Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 35: Petir Jinzi


"Sampai muncul suara ledakan dari dalam tungku," ungkap Master Li Shao sembari mengelus-elus janggutnya.


Boom!!


"Apa seperti itu?" tanya Zhishu polos kala suara ledakan yang cukup besar terdengar dari dalam tungku.


"Hah?!! Apa yang sedang terjadi disini! Apa kau langsung mengeluarkan energi Yin yang besar dalam satu waktu?! Harusnya kau mengeluarkan energi Yin dengan konsisten dan jumlah yang tidak terlalu besar!" ujar Master Li Shao dengan wajah merah padam.


"Apa yang kau katakan?! Apa kau berpikir aku tidak dapat mengontrol energi dalam tubuhku dengan benar?" balas Zhishu sinis.


"Jika pil ini gagal, bukankah itu berarti ucapanku benar? Hah.. sudahlah, tidak seharusnya aku menyalahkan gadis kecil yang tidak tahu apapun tentang Alkemis sepertimu, lagipula ini adalah kali pertama kau membuat pil," tutur Master Li Shao pasrah.


Kreek..


Tiba-tiba muncul suara dari dalam tungku, suara itu lantas membuat dua orang yang sedang adu mulut itu spontan menoleh.


Di hadapan mereka, tampak sebuah pil berwarna biru muda melayang di atas tungku dengan aura biru tua yang sangat pekat.Aroma dari pil itu sangatlah harum, mungkin masih bisa tercium dari jarak 100 meter.


"Lihat! Pil nya tidak gagal!" tutur Zhishu sembari menunjuk ke arah pil Salju Biru yang baru saja selesai ia buat.


Master Li Shao memegang kepalanya hingga rambutnya tampak berantakan, "bagaimana ini bisa terjadi?!"


"Tidak, ini tidak mungkin, apa yang kau lakukan barusan?! Ini tidak mungkin terjadi! Membuat pil bukan proses yang mudah, lalu mengapa hanya dalam waktu singkat dan sedikit energi Yin kau sudah bisa menghasilkan pil Salju Biru?!!!!" ucap Master Li Shao setengah berteriak.


"Ya, kalau kau bertanya padaku bagaimana caranya, aku memusatkan energi Yin di dalam tungku, bukan diluar tungku.Meski begitu aku tetap mengaliri bagian luar tungku dengan sedikit energi Yin agar suhunya tetap terjaga," jelas Zhishu.


"Bagaimana mungkin itu bisa dilakukan?!" balas Master Li Shao masih dengan nada tidak percaya.


"Itu... itu tidak pernah tertulis dalam sejarah manapun!"


"Memangnya kenapa kalau itu tidak ter--"


BRAAKK!!


Pintu ruangan itu dibuka paksa oleh seseorang.


"Apa yang terjadi di sini?!" teriak seorang pria tua yang juga memiliki janggut panjang sama seperti Master Li Shao, mata cokelat tua milik pria itu terus menyapu ruangan itu dari sudut ke sudut.


Pria itu tak datang sendirian, ada puluhan orang yang juga mendatangi tempat itu dengan wajah terkejut sekaligus penasaran.Mereka berdesak-desakan ditengah kerumunan itu untuk dapat melihat apa yang terjadi dihadapannya.


"Mengapa kalian semua datang ke sini?" tanya Master Li Shao heran.


"Hah?! Li Shao? Apa kau tidak sadar.. bahwa diluar.. muncul petir Jinzi.."


Pupil mata Master Li Shao seketika mengecil, mulutnya terbuka lebar, "a-ap-apa?"


Petir Jinzi adalah petir yang muncul ketika ada seseorang yang berhasil melawan ketentuan langit. Membuat para Dewa dan Dewi iri pada kemampuan yang dia punya.Petir ini, menandakan keadaan langit yang sedang tidak dalam keadaan tenang.


Zhishu menoleh ke sebuah jendela yang ada disampingnya, ia mengarahkan jari telunjuknya ke sebuah petir dengan warna emas, "yang dikatakan oleh tetua benar, Master Li Shao.Lihatlah, ada petir Jinzi disana!"


Master Li Shao seketika menoleh dengan ekspresi wajah yang masih sama, tubuhnya mematung.Dari wajah dan tubuhnya, keringat sebesar biji jagung mengalir deras.


