Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 53: Bing Hong VS Shuang Zhu


Boom!!


Suara ledakan yang cukup dahsyat menggema di sekitar area pertandingan.Ledakan yang disertai dengan angin kencang itu membuat tanah yang ada disekitar arena menjadi berhamburan ke udara dan menghalangi pandangan para penonton, termasuk Zhishu.


Zhishu saat ini sedang duduk di balkon tempat keluarga Wu, dia menajamkan alisnya, "ck!" celutuknya kesal, ia tak dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi di hadpaannya karena debut yang tebal itu.


Zhishu kemudian melipat tangannya di bawah dada dan mengaktifkan penglihatan super sehingga tampaklah siluet seorang lelaki dan seorang perempuan yang sedang beradu serangan.


Zhishu mengangguk perlahan kala melihat informasi yang berada di atas kepala dua orang tersebut, "boleh juga," batinnya.


Bing Hong, lelaki berbakar yang saat ini berada di ranah Alam Jenderal level 3.Dan lawannya Shuang Zhu yang masih berada di ranah Petarung level 2, potensi mereka lebih dari cukup untuk menjadi pendekar kuat di masa depan.


Zhishu beralih menatap Xia Nian, ia melihat informasi yang ada di atas kepala gadis itu, "cih, masih Petarung level 6 ternyata... Dengan kekuatan segitu berani menantangku? Pasti dia memiliki sesuatu yang menjadi andalannya, aku harus siap untuk segala kemungkinan yang akan terjadi."


"Kalau diingat-ingat, Xia Nian ini adalah perempuan dingin yang berambisi, tidak heran dia menjadi sangat sinis padaku.Aku sudah menghalangi tujuan utamanya untuk menjadi murid dari Master Li Shao... ya itulah sebabnya dia merendahkanku tadi."


"Yey!!! KAK BING HONG!!!"


"SE! MA! NGAT!"


"SE! MA! NGAT!"


"KAK BING HONG SEMANGAT!"


Lamunan Zhishu seketika buyar karena teriakan nyaring dari para penggemar Bing Hong, "mereka terlalu gila pada sesuatu yang tidak bisa mereka miliki."


"Mau bagaimanapun, Bing Hong itu jelas adalah lelaki tampan.Badannya tegap dan tinggi, bahunya lebar dan lengannya memiliki otot yang besar.Sesuatu paling berharga yang dimiliki lelaki itu adalah wajahnya yang bak giok itu... belum lagi dengan kemampuan bertarungnya yang diatas rata-rata... lengkap sudah semua kriteria lelaki sempurna pada dirinya," batin Zhishu, manik mata birunya sama sekali tak lepas dari Lelaki dengan hidung mancung itu dalam kurun waktu yang cukup lama.


"Hei! Kau kenapa?" tanya Wu Huan tiba-tiba sembari menyentuh bagian samping pinggang Zhishu hingga terasa sedikit geli.


"Tidak apa-apa."


"Jangan berbohong, sedari tadi aku melihatmu terus menerus menatap laki-laki muda bernama Bing Hong itu," ujar Wu Huan dengan senyum jahil.


Zhishu kemudian mengalihkan pandangannya dan menatap Wu Huan jengkel, "memangnya kenapa kalau aku lihat dia? Semua orang di arena ini juga pada melihat dia."


"Baiklah, aku sangat percaya padamu~" balas Wu Huan dengan nada jahil yang membuat Zhishu hampir saja naik darah.


Sedangkan di arena pertandingan, tampak pertarungan antara Bing Hong dan Shuang Zhu semakin terasa sengit.


"Ekhem! Ngomong-ngomong Zhishu, menurutmu, siapa yang akan menang kali ini?"


Zhishu menyentuh dagunya, ia terdiam selama beberapa saat sebelum kemudian ia kembali berbicara, "tingkat kultivasi Bing Hong memang lebih tinggi, tetapi Shuang Zhu memiliki kecepatan yang mirip seperti angin.Ada pepatah yang bilang, jika kau memiliki kecepatan, maka kau bisa mendominasi hal yang lainnya."


"Yang kau katakan memang benar.Tapi! Bing Hong punya caranya sendiri untuk tetap dapat melihat pergerakan Shuang Zhu meski ia menggunakan kecepatan tertingginya," jelas Wu Huan yang membuat Zhishu penasaran.


"Oh ya? Caranya bagaimana?"


"Jurus Liebao.." ucap Wu Huan dengan suara pelan dan dengan ekspresi yang tampak serius.


"Ju-jurus Liebao!!!" teriak Zhishu spontan karena kaget, namun rasa kagetnya itu seperti hilang secara tiba-tiba dan diganti dengan ekspresi datar, "memangnya itu jurus apa? Mengapa wajahmu jadi sok serius begitu?"


"Kau! Kau tidak tau jurus Liebao?! Jurus turun temurun milik keluarga Bing?!"


"Hahaha... benar juga... kau kan putri dari keluarga kaya raya, pasti masih sangat banyak jurus-jurus tingkat tinggi lain yang ada di kediamanmu.Maka dari itu kau sama sekali tidak memandang tinggi jurus Liebao ya kan?" tutur Wu Huan maklum.


