
Setelah berbicara Diana memandang Alana dengan senyum kemenangan . Seolah-olah dia merasa bahwa Alana pasti akan menyetujui permintaannya . Dia membayangkan bahwa ketika dia benar benar menjadi istri Alec dia akan membuat Alec melupakan Alana dan hanya peduli pada dirinya . Ketika Alana tidak di sukai dan tidak memiliki nilai guna lagi dia akan membuang nya .
Alana mencibir baru saja dia akan berbicara dia tiba-tiba mendengar kemarahan Alec yang tertahan .
" Saya tidak berfikir anda layak ."
Andrea menoleh dan melihat Alec berjalan dari sudut koridor dengan wajah datar , Diana juga terkejut dengan kemunculan tiba tiba Alec secara tidak terduga.
Diana tidak merasa bersalah karena menurutnya pernikahan keluarga kaya tidak relevan dengan cinta , tetapi yang terpenting adalah keuntungan. Dia datang ke Andrea untuk mengatakan hal itu meskipun itu seperti rencana licik , bagaimana mungkin sangat mudah untuk menjadi wanita simpanan . Namun langkah Alec selanjutnya mengejutkannya .
Alec berjalan ke sisi Alana , meraih bahu Alana dengan posesif dan memeluknya . Lalu mengangkat dagu nya dan menciumnya panas tidak memperdulikan kehadiran Diana .
Andrea tidak menolak gerakan intim seperti itu , tetapi masalahnya masih ada Diana di sebelahnya dan masih ada hal yang perlu dia katakan pada wanita itu . Mencoba mengusir Alec dan ingin melanjutkan urusannya dengan Diana , namun siapa sangka Alec menolak melepasnya dan menggenggam tanganya lebih erat .
Alec menggigit bibir Andrea dengan kuat dan lidahnya mengaduk mulut Andrea sambil menghisapnya . Andrea merasa mati rasa di mulutnya karena tekanan yang di berikan Alec. Cairan tubuh yang bercampur di mulutnya tampak cabul , pipi Andrea memerah dan melepaskan ciuman itu untuk mengambil nafas dan bersandar di lengan Alec sambil ter engah-engah.
melihat penampilan Alana yang memerah karena ulahnya Alec tampak sangat senang dan langsung memeluk eratnya . Menghalangi siapapun untuk melihat wajah memerah bayinya .Sikap posesif Alec tidak mengizinkan siapapun melihat Alana yang seperti ini . Hanya dia yang boleh . Dengan penuh kepuasan Alec menundukkan wajahnya dan menjilat bibir Andrea sekali lagi , mengecupnya ber ulang ulang dan menyedotnya sekali lagi . Matanya Alec yang dingin akhirnya sedikit melembut .
Setelah itu , mereka benar benar mengabaikan Diana . Wanita itu hanya bisa tercengang dan tidak tahu harus berbuat apa .
Alec memeluk Andrea menggendongnya seperti putri berbalik dan berjalan pergi . Diana yang menyaksikan seluruh proses pasangan yang memamerkan cintanya , hanya merasa dingin di hatinya .
Terlebih Alec menatapnya barusan seperti binatang buas yang akan memangsa namun menatap Alana dengan tatapan lembut penuh cinta . Membuat tangan dan kakinya gemetar tak terima .
Namun hal itu tidak menyurutkan niat Diana untuk menaklukkan Alec , baginya hanya orang seperti itu yang pantas untuknya . Dengan mata gembira dan obsesi Diana memandangi punggung Alec di koridor .
Pada saat ini Alec buru buru membawa Alana ke kamar tamu tempat dia beristirahat . Setelah mengunci pintu , dia buru buru merebahkan Andrea di kasur dan menindihnya .
Alec membuka paksa gaun yang di pakai Andrea dan suara robekan terdengar membuat Andrea membuka matanya . Dia teringat betapa pentingnya makan malam ini untuk Alec jadi dia segera memegang tangan Alec dan menegurnya keras .
" Apakah kamu sudah gila ! .."
