Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia

Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia
dunia pertama


Alec mengabaikan gelombang badai di hati Lucas dan melanjutkan .


" Saya berencana membangun kawasan bisnis di sebidang tanah itu . Berapa nilai nya sekarang ?.. Saya tau bahwa tuan Lucas pasti mengerti , bahwa tidak mungkin bagi saya untuk mengembalikan semua aset yang di gadaikan kepada anda secara percuma ! .. Namun demi kekeluargaan dengan anda saya tidak akan memindahkan aset untuk saat ini dan saya tidak akan merilis berita untuk saat ini . "


Lucas mengepalkan tinjunya namun dia juga mengerti bahwa ini adalah kompromi terbesar yang bisa di lakukan Alec untuknya .


Jika berita tidak di rilis dan orang orang yang mengelola aset di bawah tangan mereka masih orang-orangnya sendiri . Maka mereka masih bisa menyembunyikannya untuk sementara waktu . Lucas hanya menghela nafas lega . Namun Alec kemudian berkata .


" Tapi aku hanya bisa memberi mu waktu setengah bulan . "


" Hanya setengah bulan... Tuan Alec , ini juga .. "


Lucas di intrupsi oleh Bary sebelum dia selesai berbicara . Bary mendorong kacamata emas di pangkal hidungnya dan berkata dengan sopan kepada Lucas .


" Tuan Lucas , itu adalah batas kami untuk dapat memberikan hingga setengah bulan . Bagaimanapun uang perusahaan kami tidak di bawa oleh angin . Semua proyek di tanah itu di tangguhkan berapa banyak kita akan mengalami kerugian setiap hari . Saya percaya tuan Lucas juga tahu , saya akan mengirimkan biaya pekerjaan yang terlewat setiap hari ini ke Tuan Lucas . Dan ini akan di tanggung oleh anda . Tuan Lucas tidak akan keberatan kan ? .."


Lucas mengangguk dengan susah payah melihat tidak ada ruang untuk berdiskusi dengan Alec . Dia berbalik dan ingin membawa Alana pergi dari sini , tepat ketika keduanya ingin pergi . Mereka di hentikan oleh Alec .


" Tinggalkan Alana disini . "


Alec mengetuk sandaran kayu di sofa dengan kedua jarinya . Meski nadanya masih sopan dia terlihat tegas .


" Alana tidak akan kembali kesana dalam beberapa waktu , lagi pula ada nyonya yang suka menghamburkan uang di rumah . Saya khawatir dengan menempatkan Alana dirumah itu . Kali ini adalah kontrak tanah , saya tidak tau apa selanjutnya . Mungkinkah semua proyek yang akan saya berikan pada Alana ."


Lucas menggertakan giginya namun hanya bisa menahan kata kata Alec dalam diam . Karena dia tahu begitu berita dia di rilis dan orang orang tua itu tahu bahwa semua asetnya telah berpindah tangan darinya . Maka dia pasti sudah tamat.


Dengan tangan dan kaki dingin Lucas meninggalkan apartemen Alec . Duduk di mobil dengan mata berkilat tajam .


Orang orang tua itu juga telah menahan grup perusahaan terlalu lama . Meskipun waktu setengah bulan sangat cepat , itu sudah cukup . Dia harus mengendalikan seluruh perusahaan dan keluarganya dalam setengah bulan ini . Lucas memikirkan itu dan ekspresi kejam muncul di wajahnya .


" Kalian semua memaksa ku melakukan ini !.."


Setelah Lucas pergi, Andrea melangkah ke pelukan Alec . Alec memperhatikan wanita itu bergegas kearahnya dengan bersemangat membuat hatinya melembut dalam sekejap .


Dan dia dengan mantap menangkap wanita itu , tubuh yang lembut di pelukannya membuat dia merasa kupu-kupu bermekaran di perutnya .


Andrea menciumi wajah Alec dan berkata sambil tersenyum .


" paman muda .. Kamu sangat mengesankan barusan ! .. Kamu membuat ku terpesona!.."


Sudut mulut Alec melengkung menambah pesona nya , di sampingnya Baru tidak bisa menahan untuk batuk dua kali . Meskipun dia merasa lega melihat bosnya akhirnya melepaskan lajang nya . Dia masih merasa sedikit malu dengan pertunjukan kemesraan.


Alec menoleh dan melirik Bary disampingnya , mengerutkan kening dan berkata .


" Mengapa kamu masih disini ?.."


Benar saja menjadi orang ketiga terasa buruk , Bary menggerakkan sudut mulutnya dan tersenyum tak berdaya.


" Bos .. Kapan kamu akan kembali ? ..Desakan bos besar terlalu kuat . Kakak ipar kamu juga bisa membantu membujuk bos . "


Andrea tersentil dengan panggilan kakak ipar dari Bary dan berbalik untuk melihat Alec . Alec menatap tatapan Andrea dengan sedikit tidak nyaman, dan menatap Bary dengan dingin . Bary segera tersadar bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang salah dan buru buru pamit pergi .


Andrea selalu tahu bahwa Alec memiliki banyak rahasia , dan menunggu dia memberitahu nya sendiri . Tapi melihat sikap Alec kepada nya Andrea tahu bahwa Alec tidak sengaja menyembunyikan darinya . Mungkin dia hanya menunggu waktu kesempatan yang cocok dan kemudian mengungkapkan semuanya .


Hanya ada dua orang yang tersisa di ruang itu , Andrea dan Alec . Andrea duduk menyamping di sofa dengan satu tangan menopang dagunya dan menatap Alec sambil tersenyum. Penampilan terlihat sangat menggoda namun itu membuat Alec merasa sedikit berbahaya .


