Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 88


Pagi hari di kediaman Bawika Praya, shacsya sedang packing perlengkapan selama di Raja Ampat sedangkan sang suami sejak sejam yang lalu sudah berada di ruang kerja.


Tok tok tok


Pintu kamar shacsya memang sengaja tidak di tutup rapat karena dia memang memesan jus dan kopi untuk diantar ke kamar.


" Nyonya ini jus dan kopi serta ada cookies " Ucap Sumi yang masuk dengan nampan di tangannya.


" Iya bi makasi, oh iya bi sini bantu saya " Shacsya meminta ARTnya untuk masuk ke Walk in closed yang ada Wadrobe nya.


" Nyonya mau kemana sama tuan ? " Tanya sumi yang langsung membantu memasukkan barang-barang yang sudah di pack masing-masing.


" Mau honey moon " Ucap Shacsya sambil tersenyum malu.


" Serius nyonya ? " tanya sumi sedikit kaget namun lebih banyak bahagianya.


" Iya bi, bibi nggak suka ? "


" Suka banget, pulang harus bawa keluarga baru " todong bi sumi antusias.


" Mana bisa begitu bi, saya disana nggak sampai satu tahun "


" ya Minimal hamil lah nyonya "


Gelak tawa terdengar dari ruang Wadrobe milik keluarga Bawika, membuat Khev tersenyum tipis yang tadinya berniat masuk ke dalam kamar mengurungkan niatnya lalu berjalan kearah taman.


" Mas Khev kemana ya bi ? "


" Masih di ruang kerja mungkin nyonya "


" Bibi udah lama sekali tinggal sama mas Khev, dia orangnya seperti apa ? "


" Tuan itu baik nyonya, udah itu saja. Tapi setelah menikah dengan Nyonya jadi lebih baik, lebih santai hidupnya pokoknya nyonya membawa warna baru dalam kehidupan tuan "


" Haha, Bi Sumi nanti nitip rumah ya kalau selama kita pergi Aiza pulang tolong siapkan apa yang dia inginkan ya "


" Nona nggak ikut nyonya ? "


" mana ada honey moon ngajak anak bi " Suara bariton milik Khev membuat shacsya dan Bi Sumi menoleh kearah sumber suara.


Bi sumi langsung reflek menutup mulutnya, sedangkan shacsya malah tersenyum dengan lebar.


" Mas itu kopi yang buatin bi Sumi diatas meja, mas mau mandi sekarang ? "


" Enggak nanti aja, mas mau bantu kamu saja. Bibi bisa melanjutkan pekerjaan yang lain, shacsya biar saya saja yang bantu "


" Baik tuan " bi Sumi langsung beranjak dari duduknya namun saat akan melangkah, shacsya mencegahnya.


" Mas aja deh lanjut kerja dulu, aku sam bi sumi aja " Shacsya berbicara dengan wajah memelas namun masih dengan senyuman.


" Udah bi, biar saya saja yang bantu shacsya "


" Baik tuan " Kali ini bi sumi benar-benar pergi dari kamar milik Khev dan shacsya.


" Mas kenapa coba, udah seru-serunya sama bi sumi pakai mau di bantu " Protes shacsya dengan bibir yang manyun.


" Oh nggak mau ini di bantu sama suaminya "


" Ya udah mas tata aja sendiri itu punya mas " Shacsya bangun dari duduknya lalu hendak berjalan keluar namun Khev lebih dulu menarik tangan shacsya dan membuatnya jatuh kepangkuan suaminya.


" Kata siapa ? "


" Kata aku barusan "


" Hmmm, udah ah sana beresin sendiri " Shacsya kembali beranjak bangun namun lengan Khev berhasil menahan shacsya untuk tetap duduk diatas pangkuannya.


" Mas " Protes shacsya


" Apa sayang ku " Ucap Khev sambil mencium bibir shacsya dengan singkat.


" Ayolah, udah pengen sampai Raja Ampat "


" Iya ayo-ayo sini aku bantu tata yang udah kamu packing masuk ke dalam cooper "


" Sayang, bawa ini ? "


" Iya " jawab shacsya tanpa melihat kearah benda yang di tunjukkan oleh Khev.


" Buat apa ? Kan pengen punya anak " Timpal Khev lalu melempar sebuah kotak ke sembarang arah.


" Eh emang apaan mas ? " Shacsya yang penasaran lalu menoleh kearah Khev.


" Makanya kalau suami nanya itu di liatin " Gerutu Khev sambil berdiri mengambil barang yang baru saja dia lembar.


" Haha, kirain mas pengen bawa itu tadi ada di meja situ " Shacsya menunjuk kearah meja kaca tempat ikat pinggang dan jam tangan milik Khev.


" Hayu mas beli begituan buat apa ? Perasaan nggak pernah di pakai ? "


" Willy yang ngasih pas habis nikah sama kamu "


" Ha ? Koko ? Kenapa memang ? " Shacsya beranjak mendekati kearah Khev.


" Dulu pernah bilang sama dia, nggak pengen punya anak "


" Oh, lantas kenapa sekarang pengen ? " Shacsya langsung memotong ucapan Khev yang belum selesai.


" Dengerin dulu suami selesai ngomong baru tanya apa protes " Khev rasanya sudah ingin menerkam shacsya apalagi saat wanita itu sempat duduk di pangkuannya tadi, karena adik kecil miliknya sudah langsung bereaksi.


Shacsya yang mendengar Khev nyerocos hanya tersenyum miring, sambil merapikan barang-barang seperti skin care dan beberapa barang pribadi miliknya.


" Mas tambah bawel ya sekarang " Tanggapan shacsya membuat Khev semakin gemas pada istrinya, pria itu langsung mengendong istrinya layaknya Bridal style dan membawa wanita itu keatas kasur.


" Mas kita belum selesai packing " shacsya mencoba menolak Khev namun pria itu sudah kepalang tanggung, langsung melucuti semua pakaian yang shacsya kenakan.


Dalam sekejap tidak sehelai kain yang menempel pada tubuh sexy shacsya, yang membuat Khev langsung menjelajahi tubuh istrinya dengan bibirnya.


" Masss " Khev selalu mampu membuat shacsya mendesah dan menikmati semua rangsangan dari Khev.


" Kita bakal terlambat "


" Kita nggak akan pernah terlambat sayang " Ucap Khev semabari menenggelamkan pusakanya.


Mereka berdua sama-sama menikmati olah raga pagi menjelang siang itu, hingga pukul 12.00 olah raga itu baru selesai shacsya sudah mandi begitupun dengan Khev yang sudah mengenakan celana jeans dan hem lengan pendek yang sengaja tidak dikancingkan dengan kaos di dalam. Dimata shacsya penampilan Khev tidak pernah Filed.


Shacsya memilih mengenakan mini dress bunga-bunga kecil dengan lengan yang terekspos, membuat wanita itu terlihat fresh walaupun semalam hingga siang harus melayani suaminya.