
"Wu Huan?! Apa yang sedang terjadi di sini?! Ternyata Wu Huan adalah Kultivator di Ranah Lord Jenderal?!! Ah, tiba-tiba rasanya kepalaku pusing.."
BLARRR!!
Wu Huan dengan mudahnya menepis serangan dari Xu Qian.
"Kau harusnya bersujud di depanku," ucap Wu Huan penuh penekanan.Wajahnya terlihat dingin, Wu Huan yang dikenal sebagai pribadi yang pemalu ternyata juga bisa memperlihatkan sisi dirinya yang mengerikan.
Tatapannya tajam dan menusuk, seakan-akan ia sedang menatap barang yang menjijikkan.Ekspresi nya tegas dan tak terbantah.
Xu Qian tanpa sadar melangkah mundur ke belakang, matanya berkedut berulang kali disertai dengan napas nya yang terdengar tidak beraturan.Pikirannya melayang tak tentu arah, ia sama sekali tidak berani menjawab perkataan Wu Huan.
"Berani memakai teknik iblis di Istana Kekaisaran, kau memiliki keberanian yang cukup besar ya, Xu Qian?"
Wu Huan berjalan perlahan mendekati Xu Qian yang tengah melangkah mundur berusaha menjaga jarak dengan selir yang selama ini ia kenal sebagai selir terbuang, sama sekali tak terlintas dipikirannya bahwa Wu Huan merupakan Kultivator di Ranah Lord Jenderal.
Dari jarak yang cukup jauh, Zhishu dengan setia mengarahkan pandangannya pada dua orang yang sedang berseteru itu.Zhishu meneguk paksa saliva dalam tenggorokan nya yang mulai kering, "sistem, penglihatan super!"
[Baik, penglihatan super telah di aktifkan]
"Aih.. tidak bisa di lihat? Aku penasaran dengan tingkat kultivasi mereka berdua saat ini."
[Kalau begitu anda perlu meningkatkan level dari skill Penglihatan Super milik anda]
Zhishu menajamkan penglihatannya, ia melihat Wu Huan yang sedang menghajar Xu Qian habis-habisan.Sedang Xu Qian yang bagi Zhishu sudah seperti monster itu malah seperti budak yang sedang berhadapan dengan tuannya, ia tidak berdaya.
"Sepertinya perbedaan tingkat kekuatan mereka cukup jauh, padahal Xu Qian itu sudah sangat kuat bagiku.Tapi Wu Huan malah menyerangnya tanpa ampun."
"Hmm.. awalnya aku ingin membiarkan level skill Penglihatan Super ku tetap berada di level satu dan fokus meningkatkan kekuatanku, sehingga aku bisa melihat tingkat kultivasi seseorang dengan lebih baik dan lebih tinggi sesuai dengan tingkat kultivasi milikku."
"Seperti misalnya saat ini aku berada di Ranah Petarung level 9, jadi aku bisa melihat tingkat kultivasi seseorang di batas tingkat Ranah Lord Jenderal level 4.Tapi, jika aku naik menjadi Kultivator Ranah Lord Jenderal, misalnya level dua, maka batas tingkat kultivasi seseorang yang bisa ku lihat bertambah menjadi Ranah Lord Jenderal level 7.Tapi tak ku sangka kejadiannya akan seperti ini..." batin Zhishu mendengus kesal.
[Anda benar-benar licik, Master.Bahkan kecerdasan buatan saya yang dibuat dengan sempurna tidak memikirkan hal seperti itu]
[Tapi meski begitu, Penglihatan Super bila naik level bisa mendeteksi keadaan seseorang dalam jarak yang lebih jauh dari sebelumnya]
"Benarkah itu? Hm.. Kalau begitu cepat gunakan poin kontribusi ku untuk meningkatkan level skill Penglihatan Super."
Ding!
[Selamat! Skill Penglihatan Super Anda naik menjadi level dua]
[Meningkatkan skill Penglihatan Super ke level dua membutuhkan 100 poin kontribusi. Poin kontribusi Anda yang tersisa adalah 255 Poin]
"100 po-poin kontribu-busi..?? Tiba-tiba kakiku menjadi lemas.." batin Zhishu seperti kehilangan jiwa.
[Pada level dua, anda bisa melihat tingkat kultivasi orang lain yang berada 10 level diatas Anda]
"Eh..??" ucap Zhishu spontan kala ia merasakan perbedaan pada penglihatannya.
Setelah menaikkan level Penglihatan Super, barulah muncul tingkat kultivasi milik Xu Qian, "dia berada di Ranah Alam Jenderal puncak, dia tidak menembus ke Ranah Lord Jenderal, tapi mengapa perbedaan kekuatannya terasa begitu signifikan?" gumam Zhishu.