Alec dengan hati hati mengamati ekspresi Andrea , tanpa sadar sedikit takut . Dia berdehem dan duduk di samping Andrea , dan berkata dengan perlahan .


" Alana ada yang ingin ku katakan padamu ."


Andrea mengangguk dengan acuh tak acuh.


Alec menarik nafas dalam-dalam dan berkata kepada Alana .


" Sebenarnya ingatan saya sudah kembali , ketika saya di adopsi keluarga ibu mu . jadi saya mengetahui tentang keluarga saya , ketika kematian ibumu di masa remaja saya . Nama asli keluarga saya adalah rockefeller dan keluarga saya memiliki hubungan yang dalam dengan keluarga Montreal di Negara Y . "


Mata Andrea berputar nama , keluarga itu mungkin jarang di ketahui namun begitu menakutkan terlebih ketika datang ke Montreal bahkan jika Andrea tidak terlihat hitam dan putih . Dia telah mendengar tentang Montreal.


Keluarga Montreal adalah keluarga mafia terbesar di negara Y , dan memonopoli bisnis senjata di seluruh Asia tenggara . Kekuatannya tidak bisa di remehkan .


Tidak heran Alec mampu mengalahkan semua orang di usia muda dan menjadi pemimpin keluarga walau dia orang luar . Adapun keluarga Alec sendiri , Andre yakin tidak sesederhana cerita Alec .


Melalui Black Bai Andrea mengetahui bahwa keluarga rockefeller sebenarnya memonopoli sejumlah besar industri di negara ini . Dia adalah Raja tanpa mahkota yang sebenernya di dunia bisnis , tetapi karena alasan yang lebih dalam orang luar tidak mengenal keluarga ini .


Adapun bagaimana Alec yang jelas jelas keluarga rockefeller bisa masuk ke keluarga ibunya , Andrea tidak terkejut . Dia telah melihat kekejaman keluarga besar sejak dia masih kecil.


Andrea menatap Alec dalam dalam , dan melihat pria di sampingnya . Meskipun Alec terlihat menatapnya dengan biasa , dia bisa melihat kecemasan dan kegugupan di matanya .


Merasa sedikit lucu di hatinya , dia mengangkat alisnya mencondongkan tubuhnya ke depan . Menggunakan satu tangan di leher Alec dan menjatuhkan badanya di atas badan Alec .


Dengan nafas wanitanya yang begitu dekat , Alec menatap mata Andrea masih dengan sedikit khawatir .


Wajah Andrea tersenyum tanganya terulur mengelus wajah Alec dengan lembut .


" Jadi ? .. Alec apakah kamu ingin aku memanggil mu tuan rockefeller di masa depan ? .. tapi nama ini cocok untuk mu ."


Suara Andrea terdengar jelas , membuat Alec merasa linglung . Dia hanya merasa lega dan tak perlu sopan lagi , mengangkat kepala Andrea dan menciumnya dalam dalam .


Tidak ada yang perlu di jelaskan lagi , dia hanya ingin bersama kekasihnya . Tapi segera setelah itu Andrea mencubit tajam di pinggang Alec , dan menendangnya dari sofa .


Melihat Alec terduduk di bawah dengan ekspresi bingung, Andrea berkata mencibir.


" Kamu bisa tidur sendiri malam ini , lagipula ada begitu banyak hal yang perlu di khawatirkan dalam keluarga mu sendiri . Jadi lebih baik isi energimu sendiri ."


Setelah selesai berbicara Andrea berjalan ke kamar tanpa melihat ke belakang , Alec menoleh melihat punggung Andrea dan tidak bisa menahan senyum masam . Tampaknya Andrea masih marah , seharusnya dia mengakui padanya lebih awal .


Hanya saja latar belakang keluarganya sangat rumit , dia awalnya ingin menangani semuanya dengan baik sebelum memberitahu Alana agar tidak terlalu khawatir . Namun hasilnya tetap saja membuat kekasih kecilnya marah .


Memikirkan wanitanya yang meninggalkannya , Alec merasakan tidak nyaman . Menghela nafas pelan sepertinya dia masih harus membujuk bayinya dengan cepat , kalau tidak mungkin dirinya akan lebih menderita.


Kembali ke kamar , black Bai bertanya kepada Andrea dengan cemas .


" Rea ... Apakah kamu marah ? "


Andrea mengaduk ngaduk lemari dan menjawab dengan santai.


" Tidak , ada apa ? .."


Setelah memilih sebentar, dia mengeluarkan kemeja putih Alec dari lemari dan memakainya sebagai piyama . Sosok Andrea sebenernya tidak terlalu kecil untuk ukuran wanita namun menghadapi badan Alec . Pakaian itu terlihat sangat besar di kenakannya .


Merasakan aroma Alec di sekelilingnya Andrea berbaring di tempat tidur sambil memegang selimut dengan puas . Hembuskan nafas perlahan dan mencoba rileks , dia jelas merindukan pihak lain sebenarnya namun mencoba menepisnya .


" Lalu kenapa baru saja kamu memperlakukan Alec seperti itu ? .."


Black Bai memiringkan kepalanya seolah tidak mengerti, menunggu jawaban Andrea .


Andrea membelai kancing bajunya dengan lembut sambil memicingkan matanya .


" Biarkan dia di beri pelajaran agar mengerti . Kita akan hidup bersama dalam waktu yang lama , dan menyembunyikan rahasia adalah hal yang tabu . Saya bukan orang yang lemah dan manja yang harus selalu dia jaga , dan saya tidak membutuhkan dia untuk selalu merawat saya . Lagipula yang di butuhkan Alec adalah seseorang yang bisa berdiri bahu membahu dengan ya . "