Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 28: Tetua Kedua


"Tentu saja akan begitu jika ia tidak kunjung membunuh seseorang," balas Wu Huan sembari menatap penuh selidik ke arah Xu Qian.


"Lalu mengapa Yang Mulia tidak segera membunuh orang sepertinya? Dia hanya akan menimbulkan masalah jika dibiarkan hidup, apalagi dengan teknik iblis nya itu," ucap Zhishu sinis.


"Ada apa ini?!"


Seseorang berteriak dari belakang, tanpa berbalik, Zhishu pun sudah tau bahwa itu adalah Kaisar, ia datang bersama beberapa prajurit yang berbaris dibelakang nya.Menyadari kedatangan Kaisar, Zhishu dan Wu Huan berbalik badan dan memberi salam hormat secara bersamaan.


Namun, salam hormat dari mereka diabaikan oleh Kaisar.Ia berjalan menghampiri Xu Qian yang benar-benar sudah kehilangan penampilan aslinya, "aku mendengar suara keributan dari sini, tak ku sangka keadaannya sudah separah ini.Bahkan selir ke tiga yang biasanya mengurung diri juga ada disini."


Wajah Kaisar tampak jijik saat melihat ke arah Xu Qian yang masih dalam wujud layaknya monster, "apa dia adalah perampok rendahan yang datang ke Istana untuk menuntut keadilan ku?" ucap Kaisar, kali ini tatapannya tertuju pada Zhishu.


Melihat Kaisar yang meminta jawaban darinya, Zhishu menggeleng, "dia bukan perampok, lebih tepatnya pembunuh.Apa Yang Mulia tidak mengenalinya?"


Dahi Kaisar berkerut dalam, ia menatap Zhishu dengan penuh tanda tanya, "tentu saja tidak.Aku cukup yakin tidak pernah mengenal orang sepertinya."


Wu Huan tersenyum kecil mendengar jawaban yang keluar dari mulut Kaisar, ia kemudian berkata dengan tawa pelan, "dia Xu Qian."


Mulut Kaisar seketika terbuka lebar, "dia?"


Kaisar kemudian mengarahkan pandangannya pada Xu Qian.Terlihat wanita itu sedang tertunduk lesu, tak ada sedikitpun energi lagi yang tersisa padanya.


"Menjijikkan! Bunuh saja dia.Berani-beraninya memakai teknik iblis di Istanaku!" titah Kaisar mutlak.


"Kau.. kau memanfaatkan-ku! Dasar baji*ngan! Ku kira kau akan membantuku karena sebelumnya aku telah membantumu, kau berhutang satu nyawa padaku, breng*sek!"


Setelah mendengar perintah dari tuannya, seorang prajurit dibelakang Kaisar mengangguk, ia melesat ke arah Xu Qian, namun saat prajurit itu akan menebas Xu Qian, Kaisar menghentikannya, "tunggu."


Prajurit itu pun seketika berhenti dan kembali memasukkan pedang dalam sarungnya.


"Berhutang? Bukankah aku sudah membiarkanmu untuk hidup layak selama ini.Jangan berpikir bahwa aku tidak tau tentang kelakuanmu terhadap para pelayan selama ini," ucap Kaisar dengan sinis.


Xu Qian menggigit bibirnya, "kau..!"


Zhishu menggeleng pelan melihat kejadian itu, dia diam-diam menarik napas dalam dan menghembuskan nya, "habis manis sepah di buang.Setelah Xu Qian menjadi jelek seperti ini dia dibuang begitu saja, padahal sebelumnya Kaisar sangat membelanya.Pahitnya kehidupan..."


"Ling Changyi.. kau pikir kau dapat selamat begitu saja setelah mencari masalah dengan ketua sekte? Kau akan membayar akibatnya, selama ini aku sudah berusaha melindungi mu agar kau tidak dihabisi oleh mereka.Tapi nyatanya, inikah balasan mu? Hahaha, aku sungguh bodoh.." ucap Xu Qian dengan ekspresi yang mirip seperti orang gila.


Wajah Kaisar memerah, rahangnya terlihat mengeras kala ia mendengar ucapan Xu Qian, "cepat bunuh dia."


"Mengapa terburu-buru? Kau takut aku membeberkan seluruh rahasia mu?! Jangan kira aku akan diam saja jika sudah dalam situasi ini.Pengkhianatanmu dan rasa iri dengki membuatmu ingin menyingkirkan--"


Srakk...!


