Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia

Menjadi Pahlawan Di Setiap Dunia
dunia pertama


  Secara khusus , Alec merupakan objek dari keluarga keluarga besar untuk berteman . Dan tentu saja menarik lebih banyak perhatian , meskipun banyak orang telah mendengar bahwa dia di asuh oleh keluarga ibu Alana sejak kecil . Orang-orang itu tetap memandang Alec dan Alana berbeda .


Tapi lihatlah gaya pakaian yang mereka kenakan saat ini , di tambah postur tangan Alec yang melingkari pinggang tipis Alana dari belakang . Tampaknya posisi wanita itu di hati Alec bahkan lebih penting dari yang mereka bayangkan .


Ada beberapa orang yang hadir bukan dari kalangan elit , dan kata mereka berbinar melihatnya . Mereka berfikir mungkin bisa membiarkan anak anak mereka untuk bermain bersama Alana , agar memungkinkan mereka untuk mendekati Alec .


Andrea melihat sekeliling dan terkejut melihat sosok pahlawan wanita Diana , Diana datang bersama Dheon sehingga memungkinkannya untuk bisa masuk ke perjamuan ini . Andrea sedikit penasaran dengan metode apa yang di gunakan Diana sehingga Dheon mau membawanya dengan sukarela ke perjamuan . Sungguh membuatnya sedikit kagum .


Merasakan tatapan seseorang tertuju padanya Diana pun menoleh dan melihat Alana . Kebencian melintas di matanya mengingat wanita itu membuat upayanya menjadi wanita Dheon gagal , dan membuatnya sangat malu .


" Siapa yang kamu lihat dengan tatapan itu ? "


Teguran dengan suara dingin terdengar , membuat Diana tersentak dan melemas . Menolehkan kepalanya kesamping langsung bertatapan dengan mata suram Dheon . Diana menggelengkan kepalanya dengan cepat . Dheon hanya mendengus dingin .


" Jangan pernah melihat Alana dengan mata seperti itu !!.. Kamu tidak layak !.. Jangan lupa untuk apa kau dibawa kesini hari ini ! .."


Mendengar nada datar Dheon , Diana menarik nafas dalam-dalam dan mengangguk patuh .


Dia tidak baik-baik saja baru baru ini , dia berfikir Dheon mulai tertarik padanya akan tetapi dia tidak berharap bahwa dia hanya akan diperlakukan sebagai objek pengganti dan Alat . Setiap kali mereka menghabiskan malam bersama Dheon akan menutupi wajahnya dengan kain , dan dia akan memanggil nama Alana dengan cabul .


Awalnya dia ingin berdebat dengan Dheon , namun dia malah mendapatkan pukul dan cacian . Mencacinya hanya wanita malam yang suka menaiki kasur orang kaya .


Tapi Diana tidak bisa melepaskan Dheon , dia membutuhkan pria ini untuk masuk ke dunia kelas atas . Terlebih Dheon memberinya kesempatan emas untuk merayu kekuatan besar yaitu Alec .


Mata Diana melihat sekeliling tempat itu , dan tiba tiba melihat pria yang berdiri di samping Alana . Sosok tinggi tampan seperti dewa Yunani menarik mata Diana .


Hanya dengan melihat aura orang itu dan sikap orang orang di sekitarnya , Diana tau bahwa pria ini pasti memiliki status yang hebat . Diana dengan pelan menarik lengan baju Dheon dan bertanya sambil mengarah ke Alec .


" Tuan Dheon , siapa orang itu ? .."


Dheon menoleh untuk melihat Alec berdiri di samping Alana , kilat emosi melintas di matanya dan berkata dengan dingin .


" Dia adalah Alec , pemimpin perusahaan RC "


" Pemimpin perusahaan RC ! .."


Diana berbisik dalam hatinya bahwa dia telah mendengar tentang reputasi keluarga RC di negara Z , Alec adalah pemimpin keluarga RC sekarang. Membayangkan orang seperti itu akan jatuh dalam pesonanya , mata Diana di penuhi tekad .


Jika dia bisa menikahi keluarga ini dia akan menjadi istri pemimpin RC , status sebagai nyonya besar serta kekayaan di belakangnya belum lagi Alec sangat tampan dan maskulin .


Diana merasa pusing hanya dengan membayangkan dirinya di peluk oleh sosok seperti itu , pria sempurna seperti itu kayak untuk di cintai .


