
Semakin ditolak semakin menantang itulah yang ada dipikiran Kenzo, dia sudah berkuasa sekarang jadi tidak boleh ada wanita yang menolaknya.
Kenzo terus menunggu sampai cairan infus Flo habis. Kemudian dia menebus obat gadis itu dan membawa Flo kembali ke apartemen.
"Cepat bebaskan Gerald sekarang juga!" perintah Flo untuk kesekian kalinya. Tapi Kenzo seperti menuli, lelaki itu tampak santai menyetir mobil.
Sampai mobil berhenti di apartemen Flo yang membuat gadis itu semakin pusing karena Kenzo tahu semua tentang dirinya. Jangan sampai lelaki itu tahu kalau Flo dan Axe ada hubungan.
"Apa aku harus mengucapkan kata terima kasih sekarang?" tanya Flo dengan ketus.
"Berkencanlah denganku maka aku akan membebaskan Gerald!" sahut Kenzo dengan tertawa penuh kemenangan. "Kalau tidak...."
"Jangan mengancamku! Aku sudah muak diancam!" potong Flo yang sudah terbiasa mengalami ancaman sana sini dari para lelaki yang mendekatinya. "Kau akan mengajak kencan gadis yang sakit?"
"Aku yakin jika kau meminum obatmu secara teratur, kau akan cepat sembuh! Jadi, aku harap besok malam, kau sudah siap, Nona Hoult!" Kenzo terus memaksa. "Aku akan menjemputmu jam 7 tepat!"
Kenzo kemudian mengecup telapak tangan Flo yang membuat gadis itu langsung menjauhkan tangannya.
"Aku bertemu dengan pria-pria gila di sini," gumam Flo dalam hatinya. Setidaknya Mattew tidak pernah berperilaku seperti yang Axe dan Kenzo lakukan padanya.
Flo berjalan dengan lemah ke unit apartemennya. Saat masuk ke dalam, dia dikagetkan lagi karena Axe sudah ada di sana.
"Bagaimana keadaanmu, darling?" tanya Axe yang membuat Flo justru jengah. Jika Axe terus menghabiskan waktu bersamanya, lelaki itu pasti tidak akan melakukan misinya.
"Kenapa kau kemari Axe?" tanya Flo sambil berlalu ke kamarnya.
"Aku mengkhawatirkanmu!" jawab Axe jujur.
Flo membanting dirinya di ranjangnya yang empuk dan Axe menyusul berbaring di samping istrinya.
"Sudah tidak demam lagi, syukurlah!" Axe memeriksa suhu tubuh Flo. Kemudian lelaki itu segera memeluk istrinya. "Saat aku tinggal nanti, jangan sakit! Kau akan membuatku merasa semakin bersalah!"
"Jadi kau akan melakukan misimu?" tanya Flo memastikan.
"Hm, lebih cepat lebih baik, bukan? Robin tidak akan ikut, kau bebas merenovasi kedai ayamnya," ucap Axe lagi.
"Lakukan sesuka hatimu." Axe mengecup kening istrinya. Walaupun dia laki-laki tidak baik tapi Axe berusaha membuat istrinya senang.
Kemudian Axe mengurai pelukannya yang membuatnya bertatapan dengan Flo. Tangan Flo terulur untuk meraba wajah lelaki itu, wajah suami 3 bulannya.
"Sayang sekali, padahal kau bisa saja menjadi model dan memanfaatkan tubuhmu tapi kau memilih menjadi penjahat," komentar Flo.
Axe mengecup tangan Flo yang membelai wajahnya.
"Duniaku sudah gelap dari awal, darling," sahut Axe kemudian.
"Bagaimana jika ada yang menerangi duniamu, apa kau akan menolaknya?" tanya Flo yang membuat Axe tidak bisa menjawab.
"Lupakan pertanyaanku!" Flo mendekat dan mencoba mencium Axe karena dia ingin bertemu Larry.
Flo memejamkan matanya saat dia merasa Larry sudah hadir, dia membuka matanya.
"Bawa aku ke duniamu lagi," pinta Flo pada Larry.
Sesuai permintaan Flo, Larry membawa Flo ke dunianya lagi. Mereka berbaring berdua di kamar Larry.
"Kau berinisiatif bertemu denganku?" tanya Larry.
Flo mengangguk. "Hanya di duniamu yang paling tenang dan tidak ada pengganggu!"
Flo kemudian tertidur di lengan besar Larry, gadis itu mulai merasa nyaman dengan iblis itu.
...~°••°~...
Ikutin alurnya aja ya kak, gak akan terlalu banyak bab kok😘