
Di sore hari.
Ujian tahap pertama telah berakhir dan yang lolos hanya dua puluh orang dari lima puluhan orang.
Sementara ujian tahap kedua akan diadakan besok, sekaligus final dan yang bertahan akan mendapat promosi Jounin.
Nakamura terlebih dahulu kembali ke klan berniat untuk istirahat.
Di tengah jalan, sesuatu menarik perhatiannya.
[Mengalahkan seorang Shinobi dalam duel!]
[Anda berhak mendapat hadiah berikut!]
[Kemahiran Kenjutsu : Memberikan pengguna mencapai keahlian khusus dalam teknik berpedang yang dikuasai, dan memberikan pemahaman Kenjutsu yang tinggi!]
Mengangkat sudut mulutnya, Nakamura menikmati aliran pengalaman membanjiri pikirannya.
Dengan begini fungsi pedangnya sedikit meningkat dari pada hanya tersangkut di pinggangnya.
Nakamura lanjut berjalan dengan perasaan bahagia. Berhubung hari sudah sore, Nakamura mampir di beberapa toko untuk membeli bahan makanan.
.
Di malam hari.
Cahaya bulan menerangi halaman belakang rumah Nakamura.
Saat ini dia tengah duduk memandangi sebuah gulungan di teras belakang rumah.
Beberapa waktu lalu, seseorang bertopeng datang memberikan Nakamura sebuah gulungan, yang katanya dari tuan Hokage.
Tapi kenyataannya tidak begitu, gulungan itu berisi undangan khusus dari Anbu... Lebih tepatnya Root.
Tidak ada tanda tangan Hokage melainkan yang terlampir disana adalah stempel wakil Hokage.
Dan di Konoha tidak banyak yang tahu siapa wakil Hokage tersebut, kecuali beberapa Shinobi yang memerintah di bawah Hokage.
Mengecualikan Nakamura yang memiliki ingatan lain, dia jelas-jelas mengetahui Danzo sebagai bayang-bayang Sarutobi Hiruzen.
Setelah kematian Hatake Sakumo orang ini benar-benar memanfaatkan situasi dan meyakinkan Hiruzen agar memberikannya posisi itu.
Tapi Nakamura tidak memikirkannya dan membakar gulungan tersebut dengan senang hati.
Bergabung dengan Anbu ataupun Root hanya akan merenggut kebebasannya.
Berpikir tentang Hatake Sakumo, cukup disayangkan. Seandainya dia masih hidup, Nakamura sedikit tertarik menjadikannya master.
Segera dia beranjak dari tempat duduknya.
Mengambil pedang kemudian menguji seberapa tinggi kemahiran yang dia miliki.
Begitu tangannya menyentuh pedang itu, ribuan pengalaman mengayunkan pedang terlintas begitu saja. Seolah pedang tersebut menyatu dengan tubuh Nakamura.
Selain itu teknik berpedang sangat cocok di padukan dengan Senjutsu. Membangunkan Mode Sennin dapat meningkatkan beberapa aspek kekuatannya.
Selain itu Nakamura memiliki intensitas Chakra yang tinggi sehingga memungkinkannya menggunakan pedang Chakra dalam waktu yang lama. Senjutsu juga dapat memperkuat Chakranya sehingga bilah Chakra pada pedang memiliki keunikan tersendiri.
Lebih dari itu, dengan penguasaan Senjutsu, Nakamura memiliki banyak ide kreatifitas. Di masa depan dia akan melakukan eksperimen dan berharap dapat menciptakan tekniknya sendiri.
Kemudian Nakamura kembali setelah merasa latihan malam ini sudah cukup dan bergegas tidur.
...
Ke esokan hari.
Beberapa jam sebelum ujian tahap kedua di mulai.
Nakamura berjalan-jalan di sepanjang jalanan Konoha. Dia tidak memiliki sesuatu yang dikerjakan.
Melewati toko ramen, Nakamura mampir sebentar. Berpikir sudah lama semenjak terakhir kali dia memakan ramen.
Sayang sekali ramen ichiraku masih belum dibuka, tetapi mukin tidak akan lama lagi.
Nakamura akan menantikan itu dan tak sabar ingin merasakan ramen legendaris pak Teuchi.
Pada saat ini, Nakamura mengambil kursi duduk di meja paling ujung.
Mengedarkan pandangannya, matanya tertuju pada sesuatu yang tidak terduga. Dua orang tengah duduk di meja yang sama, beberapa meter darinya.
Rambut pirang dan rambut merah?
Nakamura berpikir, 'Itu jelas Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina... Tak menyangka akan melihat mereka disini.'
Selain itu tidak heran beberapa Anbu bersembunyi dibeberapa sudut. Pastinya untuk mengawasi Jinchuriki Kyuubi.
Nakamura yang semulanya sensor alami dapat merasakan mereka jauh sebelum memasuki toko ramen...