Ucapan Xu Qian terpotong karena kepalanya sudah lebih dulu terpisah dari tubuhnya.Ia dipenggal secara tiba-tiba oleh orang dibelakangnya yang bahkan tidak ada seorang pun yang menyadari kedatangannya.


Ding!


[Selamat! Anda berhasil membunuh Xu Qian, misi sampingan sudah terpenuhi]


[Anda menerima 185 poin]


Dengan janggut putih yang panjangnya hingga dada, ia tampak mirip seperti tetua yang disegani dalam suatu sekte atau klan.Dia mengenakan pakaian sederhana khas China yang tampak sangat cocok dengan auranya yang terasa murni.


"Hormat saya pada tetua kedua," ucap Kaisar dengan kepala yang sedikit menunduk dan kedua tangan yang tampak menyatu di bagian dada.


"Hormat saya pada tetua kedua," tutur Wu Huan memberi hormat dengan cara yang sama dengan Kaisar.


Zhishu dengan cekatan juga melakukan hal yang sama, dia sedikit menunduk hingga rambut nya tampak menutup bagian pipinya.


Tetua itu melirik ke arah Zhishu, tak lama ia berjalan ke arah Zhishu, "kau orang bertubuh Yin?"


"Benar tetua, sesuai dengan perkataan Master Li Shao," balas Zhishu dengan sopan.


Pria itu mengangguk, sembari mengelus-elus janggutnya, "kau tau kan bahwa orang-orang seperti mu itu sangat langka?"


"Ya saya tau, tetua."


"Kalau begitu jaga nyawamu baik-baik.Dan terkhusus untuk kau dan Wu Huan, aku harap kalian tau apa yang harus kalian lakukan tentang kejadian hari ini, terutama perkataan dari makhluk iblis ini," pungkas tetua kedua dengan tatapan tajam, mirip seperti harimau yang akan membunuh mangsanya.


Zhishu menoleh ke arah Wu Huan, wanita yang baru saja membuat Zhishu terkejut itu sedang membungkuk hormat pada tetua kedua sembari menyanggupi permintaan tetua.


Zhishu merasa sedikit kesal karena tidak bisa membongkar kebusukan Kaisar pada seluruh rakyatnya di dataran ini, "Ish, harusnya aku bisa menyebarkan berita panas di seluruh Kekaisaran, tapi apa boleh buat. Daripada mati di usia muda, lebih baik menaati ucapan pria tua ini.Aku juga cukup penasaran tentang ucapan Xu Qian yang terputus tadi, itu pasti sesuatu yang penting hingga tetua keluarga Ling pun rela keluar dari kultivasi tertutupnya."


"Nona muda? Kau tidak setuju?" tanya tetua kedua dengan suara pelan namun sungguh penuh penekanan hingga terasa sesak.


Zhishu seketika sadar dari lamunannya, "apa yang tetua bicarakan? Tentu saja saya setuju."


"Mengapa kau tampak berpikir begitu lama?"


"Saya tadi memikirkan betapa luar biasa kemampuan tetua kedua hingga secara tiba-tiba sudah muncul dibelakang Xu Qian, bahkan saya tidak menyadari kedatangan tetua."


Tetua kedua menunjukkan wajah sombongnya, ia memberi Zhishu tatapan merendahkan, "tentu saja kau tidak menyadari keberadaan ku, kau bahkan hanya seorang Kultivator di Ranah Petarung level 9."


"Apa?!" teriak Wu Huan spontan.


Matanya terbelalak, ia mencengkram bahu Zhishu dan menggoyang-goyangkan tubuhnya, "bagaimana bisa?! Aku yakin tadi pagi kau masih-lah Kultivator di Ranah Petarung level 5, lalu bagaimana bisa?! Kau.. bagaimana bisa kau melakukan-nya?!"


"Hmm.. hanya dalam beberapa jam berhasil menembus 4 level sekaligus? Aku pernah bertemu orang-orang seperti itu sebelumnya, kebanyakan dari mereka adalah pengguna teknik iblis.Namun ada beberapa orang yang benar-benar mencapai prestasi itu dengan kejeniusan nya yang menentang langit..."


"Lalu, kau golongan yang mana, nona?"


...*****...


...Udah hari ini segitu doang, ehehehe......


...Sebagai pembaca yang baik hati dan budiman, jangan lupa like, komen dan vote, baaaiiiyy...


...Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh :D...