efektif.
Nakamura dengan panik membela diri, namun pukulan beruntun dari tiga sisi menghantam tubuhnya dengan keras.
Dia terjatuh memuntahkan seteguk darah. Sarutobi Yorichi tersenyum dengan kemenangan mutlaknya.
Kabut secara bertahap diusir menggunakan teknik elemen angin. Memperlihatkan suasana pertarungan.
"Kau terlalu cepat menyimpulkan."
Sosok Nakamura yang berdiri dengan kunai terdengar di balik Yorichi, sedikit lagi kunai menggores lehernya.
Sementara Sarutobi Yorichi terbelalak dengan kejutan.
"Bagiamana?"
Melihat ke bawah pada tubuh yang seharusnya tak sadarkan diri, tiba-tiba hal yang sedikit mengejutkan terjadi.
Pooff!
Nakamura yang tergeletak di tanah meledak menjadi sekepulan asap putih.
"Sayang sekali itu adalah bunshin."
Kata Nakamura menyadarkan setiap orang di studio termasuk Yorichi.
Sedari awal Nakamura menganggap pertarungan ini sebagai permainan peta umpat. Tindak menunjukkan keahliannya lebih dari itu.
Biarpun asap menghalangi penglihatannya, namun jangan lupa Nakamura sebenarnya memiliki garis darah senju murni, dimana dia cendrung menyatu dengan alam dan menjadikannya Shinobi tipe sensor secara alami.
Memanfaatkan sedikit pengalaman bertarung, menghadapi Shinobi seperti Sarutobi Yorichi yang arogan dan gegabah bisa dikatan sangat mudah. Tidak perlu usaha yang berlebihan untuk mengatasi orang sepertinya.
"Tidak menyangka Shinobi klanku dikalahkan begitu mudah."
Sarutobi Hiruzen bergumam pada dirinya sendiri, memandang Senju Nakamura dengan sedikit minat.
Dengan pengalaman Hiruzen yang melimpah, dia bisa mengatakan dengan jelas pertarungan sebelumnya sangat bagus.
Selain kekuatan, Shinobi juga membutuhkan otak yang cerdas. Sehingga memungkinkan mereka menggunakan berbagai strategi efektif, baik dalam keadaan terdesak sekalipun.
Lebih dari itu, meremehkan lawan yang tidak dikenal dengan baik dapat berakibat cukup fatal. Jika sebelumnya adalah pertarungan sebenarnya di medan perang, maka sudah dipastikan Sarutobi Yorichi akan mati.
"Pemenangnya adalah Nakamura!"
"Silahakan kembali!"
Pengawas mengumumkan hasil pertarungan, lalu memanggil peserta berikutnya setelah membersihkan arena dari sisa-sisa pertarungan.
Nakamura berjalan kembali ke barisan tempat Tenji dan Amaki berada.
"Selamat Nakamura-san."
"Tadi adalah pertarungan yang hebat!
"Seperti yang diharapkan dari temanku."
Ucap Tenji dan Amaki, mengucapkan selamat dan juga merasa senang dengan kemenangan teman mereka.
Selain itu ini adalah dorongan bagi mereka agar tidak merasa kalah. Untuk meningkatkan stabilitas klan, mereka harus menunjukkan yang terbaik.
Nakamura kembali ketempatnya dan menonton pertarungan yang sedang berlanjut.
Kali ini yang bertarung adalah Shinobi dari klan Hyuga dan Uchiha. Dua klan hebat yang memiliki gengsi yang tinggi.
Sejauh ini mereka selalu bersaing memperebutkan posisi klan terkuat.
Dan kebetulan sekali saat ini dua Shinobi yang datang dari masing-masing klan tersebut sedang bertarung.
Entah siapa yang akan menang, jelasnya akan menentukan siapa yang kompeten antara kedua Shinobi.
Ini hanya sedikit menarik, memberi hiburan dan penonton dengan senang hati memasang taruhan.
Uchiha dan Hyuga memiliki kemampuan yang hebat, setiap anggota mereka mewarisi Doujutsu secara turun temurun.
Dikenal dengan pengguna salah satu dari tiga Doujutsu terkuat.
Dan ini adalah sedikit alasan mengapa setiap generasi dari kedua klan selalu memiliki rasa rivalitas.
Uchiha mengatakan Doujutsu merekalah yang terkuat, sementara Hyuga menolak dan membantahnya.
Tapi ini hanya persaingan biasa yang ditunjukkan antara generasi muda yang penuh semangat rivalitas.
Sementara para orang tua hanya menyaksikan dan mendukung di balik layar. Mereka tidak akan repot-repot terlibat dalam hal kekanak-kanakan itu secara langsung.
Tentu saja mereka tidak ingin mendengar opini-opini publik yang memiliki pandangan buruk terhadap mereka.
Kemudian terciptalah rasa persaingan antar klan demi menunjukkan kehebatan dan kehormatan mereka.
Sehingga secara kebetulan medukung generasi muda untuk melakukan yang terbaik bagi klan masing-masing.
Memanfatkan generasi muda yang energik.
...
(Aku masih ragu dengan kata-kataku.*_*)