
" Istri saya kemana Lion ? "
" Pulang diantar tuan Willy bos "
" Seperti nya dia sedang kurang sehat, mengenakan jacket saat keluar dari ruang kerja "
Khev hanya tersenyum tipis ' Lihat saja nanti malam apa yang akan saya lakukan untuk menghukum kamu '
" Cari tahu hubungan Zean dengan istri saya dulu seperti apa "
" Nyonya pernah berhubungan dengan Tuan zean bos ? "
" Cari tahu saja " Titah Khev
" Oke bos "
***
Malam hari di Mansion Bawika
Shacsya baru saja menyelesaikan mandinya setelah menyiapkan makan malam untuk anak dan suaminya, dia berdiri di depan cermin dengan menyemprotkan wewangian di titik-titik bagian tubuhnya.
" Wangi sekali " Bisik Khev yang memeluk tubuh shacsya dari belakang.
" Mandi sana, air anget udah siap " Ucap shacsya tidak memberikan respon dengan ucapan Khev.
Khev bukan melepas pelukan itu malah menenggelamkan wajahnya di leher sang istri lalu menciumi dengan intensnya.
" Tuan Khev anda belum mandi masih banyak kuman yang menempel di tubuh anda, dan yang jelas makan malam sudah siap anak anda menunggu untuk makan malam " Ucap Shacsya dengan tegasnya.
" sebentar saja " bisiknya.
" leher saya sudah merah semua, masih kurang " Shacsya lalu melepas pelukannya itu dan segera berjalan keluar kamar menuju kamar Aiza.
" Momma, kenapa gitu mukanya ? "
" Papa nyebelin " Jawab shacsya yang menghempaskan pantatnya pada tempat tidur sang anak.
" Kenapa mom ? " Tanya sang anak yang tadi sedang belajar sekarang sudah menghambur ke pelukan sang momma.
" Nggak cepet-cepet mandi, momma udah laper " Jawab shacsya sambil tersenyum.
" Nanti biar Ai marahi mom "
Shacsya lalu mengangkat tangannya untuk mengajak tos sang anak, dan memeluk anak gadis itu.
" Ehem "
Dehem dari Khev membuat shacsya dan Ai saling melepaskan pelukan.
" Udah sayang " Jawab Khev yang menghampiri Ai dan menciumi nya.
" Papa kalau pulang itu langsung mandi, biar momma tidak cemberut "
" Siap tuan putri " Sambil melirik sang istri Khev tersenyum tipis.
" Ayo kita makan, momma udah laper "
" Ai turun dulu boleh sayang ? Papa mau ngobrol bentar sama momma ? "
" Ngobrol habis makan aja paa " Ai menarik lengan sang papa yang membuat shacsya terkekeh geli.
Hampir satu jam bersama menikmati makan malam, shacsya juga tidak banyak bicara begitu juga dengan Aiza namun beberapa kali Khev mengajak ngoborl dan hanya dijawab dengan anggukan atau gelengan sang anak.
" Papa ke ruang kerja dulu " Pamit Khev pada Aiza, sedangkan shacsya masih sibuk dengan beberes di bantu oleh Bi Inah dan Bi Sumi.
" Nyonya, tuan ganas juga ya " Goda Bi Inah yang menyadari ada beberapa tanda merah di leher sang Nyonya.
" Ish bibi, kenapa masih bisa lihat si "Gerutu shacsya dengan malu-malu.
" Bahkan dulu dengan Nyonya Audi, tidak ada pernah ada tanda seperti itu " Guman Bi Sumi yang tidak sengaja mendengar obrolan Shacsya dan Bi Inah.
" Tuan memang nggak mencintai Nyonya Audi "
" Tapi kenapa tuan bisa punya anak ? " Selidik Bi Sumi yang sebanarnya menaruh curiga atas sikap-sikap tuannya selama ini, bahkan membandingkan akan sikap sang tuan dengan nyonya yang sekarang.
" Biar jadi urusan tuan "
" Udah nggak usah di bahas urusan yang sudah-sudah " Tegus shacsya.
" Baik Nyonya "
" Enggak enak sama Aiza " Shacsya sambil tersenyum, perempuan ini nggak pernah ketus ketika menegur siapapun. " Saya keatas dulu ya bawa kopi buat mas Khev "
" Baik Nyonya, selamat beristirahat "
***
Shacsya berjalan menuju ruang kerja suaminya, saat shacsya akan mengetuk pintu pria itu sudah membuka pintu.
" Kenapa sayang ? "
" Ini kopi, kirain meriksa berkas lama jadi di buatin kopi "
" Oh, masuk dulu deh kalau gitu "