"Hah?! Mengapa tingkat kultivasi milik Wu Huan belum juga bisa ku lihat?! Apakah ini nyata? Dia ternyata adalah seorang jenius?! Dia masih 21 tahun, benar, dia masih 21 tahun tapi kemungkinan besar dia sudah berada di Ranah Lord Jenderal.Oh Dewa..." batin Zhishu hingga tak sadar bahwa tubuhnya telah membeku selama beberapa saat.
Brak!!
"Tolong hentikan..." rintih Xu Qian lemas.
Zhishu bergidik ngeri melihat tangan dan kaki Xu Qian yang tertusuk oleh duri dari jurus Wu Huan.
"Baiklah," ucap Wu Huan dengan senyum seringai.
Wu Huan menarik kembali jurus yang telah dikeluarkannya, hal itu membuat duri-duri yang menancap pada Xu Qian seperti ditarik secara paksa. Darah segar keluar dari sekitar kaki dan tangan Xu Qian, serangan itu juga menimbulkan bekas berupa lubang yang tembus dari atas hingga bawah.
"Akhokk!!" Xu Qian mengeluarkan darah kental yang sangat banyak dari mulutnya dan bahkan itu terjadi beberapa kali.
Zhishu menarik napas dalam melihat kejadian itu, kemudian ia mengeluarkan nya secara perlahan.Ia sungguh mengalami shock berat karena mengetahui Wu Huan yang dikiranya adalah seorang wanita polos dan baik hati ternyata adalah seseorang yang sangat sadis.
"Huh.. ya sudah lah, lagipula siapa yang ingin menjadi malaikat ditengah-tengah manusia yang bahkan lebih mengerikan dari iblis?" batin Zhishu sembari mengangguk-angguk pelan.
Tiba-tiba Zhishu merasakan kehadiran orang lain, ia memasang raut wajah serius, berusaha mengenali aura yang dimiliki oleh orang itu.
"Kaisar.."
[Saat ini Kaisar sedang berada 150 meter dari posisi Anda]
[Master, jangan lupakan misi Anda.Saat ini adalah kesempatan yang bagus bagi Anda untuk menghabisi Xu Qian.Selamat berjuang!]
"Dasar sistem, disaat seperti ini pun dia masih mengingatkanku tentang misi.Tapi aku baru saja mengeluarkan 100 poin kontribusi barusan dan aku juga sedang menabung untuk membeli pedang impianku.Jadi, ayo, lenyap kan Xu Qian!" gumam Zhishu dengan semangat yang membara.
Ia kemudian mengamati situasi, pandangannya tertuju pada Xu Qian yang sedang berlutut di hadapan Wu Huan. Ia memasang wajah ketakutan, melihat itu, muncul sebuah ide dalam benak Zhishu.
"Sistem, apakah jika yang membunuh Xu Qian adalah Wu Huan, aku tetap mendapatkan poin kontribusi?" tanya Zhishu dengan suara semut.
[Tentu, Master.Asalkan target yang ditugaskan dalam misi selesai, anda tetap bisa mendapat poin kontribusi meski bukan Anda yang melakukannya]
Muncul senyum licik di wajah Zhishu yang tampak sedikit chubby, "hehehe.. aku hanya perlu menjadi api tambahan dalam pertempuran ini."
Zhishu berlari mendekat ke arah mereka dan berhenti tepat di samping Wu Huan yang pakaiannya sudah berlumur darah milik Xu Qian.
"Apa maksudmu tadi Yang Mulia? Dia memakai teknik iblis..?!" ucap Zhishu seolah ia terkejut.
Xu Qian menoleh dan menatap mata Zhishu, "benar, dan yang dia gunakan adalah teknik iblis yang penggunaannya harus mengorbankan nyawa seseorang."
"Apa? Jadi saat ini dia sedang mengorbankan nyawa siapa?" tanya Zhishu lagi dengan kepala yang sedikit miring karena bingung.
"Tentu saja awalnya dia ingin mengorbankan nyawamu. Teknik ini memungkinkan seseorang untuk mengganti jantungnya dengan jantung orang lain yang ia korbankan."
Zhishu manggut-manggut tanda mengerti, "pantas saja tadi dia berani menusuk jantungnya."
"Eh, bukankah disini aku berperan sebagai orang yang akan dia korbankan? Dan dia tidak berhasil membunuhku.Lalu.. Bukankah itu berarti dia akan..." ucap Zhishu ragu-ragu, namun, meski begitu, ia akhirnya tetap melanjutkan perkataannya.
"mati?"