
Disisi lain Dheon memikirkan bahwa obatnya harusnya sudah bekerja , dia datang ke kamar pribadi . Mendengar gelombang erangan dan nafas yang datang dari kamar pribadi.
Dheon terkejut , dia hanya berencana untuk membius Alana sebelumnya . Dan ketika Alana sudah tidak sadarkan diri , dia akan mengatur pihak lain untuk di ambil beberapa foto palsu dan merilis rumor .
Jelas dia mengatakan kepada orang orang ini sebelum nya untuk tidak menyentuh Alana , hanya perlu memberi obat dan meninggalkannya di ruangan itu sendirian. Bagaimana mungkin ada suara seperti itu di dalam .
Dheon menendang pintu hingga terbuka dengan marah . Dan dia melihat seorang wanita berkulit putih yang terjerat dengan orang orang . Dheon merasa hatinya dingin dan berteriak keras .
" Alana , dimana kamu Alana ? ."
Dheon menghela nafas lega setelah melihat dan memastikan tidak ada Alana di antara mereka . Tetapi siapa yang membawa saudarinya pergi , mengapa hal hal yang dia rencanakan menjadi seperti ini . Dheon menundukkan kepalanya matanya berkilat tajam .
Ketika dia bangun Andrea mendapati dirinya terbangun di ruangan yang baru . Dengan bau yang familiar dan gaya dekorasi yang sama , tak perlu dikatakan lagi Andrea tahu bahwa ini adalah kamar Alec .
Alec datang dengan semangkuk bubur ,dia buru buru datang ketika melihat Alana bangun . Berkata dengan perhatian.
" Alana , kamu bangun . Staf Kapal pesiar mengabariku mereka mengatakan menemukan mu dalam keadaan pingsan . Jadi aku menjemputmu dan membawa mu pulang kerumah ku . "
Mendengar penjelasan Alec , Andrea menyipitkan matanya dan tersenyum kecil seraya berkata .
" Oh .. Kenapa staf kapal pesiar menelpon mu ? "
Perasaan bersalah terlintas di hati Alec, dia mengambil semangkuk bubur dan memberikan nya kepada Andrea.
" Saya tidak tau mengenai hal itu , mungkin mereka menemukan kontak saya di ponsel mu ."
" Oh !. "
Andrea menjawab singkat dan menatap Alec sambil tersenyum . Membuat Alec tanpa sadar merasa berbahaya.
Meletakan bubur ke meja di samping tempat tidur, Andrea tiba-tiba mendekati Alec . Bibirnya hampir menyentuh telinga Alec , dengan lembut berucap .
" Terima kasih ! . Bagaimanapun , paman Alec kamu adalah orang terdekat ku . Untuk memastikan orang dapat menghubungi mu secara akurat ketika aku mungkin mengalami kecelakaan lain kali , mengapa tidak aku mengubah nama mu di ponsel ku menjadi sayang ku . Ubah itu menjadi sayang ku , bagaimana menurut mu ? .. "
Hembusan nafas yang di semburkan wanita itu di telinganya saat dia berbicara terasa panas , dengan kata kata ambigu seperti itu membuat jantung Alec berdebar kencang . Untuk sesaat Alec merasa dia telah ketahuan .
Tetapi jika Alana tahu bahwa orang yang menciumnya adalah dia , bukankah seharusnya dia marah ? . Bagaimana dia bisa berbicara dengan pelakunya dengan nada yang baik . Atau mungkin Alana juga menyukai dirinya .
Pikiran itu membuat Alec merasa sedikit bahagia , tetapi semakin dia menyadari semakin dia takut untuk menyentuhnya . Alec menegakan tubuh , tidak berani menatap wanita itu dan berkata dengan kaku .
" Alana , lebih baik makan bubur dan istirahat dengan baik . Aku akan menelpon rumah ayahmu , jadi jangan khawatir. "
Setelah berbicara dia buru buru meninggalkan ruangan . Meskipun dia tidak mau mengakuinya , Alec merasa bahwa dia tidak bisa menahan sedikit ketakutan jika menghadapi Alana .
Dia terus berfikir , bagaimana jika Alana tidak nyaman dengan usianya . Bagaimana jika ternyata Alana sudah menyukai orang lain , secara emosional Alec terus berfikir tentang keuntungan dan kerugian dirinya .
