Love Monster

Love Monster
Harus Bertanggung Jawab


Andreas tidak bisa mengelak dari serangan yang dilakukan oleh ayahnya, yang memintanya untuk mencari solusi sendiri atas apa yang dilakukannya.


"Tapi Yah, Andre tidak tahu lagi harus bagaimana. Lay sudah meninggalkan Andre dan tidak memberikan kabar di mana keberadaannya sekarang. Andre juga sudah mencarinya di mana-mana, tapi tidak ada jejaknya sama sekali."


Adhya menghela nafas panjang, saat mendengar perkataan anaknya yang tampak menyerah dan putus asa.


"Sangat disayangkan. Tapi apa yang terjadi dengan rumah tanggamu, selain adanya Birdella? apa dia tahu, siapa sebenarnya Birdella?"


Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh ayahnya, Andreas tidak bisa langsung menjawabnya. Dia tampak seperti sedang berpikir untuk memberikan penjelasan tentang keadaan dirinya, agar ayahnya tidak menyalahkan dirinya dari satu sisi.


"Sebenarnya rumah tangga kami tidak baik-baik saja. Tapi, bagaimanapun juga Birdella juga masih istrinya Andreas Yah. Dan Andre tidak mau menyakiti Lay"


"Sayangnya dia tahu sendiri, dan Birdella tidak sabar ingin memberitahu Lay, jika dia adalah mamanya Felisia."


Akhirnya dengan terpaksa, Andreas menceritakan bagaimana keadaan rumah tangganya yang sebenarnya. Dia juga siap seandainya disalahkan oleh ayahnya dalam situasi seperti sekarang.


"Emhhh... pantas saja Ayah merasa jika ada kejanggalan. Sebelum Lay pergi, dia sering bertingkah aneh dan tidak biasanya jika Ayah menjemput Felisia."


"Dia bersikap tidak seperti biasanya. Dan ketika ayah pergi, dia juga langsung ikut pergi." Adhya mulai mengingat-ingat kembali tentang keadaan Lay, yang dia ketahui terakhir kalinya.


"Apa yang harus Andre lakukan Yah? Andre tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sudah melaporkan kehilangan Lay ke kepolisian, tapi mereka tidak bisa menemukan jejaknya." keluh Andreas tampak menyesali sikapnya yang kemarin-kemarin pada Lay.


"Baiklah, Ayah akan membantu untuk menyelesaikan masalah ini. Apakah Kamu sudah mencoba mencari bantuan dari keluarga Lay?"


Andreas mengelengkan kepalanya beberapa kali, mendengar pertanyaan yang diajukan oleh ayahnya. Doa bahkan tidak tahu, apa masih ada anggota keluarga Lay. Karena selama mengenal istrinya itu, Lay tidak pernah menceritakan satupun dari anggota keluarganya.


"Ayah akan membantu mencari Lay sebisanya. Kita tidak ada petunjuk apapun, yang membuat perasaan justru tidak tenang jika dia hilang begitu saja."


Andreas mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya saat ini. Dia juga sebenernya merasa sangat khawatir, tapi karena ada Birdella yang sedang hamil, jadi dia hanya pura-pura tidak terlalu memikirkan Lay yang tidak ada kabarnya.


"Baiklah, mari kita bekerja sama untuk menemukan Lay. Kita bisa mencari informasi dari teman-temannya atau orang yang dikenalnya. Kita juga bisa mencari bantuan dari detektif swasta."


"Terima kasih Yah. Andrea sangat berterima kasih atas bantuannya," ucap Andreas merasa lebih tenang.


"Tapi, Ayah hanya akan mencarinya di daerah kota. Felisia juga Ayah bawa, agar tidak menjadi pengaruh untuk perkembangan anak tersebut."


Adhya akhirnya membawa Felisia untuk hidup bersama dengannya di kota, membiarkan Andreas yang hidup dan bertanggung jawab atas semua kejadian yang terjadi pada Birdella. Karena apa yang terjadi pada Birdella juga atas kesalahan Andreas, yang membiarkan Birdella tertekan dengan pikirannya yang tidak merasa diakui secara umum sebagai istri dari Andreas sendiri.


*****


Lay sedang berbicara dengan Armaro, di kamar mereka.


"Honey, Aku juga merasakan hal yang sama. Tapi Kamu harus tahu, semua perjuangan dan pengorbanan yang kita lakukan untuk mencapai titik ini terbayar dengan kebahagiaan kita sekarang."


