
Beberapa hari setelahnya.
Nakamura bangun satu jam sebelum matahari terbit.
Mencuci muka, kemudian memulai sesi latihan hariannya setelah sedikit persiapan.
Melatih kebugaran fisik dan meningkatkan kontrol Chakra sampai ke titik dimana dia terkapar di atas tanah.
Pada saat yang sama matahari telah terbit, tidak itu harusnya telah lama terbit, hanya saja Nakamura baru menyadarinya ketika Matahari tepat di atas kepala.
Diiringi dengan suara pemberitahuan yang memancing perhatian Nakamura.
[Garis Darah Senju | Kemurnian 100%]
[Catatan: Kondisi evolusi tetpenuhi!]
[Menunggu perintah evolusi!]
"Lanjutkan setelah rasa lelahku hilang."
Kelelahan fisik dan mental akhirnya terbayarkan setelah usaha kerasnya.
Nakamura menarik nafas dalam-dalam dan mencoba menenangkan diri. Dia beristirahat sejenak memulihkan diri dan membersihkan keringat menggunakan kain lap.
Baru setelah beberapa saat rasa lelah memudar hilang digantikan dengan rasa nyaman dan Nakamura kembali dalam keadaan semula.
Tapi Nakamura secara tiba-tiba mengalami situasi aneh.
Seluruh tubuhnya tanpa sadar hilang kendali seolah-olah telah mati.
Namun Nakamura yakin nyawanya masih tertinggal di dalam tubuh. Bahkan hanya sekedar membuka mata dia tak mampu, seluruh tubuhnya kehilangan kontrol begitu saja.
'Ini?...'
Secara bertahap kesadarannya mulai pudar dan sepenuhnya pingsan.
.
Kesadaran Nakamura mengambang di ruang kegelapan. Tak lama kemudian itu di tarik kembali.
[Evolusi Garis Darah Senju selesai!]
Sontak peringatan dari sistem membangunkan Nakamura dari alam bawah sadarnya.
Perlu beberapa waktu baginya untuk membiasakan diri. Kali ini tubuhnya terasa berbeda dari biasanya.
Penuh dengan fitalitas, energi dalam tubuhnya mengalir seperti lautan. Bahkan semangatnya lebih membara dari sebelumnya.
Apakah ini kondisi setelah evolusi garis keturunan Senju?
Nakamura kemudian berdiri seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
Tangannya terkepal erat serta sorot matanya lebih bertekad. Nakamura menampilkan sedikit menyeringai, entah mungkin karena bahagia.
Seperti api di beri kayu bakar. Sistem kembali bergema.
[Menyelesaikan evolusi pertama!]
[Kembangkan garis darah dari berbagai klan, memilih tahap evolusi selanjutnya!]
[Garis Darah Klan Uzumaki.]
[Garis Darah Klan Uchiha.]
[Garis Darah Klan Hyuga.]
[Garis Darah Klan Sarutobi.]
...
Sidikit kejutan muncul di mata Nakamura. Sebenarnya mengetahui keberadaan sistem saja membuatnya terkejut, ditambah berbagai kejutan lainnya datang tanpa dia duga.
Nakamura berpikir, 'Dan ini bukan sesuatu seperti kebetulan, sistem sebenarnya dirancang untuk mewarisi garis keturunan dari berbagai klan.'
Berpikir tentang itu Nakamura memiliki kesimpulan bahwa dirinya adalah sebuah wadah yang dirancang untuk menampung berbagai garis keturunan yang berbeda.
Tapi dia sedikit khawatir apakah ada efek samping dari melakukan ini? Seharusnya tidak karena itu semua kemungkinan dikendalikan oleh sistem.
Jujur saja Nakamura khawatir dengan berbagai hal yang mungkin saja bisa terjadi, tapi dia segera menepis kekhawatirannya dan kembali melihat kolom pilihan yang tertera.
Ada banyak pilihan di panel sistem, itu tidak terputus-putus ketika Nakamura melihat mereka satu per satu.
Menurutnya ada berbagai klan yang tak dikenal dan beberapa yang dia ketahui secara alami.
Dan ini adalah kekurangannya, tidak ada penjelasan mengenai kelebihan dari klan tersebut.
Hanya berdasar pada apa yang dia ketahui.
Klan Uzumaki, apakah dia harus memilih ini. Pada dasarnya klan Uzumaki sangat hebat, memiliki kekuatan fisik yang kuat dan Chakra yang besar. Di samping itu Uzumaki memiliki keahlian dalam teknik penyegelan.
Tapi Senju sepertinya memiliki kemiripan yang sama dengan Uzumaki.
Jadi Nakamura menjadikan Uzumaki sebagai pilihan kedua atau ketiga.
Klan ini jelas-jelas memiliki kemampuan khusus yang lebih terperinci dari apa yang Nakamura ketahui tentang yang lainnya.
