
Tatapan Andrea menjadi dalam dia bisa merasakan dengan jelas bahwa keinginannya untuk Alec meningkat dari hari ke hari , begitu pula Alec terhadap dirinya .
Andrea tidak peduli siapa yang mendominasi dalam hubungan mereka , baginya selama kekasih saling berkomunikasi hal hal seperti itu tidak penting lagi . Cara Alec memanjakannya membuat Andrea menjadi sedikit malas .
Tapi dia perlu membuat Alec mengerti dia juga orang yang bisa berdiri sendiri .
Setelah beberapa lama dia yakin Alec sudah memahami kemampuannya , jadi dia tidak membutuhkan apa yang di sebut perlindungan ini . Keduanya harus berbagi kehormatan dan rasa malu satu sama lain .
Black bai mengangguk dan melebur dalam kabut hitam , tetapi matanya menerawang.
Di kamar Andrea mengubur dirinya dalam aroma Alec dan memasuki mimpi , sedangkan Alec di kamar sebelah tidak begitu nyaman . Merasakan kekasihnya ada di kamar sebelah namun tidak bisa menyentuhnya membuatnya berjalan mondan mandir di depan kamar Andrea . Wanita di dalam kamar sepertinya tertidur , setelah ragu ragu sejenak Alec dengan lembut menarik pegangan pintu .
Berjalan perlahan kesamping tempat tidur pupil mata Alec perlahan melembut . Wanita itu terlihat begitu lembut ketika matanya terpejam , berbeda sekali dengan kesehariannya yang nakal dan sombong . Mungkin itu adalah topeng yang dia kenakan untuk menutupi dirinya yang asli .
Hati Alec makin meleleh melihat Andrea tidur mengenakan pakaiannya , dia sudah lama tau jikalau wanita itu suka memakai baju bajunya dan terkadang mengendus badanya ketika tidur berpelukan untuk mencium aroma tubuhnya .
Sebenarnya Alec ingin mengatakan hal yang sama untuk dirinya , dan bahkan dia pun melakukan hal yang sama . Alec merasa jatuh cinta pada wanita ini seperti racun yang sangat menyenangkan . Setelah dia puluh tahun akhirnya dia menemukan orang yang bisa membuatnya seperti ini .
Sejak dia bergegas ke rumah Lucas untuk menemukan Alana yang sudah lama tidak di lihatnya , semua jadi terasa berbeda .
Alec merasa dia bahkan tidak ingat seperti apa Alana dulu , hanya wanita di depannya yang seperti cahaya menarik semua perhatiannya untuk nya .
Alec tidak dapat menyangkal bahwa tidak ada yang penting di dunia ini dari pada wanita di depannya , bahkan jika itu adalah hidupnya sendiri . Selama wanita ini memintanya dia bersedia memberikan semuanya .
" Lana .. "
Alec berbisik pelan dan menciumi bibir Andrea , dia menggunakan ujung hidungnya menelusuri muka Alana dengan ringan . Menghirup aroma kekasihnya dan meletakan kepalanya di antara lehernya . Membuatnya sangat senang , saraf yang dari tadi tegang karna kekasihnya marah menjadi tenang .
Setelah sedikit lama , dia memundurkan kepalanya dan bersiap untuk kembali namun dia bertatapan langsung dengan mata Alana yang terbuka .
" Lana ! .. "
Alec merasa bersalah dan malu karena tertangkap basah , namun Alana mengambil kerah pakaian Alec dan menariknya ke tempat tidur . Dia berguling dan menekan tubuhnya di atas Alec dengan posisi menindih badannya .
" Tidak bisa tidur hm ? .. Jadi kamu datang kemari untuk menyelinap ? .. "
Andrea berbisik pelan di telinga Alec dengan sangat seksi membuatnya menelan ludah tanpa sadar .
" Lana aku salah .."
" Dimana kesalahannya ? ."
Andrea mengelus rambut Alec dan mendesah bahwa rambut pria lebih tajam dari wanita , tangannya gatal tertusuk tusuk rambut .
Alec menelusuri alis Alana dengan hati hati dan memegang kepala Alana dengan satu tangan menyentuh dahinya dan bergumam pelan .
" Maaf sayang ku , seharusnya aku harus lebih jujur .."
Sudut mulut Andrea melengkung senang dia tahu bahwa kekasihnya sudah mengerti .
Dengan perlahan dia meraih tangan besar Alec dan mulai menuntunnya membelai lehernya dan perlahan lahan bergerak ke dalam kemeja yang di pakai wanita itu . Napas berat pria itu pun terdengar , Andrea mengarahkan tangan Alec untuk membelai dadanya yang tidak menggunakan penutup apapun menggeseknya pelan di kuncup merah dadanya yang menonjol dan semakin ke turun bawah berhenti di atas perutnya yang lembut . Menggigit jakun Alec dengan lembut dan menjilatinya dengan ******* pelan dia berkata .
