Naruto: The Great Senju!

Naruto: The Great Senju!
Chapter 3


Kemudian naga air terbentur dengan dinding tanah, menciptakan benturan keras dan kerusakan besar pada dinding tersebut.


Mengetahui Ninjutsunya tidak terlalu kuat menahan teknik Nakamura, Tenji segera meninggalkan daerah sekitarnya dengan teknik kedipan tubuh.


"Tunggu Nakamura-san!"


"Aku menyerah!"


Mendengar ucapan Tenji, Nakamura kemudian berhenti.


"Ada apa Tenji?"


Dengan polosnya bertanya, dia sungguh tak mengerti.


Tenji berjalan mendekat dan tersenyum kaku.


"Apa kamu pikir aku mampu melawanmu setelah pukulan dan ninjutsumu begitu hebat."


Perkataan itu mencerahkan Nakamura, dia sadar sepertinya kemampuan yang dia tunjukkan sedikit berlebihan.


Dia hanya bisa tertawa dan meminta maaf pada Tenji.


"Bagaimanapun kamu selama ini bertambah kuat, kau bahkan melebihiku Nakamura-san."


Biarpun Tenji disebut cukup jenius oleh orang-orang di klan Senju, tetapi pada dasarnya itu adalah Senju yang terpuruk.


Dimata orang lain mereka dari klan Senju saat ini tidak ada bedanya dengan klan biasa. Kecuali Tsunade.


"Dan juga kamu menyembunyikan kemampuanmu... Mengapa?"


Tenji tak berhentinya bertanya, dia sedikit tidak puas dengan teman sekaligus sahabatnya ini.


Nakamura menghela nafas sambil tersenyum.


"Maafkan aku Tenji, hanya saja kita jarang bertukar tinju karena kesibukan masing-masing."


"Lagi pula aku juga berlatih cukup keras akhir-akhir ini."


"Mengenai mengapa aku menyembunyikannya... Aku hanya berpikir belum waktunya untuk menonjol."


Mendengar jawaban Nakamura, Tenji hanya bisa menyeringai malu.


Diingat-ingat kembali sepanjang tahun ini dia hanya menghabiskan waktu untuk melakukan misi, jadi wajar dia tidak mengetahui apapun bahkan dari teman masa kecilnya.


Tenji tidak bertanya lebih jauh lagi, dia hanya mengucapkan selamat pada Nakamura.


Lalu meminta sedikit bimbingan dari Nakamura terkait pelatihan Ninjutsu.


Sampai sore hari ketika matahari hampir tenggelam.


"Oh! aku akan menyampaikan pada tetua klan, kemampuanmu harusnya lebih dari cukup untuk medapatkan promosi Jounin."


Tenji berseru seraya berlari dan pergi meninggalakan hutan.


Nakamura mencoba menghentikannya melakukan itu, tetapi dia berpikir dua kali kemudian membiarkannya tetap pergi.


Apa gunanya menjadi Chunin jika kemampuannya terekspos melebihi pangkat tersebut. Yah begitu.


Meninggalkan Nakamura sendiri di hutan.


Dan dia akan menggunakan waktu ini untuk sedikit mencoba keterampilan baru.


Setelah evolusi garis darah senju selesai, apa yang dipikirkan Nakamura akhirnya terwujud.


"Pelepasan Kayu: Tusukan Paku Kayu!"


Seketika tangan kiri Nakamura yang menjulur ke depan mengeluarkan batang kayu berujung tajam kemudian melesat semakin panjang.


Batang kayu runcing menghantam sebuah pohon, menyebabkan kerusakan parah ketika pohon ditembus hingga tumbang.


Kayu yang menutupi lengan Nakamura berhenti menjalar hingga dengan sendirinya terlepas, batang kayu ini hampir seperti ular milik Orochimaru.


Jika tidak salah Orochimaru memiliki teknik yang serupa, dimana banyak ular keluar dari lengan bajunya mirip seperti teknik yang digunakan Nakamura.


Sejauh ini dia berkembang dengan pesat, pada mulanya Nakamura memiliki Mokuton namun baru dapat menggunakannya dengan sempurna setelah evolusi garis darah Senju tercapai.


Di klan hanya dia sendiri yang memiliki pencapaian seperti ini dan dapat menggunakan teknik legendaris Hokage pertama.


Berpikir tentang evolusi garis darah, Nakamura tidak sabar dengan perkembangan garis darah klan Uchiha.


Menunggu cukup waktu, dia mungkin dapat menggunakan Sharingan nanti.


Setidaknya itu membutuhkan poin kemurnian mencapai 20% untuk membangkitkan satu tomoe Sharingan.


