Menikah Saja Dengan Ku

Menikah Saja Dengan Ku
Chapter 66


Sinar matahari sudah mulai meredup, langit yang tadinya berwarna biru kini sudah menggelap. Semua ART shacsya sedang mempersiapkan barbeque, benar demi liburan ini Khev harus meminta bantuan Lion untuk menempatkan anak buahnya untuk berjaga di sekitar Villa dan Mansion yang dia tinggalkan.


" Udah mandi kamu sayang ? " Tanya Khev saat mendapati sang istri sedang duduk diatas sofa dengan posisi setengah rebahan.


" Udah mas, mas mau mandi ? " Pria itu entah darimana, setelah pulang dari Cafe dia mengantar sang istri belanja lalu pergi bersama Lion.


" Bentar dulu " Jawab Khev yang memilih menghempaskan pantatnya di sofa dan membiarkan kaki sang istri berada di pangkuannya.


" Maaf jika nanti akhir-akhir ini aku akan sering meninggalkan kamu, bukan karena ada yang lain tapi ini demi kebaikan semuanya " Khev menjeda ucapannya, untuk memastikan reaksi apa yang akan diberikan oleh sang istri. " Kamu tahukan beberapa pekerjaan saya membutuhkan saya, setelah pulang dari sini kami tinggallah di penthouse saya akan menempatkan orang-orang disana "


" Kenapa mas ? " Shacsya mendapati kekhawatiran dari wajah Khev.


" Semua akan baik-baik saja, saya janji " Khev memindah kaki sang istri lalu mencium pipi dan berakhir pada bibir sang istri.


" Mas, kita sudah menikah walaupun mungkin aku terlihat cuek dan dingin karena sifat kita yang beti (beda tipis) bukan berarti saya tidak peduli sama kamu, kalau kamu butuh bantuan ku bilang. Ingat aku akan selalu mendukung mu " Kali ini shacsya cukup tulus mengatakan semua itu pada sang suami, karena sejujurnya dia tahu apa yang sedang di hadapi suaminya persaingan bisnis.


" Mas, boleh aku memilih tinggal di rumah saja menikmati hidup tanpa harus ke kantor. Aku bukan tidak mau membantu dirimu tapi aku tidak ingin membuat konsentrasi mu terpecah cuma karena ingin membuat ku nyaman berada disana, biarkan aku dengan profesiku dan aku akan tetap membantumu "


" Silahkan sayang, lakukan apapun yang kamu mau. Aku akan mendukung mu " Pria itu meletakkan kepala di bahu sang istri dan shacsya mengusap tengkuk kepala sang suami karena walaupun dia baru menikah beberapa bulan shacsya mulai dapat memahami sang suami.


" Mandi dulu ya, aku siapin air panas "


" Biarkan aku seperti ini dulu sebentar lagi, aku takut tidak akan punya banyak waktu untuk melakukan ini nantinya "


" Ngomong apa si mas, kalau mas nggak ada waktu pulang. Aku bakal ke kantor buat nemuin kamu "


" Kamu udah jatuh cinta sama aku ? " pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir Khev membuat shacsya mengerutkan keningnya dan menarik salah satu sisi bibirnya.


" Belum mas, masih berusaha kalau mas sendiri ? "


" Sudah "


" Kenapa bisa ? " Entah kenapa kalimat itu yang muncul dari bibir shacsya.


" Sha " Khev meraih jemari tangan shacsya lalu meletakkan di pangkuannya sembari memainkannya " Mana ada pria yang tidak jatuh hati jika kamu memperlakukannya dengan baik, bagi saya kamu sudah menjadi istri yang sempurna dengan mengurusi segala hal tentang saya, padahal kamu belum jatuh cinta sama saya " Khev cukup lumayan panjang berkata-kata kali ini membuat shacsya tersenyum samar.


Khev dapat melihat dengan jelas apa yang sedang istrinya lakukan di dalam sana, membuatnya berfikir betapa telatennya dia mempersiapkan semuanya membuat Khev melangkah mendekati wanita itu lalu memeluknya dari belakang.


" Sha, boleh saya melakukannya kali ini ? " pertanyaan itu begitu ambigu bagi shacsya setelah loading cukup lumayan lama akhirnya dia faham apa yang di mau suaminya.


" Mas tapi ak- " Kalimat itu terhenti saat mulut shacsya tiba-tiba di ***** dengan lembut oleh Khev.


" Mas " Shacsya berusaha melepaskan ******* itu, dan memundurkan tubuhnya.


" Kamu belum siap ? Atau kamu berfikir saya sudah pernah melakukan sesuatu dengan yang lain ? "


" Belum siap mas, kalau soal mas pernah melakukan atau belum dulu itu juga bukan urusan aku. Karena aku menikah dengan mas juga dengan status duda "


Perkataan shacsya berhasil membuat Khev mendengus kesal, mengusap wajahnya dengan kasar menandakan Khev cukup frustasi ketika menghadapi sang istri.


Khev memegang kedua sisi pipi istrinya " Liat mata saya " Pinta Khev " Saya mungkin dulu suka ke club namun saya tidak pernah menyerahkan hak istri saya untuk yang lain, termasuk Audi " Shacsya cukup terkejut mendengarkan ucapan Khev.


" Maksud mas ? " Khev membalikkan tubuh sang istri lalu memeluk dari belakang jari tanggannya menyalakan shower sehingga membuat mereka berdua basah.


" Saya belum pernah melakukan hubungan suami istri dengan siapapun " Bisiknya sembari menyiumi leher shacsya.


" M.... masss "


" Please sha "


" Mas, di bawah banyak orang. Biarkan saya mempersiapkan diri dulu "


Khev menghembuskan nafas dengan kasar, lalu melepaskan tubuh sang istri dan berendam ke dalam bathtub.


" Maaf mas " shacsya mengecup kening suaminya lalu berjalan menjauh dari bathtub.


***