Kultivator Jenius Penentang Langit

Kultivator Jenius Penentang Langit
Bab 45: Wang Lee si Kurcaci


"Bagaimana pun kau adalah gadis yang berbakat, kau mengalahkan seorang jenius hanya dengan pukulan, sama sekali tidak mengeluarkan jurus.Itu pencapaian yang luar biasa," ujar Wu Jungwo dengan senyum bangga.


Zhishu membalas senyuman itu dengan antusias, "wah, dipuji oleh Pendekar Suci rasanya aku jadi melayang diatas awan."


"Hahaha! Kau pandai berbicara, ya.Tapi kau harus ingat, semakin kuat dirimu, maka musuhmu juga akan bertambah kuat.Sertai setiap langkahmu dengan rasa kewaspadaan!"


"Tentu, Paman!" balas Zhishu disertai dengan anggukan mantap, "Wu Jungwo selalu menasihatiku agar selalu waspada dan jangan pernah meremehkan lawan.Apa dia teringat masa lalunya? Aku tidak tau pasti apa yang terjadi, tapi sepertinya ia kehilangan sebagian kultivasinya karena hal itu."


"SELANJUTNYA, PERTANDINGAN KE-EMPAT, PERTANDINGAN TERAKHIR HARI INI! BING HONG, PERWAKILAN DARI KELUARGA HE MELAWAN WANG LEE DARI KELUARGA WANG! KEPADA PESERTA YANG TELAH DI SEBUTKAN, DIPERSILAKAN UNTUK NAIK KE ATAS ARENA PERTARUNGAN!"


"E-eh? I-itu siapa Kak Wu? Di-dia.."


Wu Huan menutup mulut Zhishu dengan cepat, seakan tidak memperbolehkan Zhishu untuk melanjutkan perkataannya, "tidak perlu kau sebutkan, semua orang yang tidak buta pasti juga sudah tahu."


Wu Huan menarik kembali tangannya yang sebelumnya ia gunakan untuk menutup mulut Zhishu.


Lelaki dengan tubuh yang pendek, sekujur tubuh yang penuh dengan bekas luka, daerah sekitaran mata yang terlihat sangat hitam, mirip seperti panda dan dengan janggut tipis di dagunya, ia berhasil membuat semua orang saling berbisik.


Dia adalah Wang Lee, putra ketiga dari keluarga Wang.Salah satu generasi muda dari keluarga besar dipinggir ibu kota yang ditugaskan sebagai perwakilan keluarga Wang pada kompetisi persahabatan di tahun ini.


Zhishu melirik ke arah Wu Huan sembari menahan tawa, ia menekan bibirnya hingga masuk ke bagian luar mulut.


Wu Huan refleks membalas tatapan Zhishu, wajah datar yang saat itu sedang terpasang diwajahnya seketika buyar, "pffftt!!"


"Pffffttt...." Zhishu menutup mulutnya dengan cepat untuk menahan suara tawanya yang akan segera keluar itu.


Terlihat Wu Huan juga melakukan hal yang sama, namun meski begitu, sorot mata mereka tidak berbohong.Kedua perempuan berbeda umur itu tidak bisa menutupi rasa geli bercampur lucu saat melihat lelaki berumur 16 tahun yang terlihat seperti kurcaci yang hanya setinggi pinggang orang dewasa.


"Lihat, lihat wajahnya itu! Dalam hatinya ia pasti sedang merasa gagah!" bisik Wu Huan pada Zhishu.


"Padahal saat ini dia hanya terlihat seperti anak kecil yang gagal bertumbuh," balas Zhishu yang diakhiri dengan tawa pelan.


"Kau tau? Jika tubuh mungilnya itu murni pemberian dari Dewa, mungkin aku tidak akan tertawa saat ini.Tapi itu adalah buah dari hasil kecurangannya! Huh, memang pantas ditertawakan! Apa kita harus tertawa dengan lebih keras agar wajahnya itu tertampar?!"


"Hahaha! Cukup, cukup hentikan! Jangan menyebutnya dengan sebutan -tubuh mungil- itu membuat perutku tergelitik! Hahaha! Semakin dilihat lagi, Wang Lee itu semakin lucu, tubuhnya kecil tapi kepalanya besar hahaha!"


"Sssttt! Berhentilah menghinanya!" tegas Wu Jungwo, Zhishu dan Wu Huan langsung berhenti tertawa dan duduk tegak seperti biasa.


"Dadaku rasanya sakit kali karena menahan tawa, rasanya seperti tertekan, aku tersiksa!!" batin Zhishu layaknya orang yang sedang menghadapi ujian sulit.


"Ekhem! Ayah benar, kita harus lebih objektif," ujar Zhishu.


"Dan objek yang kau maksud itu adalah Wang Lee," balas Zhishu datar.


"Pfft!!" suara itu muncul tiba-tiba karena tak dapat lagi dikendalikan, mereka berdua tak lagi bisa membendung apa yang bergejolak dalam diri mereka, suara itu seperti meledak hingga rasanya liur mereka ikut menyiprat.


