Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 16


Shacsya dengan dress asimetris berwarna hitam berdiri di dekat Khev dengan Aiza yang berada di gendongnya membuat setiap orang yang datang ke rumah duka bertanya akan perempuan itu siapa, bahkan Aiza yang tidak mudah bergaul dengan orang lain cukup nyaman berada di gendongannya perempuan itu.


" Khev, aku turut berduka atas meninggalnya Audi " Ucap Nandini sambil berusaha ingin memeluk Khev namun dia tolak, bahkan dia sengaja meneteskan tetes mata dimatanya agar terlihat lebih menjiwai peran kehilangan seorang teman padahal di lubuk hatinya yang terdalam sangat bahagia saat mengetahui berita kematian tentang Audi karena dia menjadi memiliki kesempatan untuk mendekati duda keren ini.


" Onty, kita ke kamar " Bisik Aiza di telingga shacsya yang di jawab dengan anggukan kepala, saat hendak melangkaha tiba-tiba lengan shacsya ada yang menarik.


" Kalian mau kemanan ? " Tanya Khev dengan muka yang cukup datar walaupun mungkin dia sedang sedih namun sikapnya masih saja dingin sedingin kutub utara * hahaa sok tau banget ya, padahal belum pernah ke kutub utara.


" Ai minta ke Kamar Tuan "


" Ya sudah sana "


Setelah mendapatkan persetujuan shacsya segera berjalan menaiki anak tangga yang diikuti oleh Willy yang sedari tadi berdiri tidak jauh darinya, saat melihat perempuan yang tidak luput dari pandangannya menaiki anak tangga dia segera bergegas mengikuti.


Willy menghempaskan tubuhnya di sofa yang ada di kamar Aiza, sedangkan shacsya membawa gadis kecil itu keatas kasur miliknya.


" Onty, aku sudah nggak punya mama lagi. Aku akan di rumah sendirian setelah ini "


Shacsya menautkan alisnya dan mentap Willy namun pria itu hanya mengangkat bahunya, menandakan dia tidak tahu menahu soal itu.


" Masih ada papa "


" Papa terlalu sibuk bekerja onty " Ucapnya dengan nada nelangsa.


" Minta papa mencari mama baru " Ucap Shacsya asal.


" Onty saja yang jadi mama baru ku "


" Eh apa " Shacsya malah menjadi gagap saat mendengar ucapan Aiza, padahal harapan dia bukan jawaban itu.


" Syukurin " Ucap pelan tanpa suara dari Willy melihat shacsya yang binggung.


" Aku sayang sama onty " Gadis kecil itu lalu memeluk tubuh shacsya yang duduk di sampingnya.


" Onty juga sayang sama kamu " Kecukan mendarat di kening gadis kecil itu, tanpa mereka sadari sedari tadi Khev Bawika mengamati mereka dari balik pintu yang tidak tertutup dengan sempurna ada senyuman tipis di bibirnya.


" Tuan, ada Tuan Affandi bersama Nyonya Nadia di bawah "


Pria yang masih mengamati apa yang sedang terjadi di dalam kamar itu hanya membalas dengan anggukan kepala, pria itu langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan kamar anaknya.


Anak, sebenarnya Aizaa Keva Mazela Prayabukanlah anak kandung dari Khev Bawika, karena Audi saat menikah dengannya sudah hamil dua minggu.


" Terimakasih om tante sudah hadir di prosesi penghormatan untuk mendiang istri saya " Ucap Khev pada suami istri yang tak lain adalah paman dan bibi dari shacsya.


" Kamu yang sabar "


" Pasti om "


" Kalau kamu butuh bantuan untuk merawat putrimu, Nandini juga sangat dekat dengan mendiang istrimu jadi dia bisa membantu mu untuk menjaganya "


" Tidak perlu sampai merepotkan Nandini tante, dia pasti sangat sibuk dengan butiknyaa "


" Tapi nggak masalah khev kalau kamu ingin di bantu mengurus Aiza, toh butikku juga bisa di pantau sambil ngurus Aiza " Ucap Nandini dengan super PeDenya, percakapan diantara mereka terdengar jelas di telinga shacsya yang sudah berdiri di belakang Khev.


" Permisi Tuan, nona Aiza minta di temani " Bisik Shacsya pada pria itu.


" Maaf om tante, saya mau menemui anak saya dulu " Pamit Khev lalu berjalan naik keatas yang diikuti oleh Nandini sedangkan shacsya memilih untuk berjalan ke taman menghirup udara.


...****************...