Jelas Alec merasa bahwa meskipun dia sedikit memaksa , dia harus membiarkan pihak lain menerima dirinya . Lagipula mereka tidak memiliki hubungan darah , jadi selama dia bekerja keras . Alana mungkin mau menerima dirinya . Yah mungkin
Andrea menyesap mangkuk bubur dalam suasana hati yang sedikit tertekan , rasa lembut dari bubur yang enak sedikit mengendurkan Alisnya . Ini adalah bubur ayam jamur favoritnya. bubur yang harus di masak cukup lama dan di tambahkan telur rebus setengah matang .
Andrea belum makan seharian kemarin dan semangkuk bubur ini datang tepat waktu . Setelah menghabiskan bubur , Andrea berjalan ke depan cermin kamar mandi . menghela nafas dan mulai membuka pakaiannya . bekas merah tebal terlihat jelas di lehernya , dia ingin tau seberapa usaha yang telah di lakukan pihak lain .
Rasa sakit di belakang lehernya , sepertinya masih terasa . Andrea membanting tanganya ke wastafel dengan sedikit kesal . Mengambil nafas dalam dalam dan berkata dengan wajah pahit .
" Alec , kamu berani mencium ku dan melakukan hal seperti itu . Tapi kamu masih sengaja membuatku pingsan !. "
Andrea menggosok bagian belakang lehernya , berfikir bahwa dia tidak mengharapkan Alec menjadi pemilik kapal pesiar . Bukankah itu berarti dia adalah bos besar yang tidak bisa di provokasi , Ikan laut dalam.
" Ada begitu banyak rahasia yang kau simpan dariku . Alec kamu sangat pintar ! "
Black Bai di dalam benak Andrea merasa tidak nyaman , dia sudah lama tidak melihat Andrea dengan ekspresi marah di wajahnya . Dan diam diam berdoa untuk Alec di dalam hatinya . Kasihan .
Di hari hari berikutnya Andrea bekerja dengan Alec seperti biasanya , tetapi tidak ada lagi provokasi ambigu dari Andrea . Seperti tidak pernah terjadi apa apa .
Ketika Dheon kembali kerumah , dia mendengar bahwa Alec menelpon. Mengatakan bahwa Alana ada bersamanya. Dan dia mengenal hampir semua orang yang ada disana .
Setelah itu Dheon juga menjelaskan kepada Andrea , bahwa dia meninggalkan kapal pesiar lebih dulu . Karena dia untuk sementara mendapat panggilan dari perusahaan , dan dia tidak mengetahui apa yang terjadi setelahnya .
Dheon pura pura tidak tahu , dan Andrea juga suka berpura pura bodoh . kedua orang itu seolah olah tidak terjadi apa apa , setelah itu Dheon tidak merencanakannya apa apa lagi , tapi seolah olah menunggu kesempatan.
Andrea masih seperti biasa , dengan senyuman cerah yang cantik setiap hari berinteraksi dengan Alec . Hanya saja hubungan menyenangkan ini kehilangan sesuatu yang istimewa. Alec yang sadar akan sesuatu pun menjadi sedikit sensitif.
Sampai suatu hari , sebuah buket mawar merah besar di letakan di atas meja Andrea . Dan ekspresi manis Andrea saat memegang mawar mawar itu benar benar menusuk mata Alec .
Alec menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan amarah di dalam dadanya .
" Itu hanya teman . "
Dengan tangkai mawar di tangnya , Andrea dengan hati hati memasukan itu ke dalam vas . Masih ada rona merah di pipinya menunjukan malu malu . Penampilan Alana yang seperti itu membuat Alec merasa tertekan , namun dia merasa kemarahannya tidak dapat dia benarkan sama sekali . Dia tidak memiliki posisi untuk bisa mencegah Alana berinteraksi dengan orang lain.
Alec memejamkan matanya mencoba melembutkan suaranya dan berkata dengan nada perhatian.
" Alana , maukah kamu memberi tahuku . Dari pria mana itu ? Aku bisa membantu mu memeriksanya ."
" bukan pria biasa sepertinya . "
Andrea mengangkat kepalanya menatap Alec dengan ekspresi khawatir.
" Alec sepertinya aku menyukai orang yang lebih tua . Namun dia sedikit berbahaya . "
Andrea menoleh dan tidak menatap wajah Alec se akan akan dia membuat kesalahan .
" Sebenarnya jika kamu sangat menyukainya , apa hubungan antara usia dan pekerjaan. Alana kamu tidak harus peduli hal seperti itu . "
Mendengar Andrea mengatakan dia menyukai orang yang lebih tua , membuat Alec sedikit senang . Apakah dia akhirnya bisa mendapatkan sedikit kesempatan?.