Mereka tertawa pelan selama beberapa saat, tawa tanpa suara yang membuat perut mereka terasa sakit seperti baru saja melakukan sit up.Bulir-bulir air mata juga keluar dari ekor mata mereka karena tawa berlebihan yang diakibatkan oleh seekor kurcaci, eh, seorang kurcaci, yang tak lain adalah Wang Lee.


Suasana disekitar arena juga sama ricuhnya dengan keadaan Zhishu dan Wu Huan.Beberapa dari mereka tertawa cekikikan sembari menolehkan wajahnya ke arah belakang dan ada pula yang menahannya. Tidak dapat dipungkiri keluarga Wang adalah keluarga kaya dengan segudang harta.


Orang biasa seperti mereka hanyalah debu dihadapan keluarga Wang.Siapa yang berani berbuat macam-macam? Ya setidaknya mereka tidak melakukannya secara terang-terangan.


"Yang di depannya itu Bing Hong, ya? Hmm.. dia.. cukup tampan," ujar Zhishu sembari menelisik lelaki tinggi dengan bahu lebar yang tengah berdiri di arena pertarungan.


Pria dengan mata cokelat muda yang tampak menyala karena sinar matahari sore yang menyinarinya.


Mendengar ucapan Zhishu, Wu Huan menatap penuh curiga ke arah Zhishu, senyum jahil tampak muncul di wajahnya, "heh! Kau menyukainya, ya?"


Zhishu seketika menatap Wu Huan dengan raut wajah kesal bercampur heran.


"Hmm.. keluarga Wu punya hubungan kerja sama dengan keluarga Bing, kau mau aku membantumu? Hehehehe, mungkin dalam waktu dekat kalian bisa menjadi sepasang kekasih," kata Wu Huan sembari mentoel-toel pipi Zhishu yang lembut.


Zhishu dengan wajah malas bercampur kesal menepis tangan Wu Huan dari pipinya, "aku mengatakan dia tampan tapi bukan berarti aku menyukainya!"


"Hohoho, benarkah?"


"Kita mengatakan Wang Lee jelek, tapi kita tidak membencinya kan?"


Wu Huan tampak berpikir beberapa saat kemudian mengangguk, "hmm.. kau benar, itu masuk akal."


"Tapi Zhishu, si kecil pendek itu cukup kuat loh, saat ini dia berada di ranah petarung level 10.Berbakat bukan? Kau akan dibuat kagum dengan kemampuan nya, mungkin kau akan jatuh cinta...? Hehehe.."


"Oh Dewa! Kau jangan seperti itu Kakak Wu, kau terus merendahkannya dari tadi.Bagaimana jika di kehidupan selanjutnya dia akan menjadi jodohmu?"


"Baiklah hentikan perbincangan ini."


"Hei! Lihat ke sana! Wang Lee mengeluarkan jurus andalannya, Lilitan akar berduri!" teriak seorang penonton yang membuat Zhishu dan Wu Huan langsung fokus ke arena pertarungan.


"Nah, apa ku bilang! Si kecil itu benar-benar kuat! Apa si tampanmu akan berhasil menghindarinya?"


"Hah? Apa Zhishu menyukai Bing Hong, perwakilan dari keluarga He itu?" tanya Wu Jungwo tiba-tiba.


"Eh.. tidak, paman," balas Zhishu singkat sembari menatap tajam Wu Huan yang sedang tertawa bahagia.


Di arena, pertarungan sengit terjadi, Wang Lee yang sedari tadi sudah melakukan pemanasan berupa pukulan kosong pada Bing Hong kini mulai menunjukkan keseriusannya.


Dia mengeluarkan jurusan andalannya yang berupa akar berwarna cokelat berduri tajam, akar itu memiliki kemampuan kecepatan yang cukup baik.Akar berduri itu akan melilit tubuh musuh dengan dengan kuat hingga berlubang, biasanya jika Wang Lee sudah mengeluarkan jurus ini, maka ia berniat untuk membunuh musuhnya.


"Dia berniat membunuh Bing Hong?!" jerit seorang perempuan dengan sangat keras.


"Dasar laki-laki pendek sia*lan! Kau berniat membunuh kak Bing Hong kami?!"


"Jika kau benar-benar membunuhnya maka kau juga akan kami bunuh dihari yang sama!"


"Hei, tenang saja.Kak Bing Hong adalah orang yang kuat, jika dia tidak memiliki cukup kekuatan, mana mungkin dia menjadi perwakilan dari Keluarga He yang memiliki reputasi baik itu?" jelas seorang perempuan dengan semangat.


Wu Huan yang melihat peristiwa itu dari atas balkon yang besar itu hanya bisa menggeleng, "penggemarnya benar-benar gila, mereka tidak takut dengan keluarga Wang? Pasti mereka sudah kehilangan otaknya."


"Tapi yang dikatakan salah satu dari mereka benar juga.Keluarga He tidak mungkin menjadikan Bing Hong sebagai perwakilan jika dia tidak kuat.Hmm.. setelah dipikir-pikir, apa keluarga Bing dan He dekat? Bing Hong masih memakai nama keluarganya di kompetisi ini, tidak menyembunyikan nya seperti diriku."


"Apa semua orang sudah tahu tentang itu?"