"Ck..ck..ck.. aku penasaran se-jenius apa Kultivator itu hingga membuat para Dewa iri.." ujar Zhishu sembari menggelengkan kepalanya perlahan.


"Apa maksudmu?! Itu adalah petir Jinzi milikmu!! MILIKMU!" teriak Master Li Shao layaknya orang yang sedang kesetanan.


"Mau kau mengatakan tidak sekalipun, kami tetap berkata bahwa kau lah yang sudah memanggil petir Jinzi," tegas tetua itu yang masih berdiri di ambang pintu.


"Mengapa begitu?" tanya Zhishu lagi.


"Karena petir itu jelas sedang mengarah padamu."


Di detik itu pula, Zhishu langsung menoleh ke jendela yang ada disampingnya.Dan benar saja, ia melihat kilatan petir yang tanpa aba-aba langsung menyambar tubuhnya.


JEDERRR!!


"Arghh!!" teriak Zhishu spontan kala ia merasakan hawa panas yang dengan cepat menyebar ke seluruh tubuhnya.


Zhishu menarik napas panjang berulang-ulang kali untuk menghilangkan paniknya.


Namun ditengah kepanikan itu, ia tersadar akan sesuatu yang janggal, "eh? Mengapa aku masih hidup?" tanya Zhishu penuh tanda tanya, jari jemarinya terus menjelajahi tubuhnya dari atas hingga bawah, namun tak ada sesuatu pun yang aneh.


Pandangan nya pun beralih menatap orang-orang dihadapannya yang sedang termenung, disertai dengan mulut mereka yang masih terbuka, sepertinya mereka sedang terlarut dalam pikirannya masing-masing.


"Apa yang terjadi.. barusan?" ujar salah seorang dari mereka.


"Aku... aku tidak yakin dengan apa yang ku lihat.Baru kali ini aku tidak mempercayai apa yang ku lihat dengan mata kepalaku sendiri..."


Melihat orang-orang itu yang belum tersadar dari lamunannya, Zhishu beralih menatap Master Li Shao dengan penuh harap, "sepertinya aku melewatkan sesuatu yang penting, Master.Aku ingin tahu hal apa yang membuat mereka sampai seperti itu."


"Zhishu.."


"Ya, Master?"


"Kau ini apa?! Kau monster, atau iblis, atau mungkin kau keturunan dewa, hah?!!! Aku.. aku tidak menerima orang seperti mu di dunia manusia!" teriak Master Li Shao layaknya orang yang sedang mengigau.


"Master, apa yang kau katakan? Aku ini adalah manusia murni, tak ada darah iblis ataupun dewa dalam tubuhku.Ya.. aku cukup yakin dengan itu!" tegas Zhishu.


Tetua yang sebelumnya datang karena petir Jinzi pun berjalan mendekati Zhishu, "kau.. anak yang sangat luar biasa.."


"Memangnya apa yang terjadi tetua?"


Tetua itu menarik napas dalam, "ini adalah hal yang sangat ajaib.Petir Jinzi muncul dari langit tentunya untuk menguji seseorang yang telah melakukan sebuah hal yang luar biasa.Petir Jinzi ini bersifat mutlak, siapapun tak ada yang bisa menghindarinya.Tapi.. kau berbeda."


Dahi Zhishu mengerut dalam, "aku?! Memangnya apa yang ku lakukan? Aku tak melakukan apapun.."


"Mungkin kau memang tidak melakukan apapun, tapi ada suatu energi yang melindungi tubuhmu."


"Apa itu energi Yin?"


"Bukan, energi ini jauh lebih kuat dari energi Yin milikmu.Sebagai Alkemis, aku bisa merasakan bahwa energi yang melindungi mu itu adalah energi dari jiwa," jelas tetua itu dengan wajah serius


Zhishu menjadi semakin penasaran, ia terlihat antusias dengan perbincangan ini, "energi siapa itu?"


"Tidak tahu.Tapi yang pasti, energi itu menyerap seluruh energi dari petir Jinzi, hingga petir Jinzi itu pun hilang tanpa jejak."


"Zhishu, kau pasti bukan manusia biasa."