[Garis Darah Uchiha | Kemurnian 8%]


Menatap layar di depan matanya, Nakamura menghela nafas. Perjalananya ternyata masih panjang.


Tak ingin berlarut-larut disana, dia segera berjalan kembali ke rumahnya dan beristirahat.


Sayangnya Nakamura hanya seorang yatim piatu dan terpaksa harus tinggal sendiri di rumahnya.


Semenjak kecil dia telah diasuh oleh pamannya hingga sampai beberapa tahun sebelum pamannya meninggal karena penyakit yang tidak diketahui.


Pada saat itu dia mulai hidup sendirian dan belajar mandiri. Mengikuti ujian kelulusan akademi pada usia 12 tahun, menjadi Genin lalu hidup seperti Shinobi biasa yang tidak mencolok.


Untungnya dia terhindar dari perhatian Anbu Root yang paling dia khawatirkan. Pada saat itu kemampuannya tidak cukup untuk berurusan dengan Danzo dan tidak mampu menimbulkan masalah.


Berharap kekuatannya segera meningkat dan melambung di atas langit. Sehingga dia tidak lagi mempermasalahkan Danzo.


Suatu saat Tikus Tua ini pasti akan dimusnahkan... Biarkan dia bernapas sampai saat-saat terakhirnya tiba.


"Kupikir mengabadikan momen itu cukup bagus!"


Dapatkan sebuah kamera dan simpan gambar Danzo yang sekarat. Pasti menyenangkan.


Nakamura tidak lama kemudian sampai di rumahnya.


Apa yang mengejutkan adalah seseorang sedang menunggu di depan pintu rumahnya. Karena malam cukup gelap, sosok tersebut sedikit agak samar.


Namun Nakamura dapat sedikit memastikan orang ini cukup dikenal.


Pada saat dia mendekat, sosok paruh baya mengeluarkan suara sedikit agak serak.


"Akhirnya Nakamura-san sudah pulang."


Nakamura melihat sosok tua yang tidak lain merupakan salah satu tetua di klan Senju.


"Bukankah ini Tuan Oroki."


"Anda pasti sudah lama menunggu... Ayo masuk terlebih dahulu."


Nakamura tersenyum ramah kemudian membuka pintu dan mempersilahkan orang tua itu masuk.


Di balas dengan anggukan, keduanya memasuki rumah. Nakamura menyambut tetua Oroki dengan secangkir teh hangat.


"Saya penasaran apa yang membawa tetua berkunjung kerumah saya malam ini?"


Sementara pak Oroki menyesap teh dengan tenang kemudian tersenyum, beberapa kerutan kesenangan muncul di wajah tuahnya.


"Terus terang saja, Tenji sebelumnya memberitahuku untuk menambahkanmu dalam lis rekomendasi promosi Jounin tahun ini."


"Kemudian dia menceritakan beberapa hal yang sedikit mengejutkan."


"Ini adalah kabar yang baik bahwa klan memiliki generasi berbakat sepertimu."


Tentu saja, kapan lagi bagi klan Senju memiliki Shinobi berkualitas. Memang mereka cukup hebat, namun sangat sedikit yang dapat bertahan lama. Paling tidak mereka akan menjadi buronan bagi desa Shinobi lainnya begitu berjalan keluar.


"Jadi Tenji benar-benar mengatakannya."


Balas Nakamura dengan keramah tamahannya.


Lagi pula orang-orang Senju memiliki sifat yang baik dan ramah, berbeda dengan Uchiha yang menganut sifat arogan sejak dini.


"Ya, dia mengatakan kemampuanmu lebih hebat darinya."


"Mampu melakukan ninjutsu rank B dengan segel tunggal merupakan kemampuan seorang jenius."


Pak Oroki berhenti sejenak, kemudian melanjutkan setelah menyesap teh hangat.


"Aku penasaran apakah dapat menyaksikannya darimu?"


Seperti yang diduga, tidak mungkin orang tua ini percaya begitu saja. Biarpun yang mengatakannya adalah cucunya sendiri.


Tapi Nakamura akan melakukannya, memberi pak tua ini melihat seberapa hebat dia sebenarnya.


Nakamura tidak khawatir dengan hal terburuk, setelah penilaiannya pak Oroki dapat dipercaya. Selain itu orang tua ini adalah kakek dari Tenji yang secara alami menjadi kakeknya juga.


"Benar, akan kutunjukkan yang lebih hebat."


Seru Nakamura dengan bersemangat.


Pak Oroki semakin tertarik, dia penasaran hal hebat apa itu.


Sederhana saja, Nakamura mengangkat sedikit tangannya, kemudian menumbuhkan bebera akar pohon yang merambat dari dalam lengan bajunya.


Kemudian tercipta batang kayu bercabang dengan beberapa daun hijau kecil.