"Aku setuju dengan hal itu. Aku sangat bersyukur kita bisa melewati semua ini bersama. Aku tak sabar untuk memulai hidup baru kita sebagai pasangan," terang Lay, yang sudah mulai bisa menerima kenyataan.


"Aku juga tidak sabar, Hon. Kau tahu, kita memiliki banyak kesempatan untuk menjelajahi dunia bersama. Kita bisa pergi ke hutan-hutan yang belum pernah kita datangi sebelumnya, menemukan makhluk-makhluk yang baru, dan merayakan kehidupan kita bersama, yang sudah lama tidak bertemu."


"Benarkah? itu terdengar seperti luar biasa! Dan aku juga berharap kita dapat membantu kerajaan ini dengan lebih baik. Kita bisa berkolaborasi dan memperbaiki kehidupan semua makhluk yang ada di dalam kerajaan ini," ujar Lay dengan bersemangat.


Armaro menganggukkan kepalanya, paham dengan maksud perkataan Lay. Dia bisa mengajak Lay memperluas pengetahuan, dan membantu para peri dan manusia di sekitar mereka dengan cara yang lebih baik.


"Aku sangat bersyukur Kamu ada di sampingku, Armaro. Kita memang berbeda, tapi aku merasa kita sangat cocok satu sama lain." Lay mulai membelai pipi Armaro.


"Aku juga merasa sama, Lay. Kita dapat belajar satu sama lain, tumbuh bersama, dan mencapai hal-hal yang lebih besar bersama-sama."


"Aku juga tidak sabar untuk menghabiskan sisa hidupku bersama denganmu," terang Armaro Baruto, dengan mengambil tangan Lay, kemudian dikecupnya punggung tangan tersebut.


Lay hidup dengan tenang dan nyaman di kerajaan tempat Armaro berkuasa, di danau yang tenang di tengah hutan. Dia menemukan kedamaian yang belum pernah dia rasakan sebelumnya di tempat lain.


Setelah hidup sebagai manusia biasa, kini Lay belajar mengenai kehidupan yang ada di kerajaan tak kasat mata ini, dengan ingatan-ingatannya mengenai masa lalunya sebagai seorang peri.


Sejak Lay tiba di kerajaan, Armaro telah membimbingnya dengan sabar dan bijaksana. Armaro memberi pemahaman pada Lay mengenai keberadaannya sebagai peri dan apa yang diharapkan dari dirinya di kerajaan itu. Armaro juga memberikan penjelasan mengenai kehidupan para peri dan bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia manusia.


Lay mulai mempelajari cara berkomunikasi dengan kekuatan alam di sekitarnya. Dia belajar bagaimana mengendalikan dan memanfaatkan kekuatan alam untuk kepentingan yang baik. Lay merasa terkagum-kagum dengan keindahan alam di sekitarnya dan belajar untuk menghormati dan menjaga keberlangsungan lingkungan di sekitarnya.


Kerajaan Armaro terdiri dari banyak peri yang hidup di berbagai bagian hutan. Setiap peri memiliki kekuatan dan kemampuan unik mereka sendiri, dan mereka bekerja sama untuk menjaga keseimbangan alam sekitar mereka.


Tapi jiwa Armaro yang sebagian Monster vampir, kadangkala tidak bisa dikendalikan saat sedang marah. Dia bisa membuat cuaca menjadi sangat buruk dengan adanya hujan dan angin yang sangat kencang. Karena tidak semua kehidupan itu damai.


Ada kekuatan jahat yang mengancam kerajaan Armaro dan para peri yang hidup di dalamnya. Lay belajar tentang kekuatan jahat itu dan bagaimana mereka bekerja. Dia belajar tentang bagaimana mereka mencoba mengukur keseimbangan alam dan merusak hubungan antara dunia peri dan manusia.


Armaro memberikan pelatihan untuk melawan kekuatan jahat itu. Lay belajar untuk mengendalikan kekuatan alam dan menggunakan kekuatan itu untuk melawan kekuatan jahat. Dia juga belajar tentang kekuatan magis lainnya dan bagaimana menggunakannya untuk melawan kejahatan.


Seiring waktu, Lay mulai merasa semakin kuat dan yakin dengan kemampuannya. Dia merasa dirinya adalah bagian dari kerajaan itu, dan dia merasa bahwa dia harus berjuang untuk melindungi kerajaan itu. Dia merasa bertanggung jawab untuk melindungi kehidupan di sekitarnya dan membantu orang-orang yang membutuhkan.