" Sekarang kita bahas hadiah apa yang akan di berikan karna sikap baik anda mengakui kesalahan . "
Alec yang mendengar itu langsung mengeluarkan tangannya dan meraih kepala Andrea menciumnya dalam . Mengecap setiap sudut mulutnya , tangannya perlahan terulur membuka kancing kemeja yang di pakai Andrea , begitu pula Andrea yang sudah tidak sabar menarik langsung kemeja Alec hingga kancingnya langsung jatuh . Tanganya meraba menelusuri perut eight pack dan garis putri duyung lelaki itu menelusup ke dalam celananya mengelus kejantanan di dalamnya dengan pelan .
" sayang .. Hm .. Tanganmu tidak sabar ."
Alec mendesah pelan karena ulah Andrea mengigit pelan leher Andrea meninggalkan jejaknya . Mengangkat kepalanya dan fokus melepas pakaian mereka berdua. Kini keduanya sudah tanpa penghalang di tubuhnya , menyusupkan kepalanya perlahan Alec masih menciumi leher hingga dada Andrea dan berhenti untuk fokus mengigit kecil tonjolan merah dadanya menghisap nya seperti bayi yang menyusu . Andrea tertawa kecil membalas dengan hanya memeluk kepala Alec sambil mendesah pelan . Merasakan tangan Alec menyusuri badanya sambil meremas perlahan ke bagian bunganya menggosok pelan dan mencubit tonjolan kecil main main . Dia menulusupkan satu jarinya yang besar ke dalam lubang bunga wanita itu , seperti tersedot didalamnya jarinya terjepit di dalam . Mencoba menggerakanya pelan pelan maju mundur hingga mulai terasa basah di dalamnya .
" masih sangat sempit sayang ."
Bisik Alec di telinga Andrea dan mencium kembali mulut wanita itu dengan mesra , sedangkan tangan centil wanita itu tidak bisa diam sudah mulai kembali mengurut dan membelai perlahan kejantanan prianya yang semakin membesar seraya memainkan dua tonjolan di bawahnya . Andrea mendesah tertahan ketika Alec menambakan satu jari lagi ke dalam tubuhnya menggosok bagian dalamnya dengan jari hingga jari ketiga masuk gerakan jarinya semakin cepat yang membuat otot dalam lubangnya mengencang seperti akan menyedot paksa jari jari itu . Hingga akhirnya lubang bunga itu menumpahkan sarinya mengalir keluar . Andrea masih Ter engah engah sementara Alec sudah mengarahkan batang kejantanannya ke dalam lubang bunga .
Black Bai diam diam bersembunyi dalam benak Andrea sedari awal pasangan itu memulai , mengetahui bahwa kedua orang itu akan melakukanya hingga pagi tanpa rasa malu .
Membuka matanya , dia merenggangkan pinggangnya mendekat ke arah Alec . Selimut meluncur jatuh ke pinggangnya memperlihatkan tubuh sintal wanita itu yang telanjang penuh dengan bekas merah dan gigitan . Alec yang melihat itu matanya berkilat gelap .
Semua tanda di tubuh itu di tinggalkan olehnya tadi malam , memikirkan betapa intens nya mereka berdua tadi malam , Alec merasa tenggorokannya tercekat . Antusiasme anak muda dan kegilaan mereka berdua membuatnya kecanduan dan tidak ingin lepas .
Alec meletakkan mangkuk bubur di tanganya ke meja samping , memegang pinggang kekasihnya dan membantunya duduk . tanganya mengelus pelan kulit lembut kekasihnya .
Melihat Alana sedikit meremang karena tindakannya , Alec tidak tahan untuk memberinya ciuman yang dalam . Andrea menerimanya dengan senang dan membuka bibirnya .
Sebenarnya dia menginginkan lebih dari ciuman namun pinggang nya masih terasa kesemutan , dia awalnya berfikir bahwa wanita ini memiliki fisik yang bagus . Baru baru ini dia juga sering berolahraga dan sudah mulai terlihat otot perutnya walau hanya samar .Tapi di bandingkan dengan Alec yang di besarkan di keluarga rockefeller ketika masih kecil , kekuatan fisik miliknya sama sekali tidak bisa menandingi .
Andrea melihat tubuh kokoh Alec yang di balut kemeja , memikirkan garis otot yang kuat dan perut delapan pack di bawah pakaiannya . Dia menjilat mulutnya dengan pelan .