Pada saat ini perhatian Alec secara alami tertuju pada kekasihnya . Alec melihat Alana berkeliaran dengan santai di sekitar jamuan makan lalu setelah beberapa saat sekelompok orang berkumpul di sekelilingnya . Ada kebanggaan dan kecemburuan di hatinya , dia bangga melihat kekasihnya unggul disana namun dia tidak menyukai cara mata mereka memandang kekasihnya .


Terutama para pria keluarga keluarga itu , melihat tampilan cantik Alana . Memandang wanitanya seperti seonggok domba di tengah tengah serigala . Melihat kata kata acak Alana membuat para lelaki disana tersenyum . Wajah Alec gelap dan hatinya penuh dengan cemburu .


Udara di sekitar tampak menjadi dingin dan suasana aneh membuat Andrea langsung menyadarinya . Dengan beberapa sapaan santai dia melirik pria yang mengeluarkan hawa dingin di tubuhnya .


Berjalan ke sudut meja yang sepi mengambil segelas jus dari meja dan menyerahkannya ke pria itu . Andrea tersenyum tak berdaya .


" Tenanglah sayang apa kamu ingin membuat orang orang lari . "


Alec mengerucutkan bibirnya kesal


" Tapi pria pria itu melihatmu ! .."


Andrea tidak tahu harus tertawa atau menangis ketika mendengar itu . Dia sama sekali tidak peduli dengan pria pria itu tapi , tingkah Alec yang seperti ini tak ayal membuat nya senang .


" Kita akan menikah , ketika kita kembali ."


Ucapan tegas Alec , Andrea menatap langit gelap di luar dan mengangkat alisnya ke arah Alec . Wajah Alec pun semakin muram melihatnya .


" Kalau begitu besok kita akan terbang ke negera Y untuk mendapatkan sertifikat . kalau tidak , aku tidak akan yakin ."


" Jangan khawatirkan tentang itu, mungkinkah aku bisa lari dengan orang lain ?.."


Andrea menyesap anggur merah dan dengan sengaja menjilat bibirnya di depan wajah Alec , mata Alec langsung berkilat tajam dan menekan keinginannya untuk membawa wanita itu kedalam pelukannya .


" Lana .. Jika kau merayuku seperti ini .. Aku benar benar tidak bisa menahannya ."


" Jika kau bisa menahannya.. Aku akan memberikan hadiah ketika kita kembali !.."


Alec menghela nafas berat , dia rasanya ingin mengikat wanita itu kembali ke kediamannya dan menghukumnya dengan cara yang menyenangkan . Namun melihat senyuman pihak lain dan mata yang berkedip manja padanya , dia hanya bisa menghela nafas dalam hatinya . Menuruti keinginan gadis kecilnya .


Diana bersembunyi tidak jauh dari mereka berdua dan menyadari interaksi dekat mereka berdua . Meskipun tidak jelas apa yang mereka bicarakan namun cinta di mata mereka tidak di sembunyikan yang membuat Diana menggertakan giginya karena cemburu .


Tidak heran Dheon mengatakan kalau Tuan Alec selalu sangat memperhatikan Alana , dan ternyata kedua orang itu memiliki hubungan seperti itu . Dia menyipitkan matanya mengingat Alana mempermalukan dirinya sendiri seperti itu ternyata dia juga orang yang menaiki tempat tidur pria kaya .


Meskipun pakaian menutupi sebagian besar kulitnya , kulit Alana terlihat sangat bagus . Yah mungkin itu hanya karena kesenangan sesaat dan jika Tuan Alec bosan dia akan membuang Alana dan mencari wanita lain yang menarik matanya .


Memikirkan hal ini Diana memandang Alana dengan sinis , sudah memperkirakan adegan dimana Alana akan di tinggalkan Alec . Namun sesuatu segera muncul di benaknya dan membuat hatinya sangat gembira . Mengetahui hubungan rahasia kedua orang ini , dia dapat memanfaatkannya dengan baik


Tindakan pahlawan wanita sepenuhnya di pantau oleh Andrea melalui black Bai, seluruh proses dari awal hingga saat ini . Keinginan Diana terhadap Alec terlalu jelas yang bahkan Andrea pun langsung menyadarinya .


Awalnya pahlawan wanita tidak memiliki inisiatif untuk mendekat dan Andrea pun tidak ingin melakukan sesuatu kepadanya , namun pihak lain berani menginginkan suaminya sendiri . Andrea menekan amarah di hatinya dan kilatan kejam melintas di matanya .


" Rea tenanglah ..."


Mengetahui emosi Andrea black Bai buru buru berteriak mengingatkan .


Sejak tiba di dunia ini black Bai tidak pernah melihat pupil mata Andrea menjadi merah , yang merupakan tanda kemarahan dan kebenciannya . Di dunia lain di masa lalu setiap pupil merah muncul di mata Andrea tidak lama maka dunia akan hancur .