" benarkah ."
Wanita itu menjadi bersemangat .
" Terimakasih Alec , dia sangat baik padaku . Dan kami berhubungan dengan sangat menyenangkan. "
" dia ? . "
Alec mengepalkan tinjunya , mungkin saat dia tidak tau . Alana sudah di dekati beberapa bajingan yang tidak dia kenal . Memikirkan hal ini Alec memiliki keinginan untuk menghancurkan lawannya .
Namun Andrea mengabaikan Alec yang wajahnya sudah tertekuk . Memilah Milah file yang ada dengan senang hati . Dan kemudian dia memberitahu Alec dengan nada bersemangat bahwa dia punya janji siang ini . sebelum Alec sempat menjawab , wanita itu sudah pergi terlebih dahulu.
Melihat wanita yang biasanya berperilaku baik dan patuh , buru buru meninggalkannya dengan penuh semangat . Alec merasa paru parunya terisi penuh dan akan meledak , dia tahu ini tidak benar . Jadi dia diam diam mengikuti wanita itu dari belakangnya .
Melihat Andrea masuk kedalam mobil , Alec mengemudi perlahan dan mengikutinya . Setelah beberapa saat saya melihat seorang wanita dan pria keluar dari mobil dan memasuki restoran yang bernuansa romantis bersama . Dan pria ini , dia tahu itu adalah Rupet di kasino waktu itu .
Alec tidak melupakan bagaimana Rupet memandang Alana dengan tatapan tak senonoh secara terang terangan waktu itu . Bagaimana bisa bajingan ini mencoba menipu wanitanya .
Alec mengerutkan kening di dalam mobil , menatap tajam kepada kedua orang yang mengobrol dekat jendela dengan gembira , jika mata bisa m membunuh Rupet sudah mati berkali kali .
Pada saat ini Alec berfikir tentang Rupet yang menikmati berbicara dengan wanita itu . Terus menerus menyeka keringat dingin .
" Nona Alana jangan main main , aku benar benar tau bahwa aku salah ! "
Rupet tidak bisa menahan tangis , tapi dia masih harus tetap tersenyum . Tuhan tahu bahwa awalnya dia mengira itu adalah domba kecil namun ternyata salah itu adalah setan .
Karena intuisi nya selama bermain di kasino , Rupet tidak pergi ke meja besar dengan orang orang pada hari itu . Dia hanya disuruh membuat Alana kehilangan kontrak di meja judi . Jadi setelah pergi Rupet tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.
Beberapa hari yang lalu, Rupet bertemu lagi dengan Alana , dia ingin mengambil keuntungan darinya dengan trik liciknya . Tetapi yang ada dua jarinya harus di patahkan .
Wanita di seberangnya , tidak tahu metode apa yang dia gunakan . Dia menemukan semua bukti kecurangannya di kasino selama bertahun tahun. Jika wanita itu mengirim vidio ini ke kasino tangan dan kakinya kemungkinan tidak akan selamat dan mungkin hidupnya pun tidak bisa dia selamatkan.
" Bukankah kamu yang terbaik dalam ber akting ? . Mainkan permainan mu dengan baik ."
Andrea tersenyum lembut seperti malaikat .
" Lagipula kamu pernah menyukai ku , bukankah kamu harusnya senang bisa berkencan dengan ku ? ."
" senang , senang !. "
Melihat senyum Andrea , Rupet hanya merasa seluruh tubuhnya dingin , dia mencoba mengeluarkan senyum yang tampak seperti menangis. Dan merasa bahwa bagian jarinya yang parah terasa sakit lagi .
Meskipun dia menyukai anak anak muda yang cantik dan tampan , pada dasarnya dia hanya menghabiskan uang untuk bersenang senang . Tidak pernah terpikirkan akan melihat seseorang seperti Alana harimau yang memakai kulit domba . Rupet diam diam melihat ekspresi Alec yang semakin menakutkan di luar , dan senyum di wajahnya hampir berubah menjadi menangis .
Namun jika andrea benar benar masuk jebakan Rupet saat itu , tidak akan semudah itu menyentuh dirinya . Terlebih lagi dengan kehadiran black Bai di benaknya , Andrea secara alami tahu bahwa Helena telah menjanjikan Rupet hal hal yang menjijikan untuknya .
Kali ini hanya dua jari yang dia hancurkan dari orang tua itu , namun Andrea tidak peduli . Sesekali dia harus menjadi orang yang baik hati .