Andrea menghela nafas dalam hati , sepertinya tidak peduli seberapa lezat makanannya , dia tidak bisa makan lezat sekaligus . Tubuhnya tidak tahan .
Alec menatap mata kecil Andrea yang terlihat penuh penyesalan dan tersenyum . Dia juga tahu bahwa dia sangat menarik di mata kekasihnya , dan dia sangat menginginkanya tadi malam . Namun sebagai suami tua yang bijaksana dia harus memberikan istrinya istirahat yang baik . Adapun jenis mengambil keuntungan darinya pribadi , itu tidak masalah .
Dia mengambil mangkuk bubur dan mulai menyuapi Andrea se sendok demi se sendok , yang diterima dengan senang hati oleh Andrea .
" Apakah keluarga rockefeller mendesak mu untuk kembali ? .."
Andrea melihat Alec dan bertanya dengan santai . Alec mengangguk .
" Keturunan langsung keluarga itu sedikit dan sekarang aku satu satunya yang tersisa . Orang tua itu menyukai keturunan langsung , dan ingin aku segera kembali mewarisi keluarga lima tahun yang lalu . Sebenarnya aku sudah mengendalikan sebagian besar aset keluarga , namun aku masih merasa berutang Budi kepada keluarga ibu mu . Awalnya aku ingin menyerahkan semua aset keluarga ibumu pada mu lalu menangani urusan keluarga rockefeller . tapi sekarang .. "
Sambil berbicara Alec mengusap bibir Andrea dengan jarinya .
" yang paling penting sekarang adalah bersama bayi ku . "
Alec memegang erat tangan Andrea dan berkata dengan penuh kasih sayang . Andrea yang mendengar kata-kata Alec hatinya tergerak dan rona merah muncul di wajahnya .
Apa yang harus saya lakukan , kekasih saya begitu menawan dan seksi . Saya ingin menjatuhkan ya ke kasur . Sangat menawan .. Sangat seksi ... benar benar tidak tahan .
Andrea menahan diri untuk tidak menjatuhkan Alec , namun tiba tiba Black Bai melaporkan berita terbaru dari pengawasan . Dan melihat metode yang di persiapkan Lucas untuk berurusan dengan tertua keluarga . Mata Andrea berkilat tajam .
Tanpa di duga Lucas ini tidak hanya egois dan dingin , tapi juga layak menerima hukuman yang kejam . Dia sebenarnya ingin membunuh orang orang tua itu untuk posisinya .
Memang cukup beresiko untuk melakukannya , namun itu seperti anjing yang di paksa melompati tembok . Tergesa gesa sesuai keinginan Andrea . Karena dia ingin mencari masalah Andrea tidak keberatan untuk menambahkan bahan bakar dalam permainannya .
melihat Andrea linglung , Alec bertanya pelan .
" Apa yang kamu pikirkan ? ..."
" Tidak ada .. Aku hanya senang bersamamu ."
Menggeleng kepalanya , Alec tampak sangat puas dengan jawaban Andrea . Dan berkata sambil tersenyum kepadanya .
" Ikutlah denganku ke perjamuan lusa . "
Andrea memikirkan sejenak dan kemudian ingat perjamuan lusa adalah perjamuan untuk orang orang besar dari semua keluarga besar di negara Z . Identitas Alec termasuk yang terbaik dan dia membutuhkan pasangan disana .
Andrea menatap mata Alec dengan posesif dan mengangguk.
Dua hari berlalu dengan cepat .
Alec menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas menjemput Andrea . melihat Andrea berjalan menuruni tangga Alec tidak bisa menahan nafas .
Wanita itu mengenakan gaun pasangan yang sudah dia siapkan . Gaun hitam yang menutupi hingga pundaknya namun menunjukan sosok wanitanya pinggangnya yang kecil dengan bentuk tubuh yang indah. Terlebih wajahnya di rias sedemikan rupa yang menonjolkan kecantikan matanya , rambutnya di biarkan bergelombang dengan hiasan batu berlian yang indah tersemat . Terlihat cantik elegan dan indah .
Andrea melihat pakaian Alec yang merupakan pasangan dengannya , tersenyum puas namun tidak mengungkapkan ya .Berjalan mendekat dan merapihkan dasi pasanganya . Andrea meraih tangan Alec dan keduanya pergi ke perjamuan .
Ketika sampai disana , keduanya masuk dengan tangan tertaut . Dan mereka menarik semua perhatian orang begitu memasuki pintu . Yang laki laki terlihat dingin dan kuat sedang yang wanita terlihat cantik dan menawan . Melengkapi satu sama lain .