
Flo mencerna kata-kata Mattew, dia mulai sadar dengan apa yang terjadi pada tubuhnya.
"Kau memberiku obat perangsang, Matt? Why? Kau selama ini selalu melindungiku tapi kenapa sekarang?" Flo mulai berkaca-kaca. Dia merasa kecewa dengan sikap Mattew.
"Kalau aku memintanya, kau pasti menolak. Jadi, maafkan aku menggunakan cara licik seperti ini, aku ingin memilikimu Flo!" ucap Mattew yang sudah kehabisan cara untuk membuat Flo jatuh cinta padanya.
Apalagi ada Axe sekarang, Mattew tidak ingin kehilangan Flo.
"Tapi kita akan segera menikah, Matt!" Flo mencoba menyadarkan Mattew.
"Apa ada jaminan jika kau tidak akan meninggalkanku sebelum kita menikah! Kau masih belum membuka hatimu Flo!" tuntut Mattew yang membuat Flo jadi bimbang.
Gejolak di dalam tubuh Flo semakin menjadi-jadi, Mattew memanfaatkan itu dan mencium Flo dengan lembut. Dia akan bermain dengan lembut supaya Flo tidak trauma.
"Percayalah padaku Flo!" ucap Mattew dengan menggendong tubuh Flo untuk naik ke atas ranjang.
Mattew membuka bajunya sampai menyisakan celana pendek saja. Dia kemudian merangkak naik ke atas ranjang dan mencoba membuka gaun yang dikenakan Flo.
"Matt..." Flo yang masih berusaha mati-matian melawan gejolak dalam dirinya tapi Mattew terus memberikan sentuhan pada tubuhnya.
Flo tidak mau seperti ini, dia mencoba meraih apa saja, tangannya menjangkau sebuah vas bunga yang ada di nakas samping ranjang.
"Maafkan aku, Matt!" Flo memukulkan vas itu ke kepala Mattew sampai membuat kepala calon suaminya berdarah.
"Argh! Flo..." teriak Mattew sambil memegang kepalanya.
Buru-buru Flo menghubungi Kevin supaya asisten Mattew itu membantu tuannya, dalam keadaan seperti itu Flo masih memikirkan reputasi Mattew. Dia tidak mau nama baik Mattew tercoreng karena insiden ini. Flo tahu jika Mattew orang baik, dia berpikir Mattew seperti itu karena putus asa.
"Kevin, cepat datang ke hotel sekarang! Cepat bawa Mattew ke rumah sakit!" perintah Flo.
Kemudian Flo mencari supir yang membawanya ke hotel, dia ingin menghilangkan pengaruh obat dalam tubuhnya. Tapi saat di perjalanan dia tidak tahan lagi. Yang ada dipikiran Flo justru adalah Axe.
Flo memerintahkan supir untuk membawanya ke apartemen Axe.
Dengan langkah pontang panting Flo menuju unit apartemen Axe.
"Buka!" teriak Flo dengan menggedor-gedor unit apartemen Axe saat sampai.
Axe yang baru saja mandi dengan cepat membuka pintu karena mendengar suara Flo. Saat membuka pintu, Axe kaget karena Flo yang berpenampilan berantakan.
"Ada apa darling?" Axe panik, dia mencoba membantu Flo masuk ke apartemennya.
Flo semakin bergairah melihat Axe yang masih basah apalagi Axe hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.
Dengan cepat Flo menyambar bibir Axe sambil mendorong raga kekar itu untuk duduk di sofa. Flo membuka gaun yang dia pakai dan duduk di atas perut Axe.
"Aku akan membayar hutangku," ucap Flo dengan kembali mencium bibir Axe. Dia sudah tidak tahan lagi dengan gejolak yang ada pada tubuhnya, dia ingin melepaskan semuanya sekarang.
Malam itu, Flo benar-benar memberikan kesuciannya pada Axe, dia menjerit mengerang dan mendesaah dengan mantan mafia itu.