Tetapi di dunia ini metode Andrea secara tidak terduga lembut dan tidak ada kekerasan yang membunuh orang dan menghancurkan dunia . Black Bai tahu bahwa ini pasti tidak dapat di pisahkan dari Alec yang berdiri di samping.


Tapi sekarang karena Diana mendambakan Alec , Andrea sekali lagi menunjukkan tanda tanda .


" Jangan khawatir.. Aku tidak akan membunuhnya . Dengan Alec di samping ku aku hanya berjaga . "


Andrea menatap Alec dari samping , akhirnya menunjukan ekspresi lembut dari matanya .


Tapi black Bai yang mendengar jawaban dari Andrea bahwa selama ada Alec disana dia tidak akan menghancurkan dunia . Tapi jika tidak ada Alec , dia pasti sudah membunuh Diana dan menghancurkan dunia .


Tapi Alec hanyalah orang di dunia kecil sama sekali berbeda dengan Andrea . Dia akan menjadi tua dan mati , black Bai tidak bisa membayangkan perilaku gila macam apa yang di lakukan Andrea tanpa Alec . Dan dia merasa mungkin keputusan yang salah membiarkan Andrea bersatu dengan Alec .


Pada saat ini Andrea tidak tahu apa yang di pikirkan black Bai dan berdalih pergi ke kamar mandi meninggalkan sisi Alec . Setelah keluar dari kamar mandi Andrea benar benar bertemu dengan Diana .


Diana hari ini mengenakan pakaian yang indah , di masalalu dia hanya memiliki wajah yang cantik . Bahkan setelah berpakaian bagus dia tetap tidak bisa menandingi Andrea . Berjalan melenggang ke depan Alana dan berkata .


" Nona kedua .. Sudah lama sekali !.."


Andrea menatap Diana sembari menyampaikan rambutnya ke belakang telinga dengan anggun . Memperlihatkan anting berlian di telinganya . Mengangkat matanya dan melihat dengan santai .


" kamu siapa ? "


Diana tersedak dan melihat ke pihak lain yang berpakaian mahal dan anggun dengan anting anting berlian yang berkilau , kebencian di hatinya semakin menumpuk .


" Nona muda kedua telah melupakan banyak hal , saya adalah Diana . Kami pernah pernah bertemu sebelumnya ."


" oh !.."


Andrea hanya memberi oh singkat .


" Aku ingat .. Kamu adalah wanita yang masuk ke kamar kakak lelaki ku ketika dia mabuk . Ada keperluan apa dengan ku ? .."


Diana sudah menebak bahwa Alana akan berkata sinis padanya , dan dia tidak marah . Tetapi berkata sambil tertawa .


" Karena sama sama mengambil kesempatan di tempat tidur , jangan menghina siapapun . Nona muda kedua , saya ingin tahu seperti rasanya bangun dari tempat tidur tuan Alec ?."


Andrea hanya mencibir dan menatap tajam dan dengan santai meninggalkan Diana , namun di tahan oleh pihak lain . Diana menggertakan giginya dan berkata .


" Tunggu nona muda kedua , saya yakin anda tidak ingin hubungan anda di ketahui oleh ayah dan kakak laki-laki anda ! .. Apa yang di katakan tentang keluarga anda nanti akan cukup bagus . Beri tahu orang orang bahwa anak perempuan benar benar merayu pamannya yang lebih tua di tempat tidur . saya tidak perlu mengatakan lebih banyak tentang yang akan terjadi selanjutnya . "


Mendengar ini Andrea berhenti dan menatap Diana dengan dingin , Diana berfikir ancamannya berhasil dan dia merasa bangga akan hal itu . Terlepas dari orang lain dia berkata pada Andrea .


" Alec adalah pemimpin keluarga RC dan selalu akan di turunkan dari generasi ke generasi . Bahkan jika kamu merasa kamu benar benar mencintainya , keluarga besar tidak akan pernah mengijinkan kalian menikah . Karena kalian keluarga dan ayahmu adalah suami kakaknya . Daripada membiarkan dia menemukan putra keluarga lain untuk menikahi mu di masa depan . Itu tidak akan lebih baik dari pada kita bekerja sama , jadi aku akan menjadi istri tuan Alec dan kamu tidak perlu merasa khawatir seseorang akan mengganggu urusan pribadi mu atau mengatur pasangan mu dan aku juga bisa bergabung dengan keluarga kelas atas . Nona kedua bagaimana menurutmu ?.."