Tapi begitu Andrea selesai menegurnya , dia di kejutkan dengan penampilan Alec saat ini . Mata Alec terlihat memerah seperti ketakutan dan niat membunuh menjadi satu . Andrea tidak tahu untuk siapa niat membunuh itu , untuk Diana atau dirinya sendiri .
Andrea merasa kekasihnya baru saja terangsang dan sepertinya sedang marah , jika dia mencoba menghentikannya melampiaskan amarahnya itu hanya akan memperburuk keadaannya . Jadi Andrea menghela nafas dalam hatinya dan membiarkannya Alec melanjutkan kegiatannya .
Alec menatap Andrea yang menyerah untuk melawannya , namun dia merasa ini membuatnya lebih gila . Dia mendengar percakapan tadi , semua yang di katakan wanita itu pada kekasihnya . Dia tahu ini tidak mudah .
Alana masih sangat muda , mungkin wanita kecilnya hanya terobsesi dengan dirinya sementara waktu . Dan mungkin wanita kecil ini akan meninggalkannya ketika melihat dan mendengar orang lain mencemoohnya di masa depan .
Hati Alec terlalu takut , takut kalau suatu hari nanti Alana akan bosan dengan hubungan mereka . Takut dengan banyaknya pelamar Alana yang umurnya tidak terlalu jauh seperti dirinya .
Tapi dia benar benar tidak bisa , dia tidak tahan melihat wanita ini dengan orang lain . Dan bahkan lebih tidak tahan melihat wanita ini akan memiliki keluarga dan anak dengan orang lain selain dirinya . Dia telah melarikan diri dan berusaha untuk tidak memikirkan masa depan seperti itu dia juga menghindari agar Alana tidak memikirkannya , namun kata kata lugas Diana kepada wanitanya . Membuat semuanya jelas di depan wanitanya , terlebih dia masih berstatus paman wanita kesayangannya dan juga
keluarga itu yang masih harus dia urus .
Dia dengan paksa mencium Alana tadi , membuktikan di depan Diana bahwa Alana adalah wanitanya , namun ketika dia merasakan Alana menolaknya dan mencoba mendorongnya di depan wanita itu . Alec merasa hatinya terkoyak .
Kekasihnya menolak nya dan tidak ingin dia menciumnya , apakah dia sudah tidak menginginkannya . Apakah Alana sudah menyerah padanya , memikirkan hal seperti ini Alec merasa benar benar kecewa pada dirinya sendiri.
Alec merobek gaun Alana dengan kasar dan menelanjangi nya , setelah itu bibir dan lidahnya yang panas mengecap dan menggigit setiap jengkal kulitnya seolah ingin membuat tanda bahwa ini adalah miliknya .
Tubuh Andrea benar benar merasa kesemutan terlebih bekas gigitan dari ujung kakinya sampai lehernya bahkan di betis dan pahanya ada . Walau tidak terasa sakit baginya tapi menyebabkan seluruh tubuhnya kesemutan . Andrea teringat kalau black Bai sering berkata jika Alec terlalu posesif padanya dan dia merasa jika itu benar .
Puas dengan tanda di tubuhnya , Alec menghirup dalam dalam leher Andrea dan menelusupkan kejantanannya ke lubang bunga Andrea . Mengubur miliknya dalam dalam dan bergerak dengan putus asa .
Andrea merasa ada yang salah dengan sikap Alec sekarang , meskipun mereka terbiasa dengan malam yang penuh gairah namun sekarang Andrea merasa jika Alec seperti akan menghancurkan tubuhnya .
Alec memeluk pinggang Alana dengan erat saat anggota tubuh keduanya yang masih terjalin . Mengangkatnya dalam pelukannya dan berdiri lalu menggerakkan bagian bawahnya dengan keras seakan tiada hari esok . Andrea merasakan kepenuhan di bagian bawahnya dengan banyaknya cairan yang menetes di kasur dan lantai . Tanganya terulur memeluk kepala Alec mengelus rambutnya perlahan . Namum rasa panas dan basah yang tiba tiba di pundaknya membuatnya terdiam dia mengabaikan badanya yang terus di serbu Alec dan tetap mengelus rambutnya .
