
...Welcome di seasons 2...
London, Inggris
Suara alarm membangunkan Flo dari tidurnya, gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum mendudukkan diri.
Waktunya melakukan rutinitas seperti biasanya, gadis itu segera melakukan olah raga kecil di pagi hari kemudian mandi dan bersiap ke kantornya.
Flo sedikit sibuk karena akan mengeluarkan produk baru di perusahaan parfumnya. Dia memilih menyibukkan diri karena beberapa bulan lalu sempat mengalami setres di rumah sakit.
Flo tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, dia tiba-tiba berada di rumah sakit dan seperti orang linglung. Flo bingung sampai membuatnya setres dan saat itu Mattew selalu ada di sampingnya. Lelaki itu begitu sabar merawat dan menunggunya sampai sembuh.
Untuk itu akhirnya Flo menyerah dan menerima pernikahannya dengan Mattew.
Sebelum turun ke lantai bawah, Flo membuka botol obatnya dan meminum obat penenang. Flo sering mengalami kegelisahan tanpa sebab dan dia merasa ada sesuatu yang dia lupakan. Tapi dia tidak tahu apa itu, Mattew dan semua anggota keluarganya tidak mengatakan apapun padanya.
Mereka semua menutupi insiden saat Flo pergi ke Perancis.
"Flo! Sini bantu mommy, kau harus belajar setidaknya melayani suamimu sebelum menikah," ucap Silver sang mommy saat melihat putrinya turun ke lantai bawah.
"Dan jangan terlalu sibuk, kau harus memprioritaskan keluarga!"
Flo mendekati Silver dan melihat menu sarapan mereka.
"Walaupun tidak pandai memasak setidaknya pandai lah mengurus suami. Dulu mommy juga begitu tapi lama-lama belajar mengurus rumah tangga dan daddy mu selalu sabar dengan mommy!"
"Aaaa.... daddy mu sama seperti Mattew!"
Cicit Silver terus berceloteh pagi ini yang membuat Flo hanya bisa mengembangkan senyumnya. Dia bisa saja tinggal mandiri di apartemen tapi keluarganya tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Biar aku yang angkat, Mom!" ucap Flo saat Silver akan membawa mangkok sup ke meja makan.
Bersamaan dengan itu Grey dan Keenan juga menyusul ke meja makan.
Grey merasa senang jika anggota keluarganya lengkap seperti ini saat Flo kabur beberapa bulan lalu membuat suasana mansionnya menjadi kurang.
"Sekarang, ayo kita makan bersama," ucap Grey memimpin doa.
Suasana pagi itu sangat hangat sampai saatnya satu persatu dari mereka harus pamit bekerja pada Silver.
"Aku sendirian lagi," keluh Silver pada suaminya.
Flo menarik tangan Keenan untuk menjauh.
"Aku ikut di mobilmu, Kee. Jadi, kau harus mengantarku ke kantorku dulu!" ucap Flo pada adik playboy-nya itu.
"Ck! Aku harus menjemput teman kencanku pagi ini!" tolak Keenan.
"Itulah kenapa daddy tidak mengijinkanmu tinggal sendiri, jika begitu pasti sekarang kau masih bertelanjang di atas ranjang bersama teman kencanmu!" ketus Flo yang tahu bagaimana sifat adiknya.
"Aku rasa, aku normal. Calon suamimu saja tidak normal, apa benar dia suka wanita? Aku yakin kau dan Mattew belum pernah melakukan itu?" Keenan menyenggol lengan Flo dengan tengilnya.
"Mattew menjagaku, tidak sepertimu!" Flo membela calon suaminya.
"Dia pasti juga punya gairah, Kak. Coba saja kau berpakaian seksi di depannya, kau pasti juga akan berakhir di ranjangnya," ucap Keenan mencibir. Dia merasa jika semua pria itu ya sama sepertinya.
"Mattew tidak seperti itu, sudahlah ayo kita cepat berangkat!" Flo tidak mau membahas hal itu lebih jauh jika bersama Keenan pasti saja urusan ranjang yang dibahas lelaki itu.
"Kau membela Mattew seolah kau mencintainya!" ucap Keenan yang membuat hati Flo merasa tercubit.
Flo kemudian menarik tangan Keenan sebelum mereka masuk ke dalam mobil.
"Ada apa?" tanya Keenan.
"Apa benar kau tidak tahu apa-apa sebelum aku masuk rumah sakit?"
"Kau sudah menanyakan itu berulang kali, Kak. Lebih baik lupakan saja, kau kan sudah sembuh. Kau mau jadi mak lampir lagi?"
"Mak lampir? Apa itu?"
"Hantu Indonesia, aku mengetahuinya saat berkunjung di mansion Opa. Ah, kita sudah lama tidak berkunjung ke sana, kan. Semua anggota keluarga di sana pasti akan datang saat pernikahan mu nanti!"
Keenan mencoba menghitung anggota keluarganya di Indonesia.
"Opa, Oma, kita punya 5 uncle tambah 5 aunty dan 16 sepupu ditambah pasangan mereka," gumam Keenan.
"Wah, mansion pasti tidak akan cukup, kalau mereka semua menginap di hotel pasti akan penuh!"
"Bukankah mereka berkembang biak dengan sangat baik?"