"Begini, ku beritahu kau ya, Leibao itu jurus yang membuat kedua mata kita ini lebih tajam dan lebih sensitif dengan gerakan yang terjadi di sekitar, maka dari itu pergerakan musuh akan terlihat lebih lambat bila kita menggunakan jurus ini," jelas Wu Huan, sedang Zhishu hanya manggut-manggut saja mendengarnya.


Namun di dalam pikirannya, Zhishu akhirnya mengerti mengapa Shuang Zhu berulang-ulang kali gagal saat menyerang Bing Hong.


Kalau dilihat-lihat, posisi Bing Hong saat ini sangat menguntungkan dirinya sendiri.Dengan jurus perlindungan miliknya, ia seakan sudah membangun benteng yang menjadi pertahanannya.


Ia juga masih dapat menyerang Shuang Zhu dengan leluasa tanpa sekalipun keluarga dari zona amannya.Tapi kebalikannya, posisi Shuang Zhu sangat merugikan, dia sepertinya adalah petarung jarak dekat, maka dari itu mau tidak mau dia harus mendekat arah Bing Hong yang notabane-nya sudah memiliki segala aspek persiapan yang sempurna.


Dengan kondisi yang seperti itu, tidak heran saat ini Shuang Zhu sudah tampak mulai kelawalahan sedang Bing Hong masih terlihat bugar tanpa setetespun keringat yang terlihat keluar dari pori-pori kulitnya yang hampir sama sekali tidak terlihat itu.


Bing Hong tampak menatap intens Shuang Zhu yang saat ini telah menghentikan segala serangannya, lelaki it tersenyum, "apa ini adalah saat dimans engkau akan mengeluarkan jurus bunga pedang itu, Nona?"


"Heh, kau sungguh dapat menebak pikiranku ya? Dengan jurus bunga pedang ini, aku bisa menyerangmu dari jauh dan menghancurkan dinding pelindung milikmu itu!"


"Sebelum kau menghancurkannya, aku akan lebih dulu membuatmu menyerang dihadapanku," ujar Bing Hong sembari memusatkan energi spiritualnya hingga membentak bola berwarna ungu yang sangat pekat.


"Energi ungu itu..! Sepertinya sama dengan energi yang membuat perisai perlindungan miliknya kemarin menjadi beracun.Apa dia berniat membuat Shuang Zhu lumpuh atau bahkan mati?" batin Zhishu menerka-nerka.


Setelah beberapa saat mengalirkan energi pada pedangnya, Shuang Zhu tampak mengangkat pedangnya tinggi ke atas langit, "Gerakan Bunga Pedang Pertama! Pedang Seribu Petir!"


Shuang Zhu dengan cepat melesat ke arah Bing Hong yang sudah bersiap dengan energi spiritual yang sudah is kumpulkan hingga berbentuk seperti bola dan mengarahkannya pada Shuang Zhu.


Dua jurus mereka yang terbilang lumayan kuat itu juga berhasil membuat suara ledak yang lumayan keras pula.


"Saling berlawanan?! Apa bola energi berwarna ungu milik Bing Hong itu bukan mengandung racun melainkan Petir?!" ujar Zhishu seakan tak percaya karena tebakannya ternyata melenceng jauh dari kenyataan.


"PERTANDINGAN DIMENANGKAN OLEH BING HONG!!!"


"WOOOOOOOHHH! YAYYY!!! KAK BING HONG MENANG!!"


"KAK BING HONG!!"


"Bing Hong menang?" ujar Zhishu bertanya pada dirinya sendiri.


"Jurus milik tetua Jing Yi... kalah?" sambung Wu Huan yang juga terlihat masih ling lung Dan bingung.


Di atas arena pertandingan, tampak Shuang Zhu yang tergeletak lemah tak berdaya dengan sekujur tubuhnya yang penuh Luka, sepertinya ia kehilangan kesadaran atau pingsan.


Sedang Bing Hong tengah berdiri dengan kaki lemah, tubuhnya terlihat lemas dan tidak terlihat tegak seperti sebelumnya.Bajunya sobek di beberapa tempat hingga memperlihatkan otot-otot tubuhnya.


Dengan langkah gemetar, Bing Hong berjalan turun dari arena dibantu oleh anggota dari keluarga Lee.


Suasana di sekitar tempat pertandingan terasa senyso, semua orang di arena itu kecuali para penggemar Bing Hong terlihat sangat heran akan hasil pertandingan kali ini.


"Shuang Zhu kalah karena dia masih belum bisa menggunakan jurus Bunga Pedang dengan sempurna. Selain itu, sebagian energi spiritualnya juga sudah terkuras untuk menyerang Bing Hong di awal pertandingan."


"Berbeda dengan Bing Hong yang energi spiritualnya masih penuh.Selain itu, energi spiritual yang ada dalam tubuh Bing Hong juga lebih banyak karena ia berada di ranah kultivasi yang lebih tinggi dari Shuang Zhu," jelas tetua Ge sembari menyeruput tehnya beberapa kali selama memberi penjelasan yang detail itu.


"Tetua benar, meski Shuang Zhu kalah, ia masih-lah seorang generasi muda yang kuat."