Alec menangis dalam diam sambil memeluknya erat erat . Setelah pelepasan yang lumayan lama Alec akhirnya merebahkan nya lagi di ranjang dengan keadaan masih menyatu . Pria kuat yang sangat kuasa di sampingnya menangis , Andrea merasa tenggorokannya tercekat dan jantungnya tersentak .
Meski dia membiarkan Alec melampiaskan amarahnya dengan tubuhnya berharap bisa meredakan emosi kekasihnya namun dia tidak ingin sang kekasih semakin merusak tubuhnya . Tetapi sekarang Alec jelas sudah salah paham dengan pikirannya sendiri .
Walau Andrea merasa Alec yang seperti ini terlihat agak bodoh , dia tidak dapat menyangkal perasaan tertekan melihat prianya menangis .
Menjambak rambut Alec dengan keras memaksanya untuk melihat kearahnya , dan dia melihat wajah dingin prianya dengan mata merah dan menangis diam diam . Alec menolehkan wajahnya tidak ingin Alana melihat air matanya . Menggenggam kembali pinggang wanitanya dia menggerakkan miliknya di dalam dengan keras untuk ronde selanjutnya .
Melihat tanda tanda kekasihnya tidak akan berhenti menggerakkan bagian bawahnya dan malah semakin ganas . Tampaknya rangsangan dari ucapan Diana cukup membuat Alec menjadi bodoh dan sakit hati
Andrea mengangkat alisnya melihat wajah kekasihnya yang seperti anak beruang , acuh tak acuh namun menangis . Mengangkat tanganya dan menampar Alec kencang . Cukup untuk membuat Alec berhenti dan tersadar .
Mendapatkan tamparan yang cukup keras , air mata Alec mengalir lebih deras . Andrea yang melihatnya berkata dengan keras .
" Apakah kamu tidak menginginkan aku lagi ? .."
Alec tercengang mendengar kata kata Andrea , namun Andrea kembali melanjutkan kata-katanya dengan ekspresi sedih dan menangis .
" Apakah kamu mendengar kata-kata Diana dan bertengkar dengan ku ? .. Apakah kamu akan memilih wanita lain untuk menikah ? .Alec aku tidak bisa .. Aku tidak tahan berbagi dengan yang lain . Walau hanya nama mu aku tidak mau berbagi . Lebih baik aku mati !!.."
Melihat wanita di depannya dengan wajah menangis , rasa sakit di hati Alec menghilang seketika.
Semua yang dia pikirkan tidak akan terjadi . Semua itu hanya angan angannya , Andrea memilihnya . Ternyata dia tadi mendorong nya hanya untuk membantah Diana . Andrea tidak akan meninggalkannya . Mereka tidak akan berpisah . Alec menundukkan kepalanya menyandarkannya ke pundak Andrea .
Dia berkata perlahan dengan lembut .
" sayang ku .. Jangan pernah tinggalkan aku .. apapun yang terjadi hanya ada kita berdua oke ..."
Andrea mendengar hal itu dan mengangguk penuh semangat, dia mengerti bahwa pasangannya sudah terbebas dari pikirannya .
Mengambil tangan lelaki itu dan meletakkannya di pipinya .
Alec mengigit bahu Andrea keras dan menciuminya . Memastikan smua ini nyata , penantian bertahun tahun akhirnya terwujud. Dia menemukan seseorang untuk menghabiskan umurnya . Mengucapkan maaf dalam hati karena dengan bodohnya mudah terpengaruh.
maaf Alana , aku tidak akan melepaskan mu . Bahkan jika kamu menyesalinya di masa depan . Aku akan membuat mu tetap di sisiku .
Menenangkan gejolak batin nya , Alec memeluk Alana erat dan malam itu mereka habiskan dengan pergulatan kasur yang tidak berhenti karena permintaan Alec yang menginginkan nya terus menerus hingga pagi . Andrea bahkan sudah tidak punya energi untuk mengangkat jarinya . Adapun perjamuan semalam dia sudah tidak peduli .