Jerat Mafia Hareudang

Jerat Mafia Hareudang
JMH BAB 29 - Ketulusan


Flo selalu memberi kejutan dan Kenzo semakin merasa tertantang karenanya. Tidak mau berdebat lagi, Kenzo memerintahkan anak buahnya untuk membebaskan Gerald.


"Setelah ini, jangan ganggu aku lagi!" teriak Flo pada Kenzo saat melihat Gerald sudah keluar dari bangunan.


"Justru kita akan sering bertemu setelah ini!" sahut Kenzo percaya diri.


"Jangan bermimpi!" ketus Flo dengan menghampiri Gerald yang wajahnya masih tampak syok karena diusianya, dia mengalami penculikan. "Gerald, kau tidak apa-apa?"


Gerald hanya menggelengkan kepalanya.


"Kita ke rumah sakit sekarang!"


"Tidak perlu, Nona!"


Akhirnya Flo mengantar Gerald dikediamannya dengan mobil limusin milik Kenzo yang sudah ada supirnya.


"Istirahatlah! Setelah kau tenang, kita akan bicara dan Gerald..."


"Jangan melakukan komunikasi apapun untuk sementara!"


Flo sudah curiga jika Kenzo akan terus mengintai dan menyadap mereka, untuk itu dia menginap dikediaman Gerald dan akan menyamar saat kembali ke kedai nanti.


"Ya Tuhan, kapan ini akan berakhir," gumam Flo yang selalu menghadapi penguntit.


...~°••°~...


Flo kembali ke kedai ayam dengan menyamar sebagai mirip laki-laki, dia memakai baju Gerald dan memesan taksi agak jauh dari kediaman Gerald.


"Bu Bos!" panggil Robin yang melihat Flo datang menjelang pagi.


"Aku lelah, kita akan berbicara nanti!" sahut Flo yang langsung masuk ke ruang bawah tanah di mana kamar Axe berada.


Di dalam kamar, Flo membaringkan diri dengan menatap langit-langit kamar Axe kemudian dia menaikkan tangan kanannya untuk melihat cincin pemberian Axe.


"Kau sedang apa?" gumam Flo yang jadi merindukan Axe. "Apa kau benar-benar akan melakukan invasi pada musuhmu?"


Lalu dia teringat pada Larry. "Apa iblis itu benar-benar akan membantumu?"


Sepertinya bukan itu yang seharusnya Flo khawatirkan karena kini berita mengenai dirinya dan Kenzo telah menyebar di berita bisnis.


Dan berita itu langsung didengar oleh Mattew.


"Flo!" panggilnya. Tangan Mattew meremas ujung meja untuk meluapkan emosinya karena dia melihat Flo dan Kenzo berdansa diberita yang dia baca.


"Kevin!" teriak Mattew kemudian. Dia memanggil asistennya. Mereka berada di perusahaan sekarang.


"Iya, Tuan," jawab Kevin saat masuk ke ruangan bosnya.


"Cepat siapkan penerbangan ke Perancis secepatnya!" perintah Mattew.


Kevin segera mempersiapkan jet pribadi yang dimiliki Mattew tanpa bantahan apapun karena memang bosnya susah merencanakan untuk menjemput Flo. Tapi sepertinya Mattew mempercepat keberangkatannya kali ini.


"Di mana Gerald?" gumam Mattew yang kehilangan kontak dengan pengawal Flo itu.


Kemudian Mattew mencoba menghubungi Flo, beruntung nomor ponsel Flo aktif dan berdering.


"Hallo, Matt!" jawab Flo.


Jantung Mattew langsung berdegup kencang padahal dia ingin marah tapi sekarang jadi bingung sendiri.


"Matt?"


"Ehem!" Mattew mencoba menguasai dirinya. "Kau sedang apa?"


"Aku ingin tidur!"


"Bukankah di sana sudah pagi hari tapi kenapa ingin tidur? Bukannya seharusnya bangun tidur? Dan apa yang kau lakukan di sana? Kau tidak ingin pulang? Bisnismu di sini terbengkalai!" cecar Mattew yang membuat Flo tertawa.


Itulah Mattew yang selalu memperhatikan Flo padahal saat ini lelaki itu dalam kondisi marah.


"Apa sebegitunya kau tidak ingin menikah denganku sampai kau kabur begitu Flo?" tanya Mattew lagi.


"Matt... aku..." Flo jadi bingung harus menjawab apa, dia merasa mempermainkan perasaan Mattew.


"Aku tahu Flo, tidak apa-apa. Pelan-pelan saja, kau bisa pelan-pelan belajar mencintaiku!" ucap Mattew sambil melihat foto Flo yang dia bingkai di meja kerjanya. "Aku akan menunggu sampai kau membuka hatimu!"