Jika dia dapat mengembangkan Sharingan setidaknya itu cukup untuk menggetarkan seluruh dunia Shinobi.
"Yap, warisan Uchiha adalah pilihan yang terbaik."
Sistem kemudian memferifikasi pilihan Nakamura.
[Garis Darah Uchiha | Kemurnian 5%]
[Catanan: Mencapai 100% untuk kondisi evolusi!]
Sama dengan garis darah Senju, itu juga membutuhkan waktu dan usaha yang keras untuk mencapai poin maksimal.
Dan Nakamura perlu memulai dari awal lagi, tapi tetap saja manfaatnya cukup untuk membayar usaha dan jerih payahnya.
Setelah lima belas hari.
Nakamura berjalan di sekitar perumahan klan Senju.
Seperti biasa, dia mengenakan kaos hitam dilapisi kimono hijau tua, pelindung dahi yang terikat di kepalanya dan celana hitam serta alas kaki Shinobi.
Sesuatu seperti katana terselip di sisi pinggangnya. Menampilkan kesan yang cukup khas.
Tak lama kemudian Nakamura tiba di hutan belakang klan Senju.
Selain dirinya seseorang telah datang terlebih dahulu. Tenji yang duduk di atas batang kayu datang dan menyapa Nakamura.
"Yo~ Nakamura-san."
Tenji adalah teman masa kecil Nakamura dan hutan belakang klan merupakan tempat biasa yang mereka gunakan untuk berlatih bersama.
Jadi Nakamura telah terbiasa ketika tiba-tiba menemukan Tenji berada disana.
"Kamu benar-benar mendahuluiku."
Kata Nakamura memandang Tenji dengan senyum ramah seorang teman.
"Itu hanya sedikit lebih cepat."
"Nah, bagimana jika kita berlatih bersama. Sudah lama semenjak terakhir kali."
Tenji sebenarnya cukup baik dan dia tidak lama ini direkomendasikan oleh tetua klan untuk mengikuti promosi kenaikan pangkat minggu depan.
Berbeda dengan Nakamura yang jarang beraktifitas dan yang mengetahui kemampuannya di klan bahkan lebih sedikit, mungkin hanya Tenji.
Pada saat yang sama Nakamura menerima tawaran Tenji sepenuh hati.
Mereka berdua mengambil posisi di sekitar tanah lapang, cukup luas untuk latihan pertarungan biasa.
Setelah bersiap, masing-masing bergerak cukup lincah yang hanya meninggalkan bayangan hitam di tempat asal mereka.
Ding!
Dentangan besi bergema ketika keduanya mengayunkan senjata menebas satu sama lain.
Nakamura telah menutup jarak kemudian mengambil tindakan selanjutnya dengan melancarkan tendangan ke tubuh Tenji.
Gerakannya cepat, tetapi Tenji berhasil menahannya tepat waktu menyebabkannya terdorong sepuluh meter ke belakang.
Keterkejutan muncul diraut wajahnya, tendangan Nakamura baru saja menekannya, begitu cepat dan sangat kuat.
Untungnya sarung pedangnya membantu melapisi lengannya. Jika tidak, kemungkinan tulangnya paling banya sampai patah.
Fisik seorang Shinobi beberapa kali lebih kuat dan tangguh dari pada orang biasa, itu sebabnya pukulan atau benturan keras tidak akan terlalu melukainya kecuali dilakukan secara terus menerus.
Jarak antara Nakamura dan Tenji melebar begitu cepat.
Tenji dengan jelas menebak gerakan Nakamura selanjutnya dan bersiap kemungkinan yang terjadi. 'Mungkinkah selanjutnya Ninjutsu?'
"Elemen Air: Peluru Naga Air!"
Seperti yang diduga Tenji, kali ini Nakamura memilih menggunakan Ninjutsu setelah jarak mereka terbuka lebar.
Namun yang tidak diduga oleh Tenji adalah Ninjutsu itu terlalu cepat. Bukankah ini membutuhkan empat puluh empat segel tangan... dan ukurannya?
Tenji tidak habis berpikir, melihat Nakamura meluncurkan Ninjutsu dalam waktu singkat hanya dengan satu segel tangan.
Ukurannya bahkan tidak seperti ninjutsu tingkat B pada umumnya.
Kemudian Nakamura menyemburkan naga air lalu melesat menuju Tenji seperti proyektil.
"Elemen Tanah: Dinding Bergaya Bumi!"
Mengerahkan kemampuannya, Tenji bergumam dan menggunakan Ninjutsu untuk menciptakan tembok setinggi lima kaki.
Berbeda dengan Nakamura, dia sebenarnya membutuhkan beberapa detik untuk menciptakan satu Ninjutsu.
Kemahirannya tidak seperti itu yang dapat menyingkat segel menajadi segel tunggal. Sejauh ini cukup sedikit orang yang dapat melakukannya, dan Tenji tidak menyangka keahlian temannya satu ini begitu hebat.