Sebaiknya tidak menunjukkan hal yang gegabah. Tentunya sedikit interaksi dengan Kushina bisa saja sampai pada telinga Sarutobi Hiruzen secepat kilat.
Dan dia tidak ingin terlibat masalah untuk saat ini sampai tiba saat dimana dia mampu menggetarkan orang hanya dengan mendengar namanya.
Pelayan kemudian datang dengan membawa semangkuk ramen. Nakamura mengalihkan perhatiannya lalu memakan ramen dengan tenang.
.
Ketika para pengunjung toko menikmati memakan ramen mereka.
Tiba-tiba suara dan getaran yang keras mengejutkan mereka.
Beberapa orang berjalan keluar memeriksa situasi termasuk Nakamura yang merasa ada yang tidak beres.
"Ini? Kenapa ada pertarungan di tengah desa?"
Seseorang berkata sedikit cemas dan gugup, dia hanya warga sipil biasa, jadi wajar.
Beberapa puluh meter, tiga orang tampak mengepung seorang pria.
"Mereka adalah anggota departemen keamanan dari klan Uchiha."
"Mungkinkah sedang menangkap penyusup?"
Nakamura melihat dari kejauhan, tampak beberapa orang mengenakan seragam yang tidak asing lagi, mereka adalah anggota departemen keamanan klan Uchiha.
Dan seseorang yang mereka kepung sedikit mencurigakan, sudah pasti ini penyusup. Mengingat situasi desa Shinobi yang agak tegang, sudah wajar setiap desa memiliki penyusup.
Karena ini adalah bagian dari pekerjaan departemen kepolisian, Nakamura tidak akan ikut campur kecuali dalam keadaan mendesak.
Selain dia, Namikaze Minato dan Uzumaki Kushina juga berdiri beberapa meter darinya.
.
"Berhenti bergerak!"
"Tidak ada tempat bagimu melarikan diri."
Uchiha Fugaku berkata dengan dingin, menatap penyusup seakan bersiap menerkam mangsa seperti binatang buas.
Sementara penyusup ini merasa tertekan. Dia tidak mempunyai pilihan lain, menggunakan metode melarikan diri pada umumnya.
Pooft!
Melemparkan bom asap yang segera meledak dan membanjiri sekitarnya dengan kepulan asap tebal.
Tapi semuanya dilakukan dengan sia-sia, di hadapan Uchiha menggunakan bom asap tidak akan berguna kecuali itu adalah teknik kabut tersembunyi dari Kirigakure.
"???"
Penyusup berniat kabur, tetapi benang kawat menjeratnya dari beberapa arah, menahan pergerakannya secepat itu.
Uchiha Fugaku dan anak buahnya menyandra penyusup tersebut di atas tanah.
"Katakan, siapa yang mengirimmu!"
Figaku berkata, mencengkram leher si penyusup.
"Keke... Apa kau pikir begitu mudah mendapatkan informasi dariku."
Kata-kata penyusup tersebut sangat menyebalkan, membuat Fugaku semakin menguatkan cengkramannya.
Tapi ini, segera penyususp berubah menjadi lumpur di tangan Fugaku. Membuatnya sedikit terkejut.
"Itu?... Teknik klon tanah!"
"Kemungkinan dia adalah penyusup dari Iwagakure."
Menganggukkan kepalanya lalu memerintahkan anggota yang lain untuk bergerak mengejar penyusup tersebut.
.
Di sisi lain, pria berambut pirang tiba-tiba bergerak secepat kilat.
Seperti yang diduga oleh Nakamura, tidak mungkin orang ini diam saja melihat Shinobi musuh kabur di hadapannya.
Mengingat dia adalah mimpi buruk bagi Shinobi Iwagakure di masa perang Shinobi ke tiga yang baru-baru ini berlangsung.
Sementara Nakamura kembali melanjutkan memakan ramennya.
"Hei!"
"Kenapa kamu tidak membantu? Bukankah kau ini Shinobi Konoha!?"
Seorang perempuan menghentikan langkah Nakamura dengan suaranya.
Uzumaki Kushina memandang Nakamura dengan tatapan aneh dan bertanya-tanya.
"Bukankah orang tadi yang bersama denganmu sedang melakukannya?"
"Selain itu aku lapar dan tidak memiliki banyak tenaga untuk bertarung."
Cetus Nakamura kemudian kembali berjalan memasuki kedai ramen.
Uzumaki Kushina sedikit berkedut, dia merasa Nakamura sedikit menyebalkan. Setelah dia membayar tagihan, Uzumaki Kushina segera menyusul Namikaze Minato.
Sebelumnya beberapa pembeli telah bubar karena ledakan yang tiba-tiba terjadi, menyisakan beberapa pelanggan yang sedikit ketakutan dan bergegas membayar kemudian pergi.