
" Kenapa kamu memilih saya ? "
" Nggak mungkin nikah sama Koko atau abang, karena aku sudah nyaman ngejalanin hubungan yang seperti ini dengan mereka "
" Bukankah menikah harus berdasarkan cinta ? "
" Bukankah cinta akan tumbuh dengan seiring waktu ? "
" Heem kamu yakin ? "
" Sha waktu udah mepet, segera putuskan ! " Titah Raditya yang cukup was was dengan sikap ponakannya.
Khev berjalan masuk ke dalam " Lakukan seperti apa yang mereka inginkan, saya akan melindungi shacsya. Oh iya Will bawa semua orang ke kamar mu, biarkan mereka merasa berhasil "
" Oke kak "
Semua orang meninggalkan kamar Khev, shacsya berjalan ke arah tempat tidur.
" Tidurlah dulu "
Shacsya menghela nafas panjang, mencoba merebahkan tubuhnya di samping Aiza yang masih terlelap.
" Mas " Shacsya memangil Khev yang sudah berjalan hingga ambang pintu.
" Kenapa ? "
" Mau kemana ? "
" Disini saja, kenapa ? Mau banget kamu tidur sama saya ? " Khev tersenyum smrik yang membuat pipi shacsya berubah warna menjadi pink.
" Apan coba "
" Kali aja gitu, udah ke belet tidur bareng sama saya "
" Hilihh bodor banget ternyata ya mas Khev itu, nggak sedingin tampilannya dan ngga secuek yang tersirat dari sikapnya juga.
" Sengaja "
" Kenapa gitu ? "
" Sikap saya begini saja banyak yang suka, coba kalau saya tebar pesona bisa bikin patah hati anak orang "
" Ha Ha ha "
" Ssttt "
Obrolan itu terhenti ketika pintu kamar yang di ketuk secara membabi buta.
***
" Apa ? Dia yang akan kamu nikahi ? " Nandini cukup terkejut dengan ucapan Khev yang hampir semuanya terkejut kecuali shacsya.
" Iya memang kenapa ? Kalau saya mau dengan kamu. Kamu sudah jadi selingkuhan saya sejak dulu nona Nandini "
' wkwkwkw selingkuh, oh ohh mas khev seperti nya cukup menjiwai dengan peran ini. Tapi benar juga jika dia mau pasti sudah selingkuh sama nandini. Gilaa ' Decak kagum sembari tertawa membuat suasa hati shacsya sedikit membaik.
" Mas soal kerja sama Praya group dengan para desainer boleh saya yang menentukan ? " Tanya Shacsya dengan air mata yang masih menetes.
" Silahkan Nyonya Neysha Khev Bawika, mulai besok akan saya urus " Ucap Khev dengan senyum smrik oh iyaa dia tetap menggenggam erat jemari tangan shacsya ya.
" Kurang ajar kamu " teriak Nadia yang merasa di permalukan.
" Buat dia ajah "
" Maurin segera urus semuanya "
" Untuk mansion milik daddy biarkan jadi milik mereka, walaupun banyak kenangan dengan daddy dan mommy banyak luka juga buat aku "
" Baik nona " Jawab Maurin.
" Kalian bisa pergi dari kamar ini atau mau saya pesankan kamar juga disini untuk bisa hadir di pernikahanku bersama mas Khev ? Bolehkan mas ? "
" Apapun asal membuat kamu bahagia akan saya lakukan "
Jawaban yang cukup diplomatis, membuat semua orang merasa binggung dengan keputusan shacsya ataupun Khev.
Setelah pengacau ini pergi, banyak pertanyaan yang akan mereka berikan untuk dua orang yang tiba-tiba mutusin nikah padahal selama ini nggak pernah akur.
" Nandini ayo ikut mama " Titah Nadia kepada sang putri, namun ketika mereka sampai di depan pintu menoleh ke belakang " Radit Tunggu balasan dari ku " Ancam Nadia yang di balas dengan senyuman kepada sang kakak.
Saat Nandini dan Ny. Nadia sudah meninggalkan kamar itu dan hanya tinggal orang-orang inti, shacsya menghempaskan tubuhnya diatas sofa sembari tersenyum.
" Kamu yakin mau nikah sama Khev ? " Tanya Raditya yang duduk di dekat shacsya.
" Mas Khev gimana ? " Shacsya malah kembali bertanya pada pria yang mengumumkan akan menikahi dia.
" Kita akan menikah besok om, om mau kan jadi wali shacsya "
" Will, gimana ? " Raditya melihat kearah Willy yang membawa Aiza kedalam pelukannya.
" Lanjut om, Willy asal shacsya bahagia "
" Buat surat perjanjian pra nikah " Ucap Mario yang tiba-tiba juga sudah berada di dalam kamar itu.
" Buat apa si bang ? "
" Buat melindungi kamu "
" Ya Elah bang, harta juga banyakan dia. Dia juga gak mungkin KDRT " sanggah shacsya yang memang engan membuat perjanjian pra nikah itu.
" Buat aja dik, semua demi kebaikan kamu. Kalau kakak ku sampai ngelakuin kamu, aku orang pertama yang akan bawa kamu pergi dari rumah dia. Tulis di perjanjian itu "
" Hehe koko kenapa ikut-ikutan nggak yakin sama kakak sendiri ? "
" Gua aja bisa di usir sama dia, apalagi lo dek "
" Dasar lo " Khev memukul kepala milik Willy.
" Awas aja lo kak "
" Bu Niluh mana om ? "
" Ada di kamar willy, kenapa ? "
" Koko, tidur sama mas Khev aja tuh "
" Kenapa memang ? "
" Mau bobok sama Bu Niluh " Jawab shacsya lalu ngeloyor pergi keluar kamar Khev