HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Eps.35


"AstagfirullahalAzim."Ucap Anya yg terjatuh di lantai.


"Pergi kamu makhluk Laknat."ujar Anya dengan suara gemetar.


"matikan suara itu,kamu terbakar."Sautnya dengan suara lantang.


"Aku tdk akan mematikan ayat Alquran ini."ucap Anya.


Anya memili untuk tdk memperdulikan sosok itu dan kembali memejamkan mata walaupun suara ketukan pintu terus terdengar,Anya menutup telinganya menggunakan tangannya.


mentari pagi sudah bersinar terang,Anya terbangun karena suara seseorang terdengar memanggil namanya,Anya bangun dengan keadaan yg masih separuh sadar.


"Anya,bangun."Panggil seseorang sambil mengetuk pintu.


"Iya."Jawab Anya suara khas bangun tidur.


Kemudian Anya bangun dan meregangkan ototnya lalu berjalan membuka pintu,Syam,Sinta dan Alaska sudah berdiri di depan pintu.Anya mengizinkan mereka masuk untuk melihat Anggota yg masih belum ada perkembangan.


"Kurang tidur?."Tanya Syam mengusap rambut Anya.


"iya gara-gara makhluk sialan itu."jawab Anya pelan.


"belum ada perkembangan ya?."Tanya Alaska.


Anya menggelengkan kepala,Kemudian Anya meminta Alaska untuk mengambilkan Air untuk merendam Daun yg semalam.


"Alaska,Ambilkan Air."Suruh Anya.


"Untuk apa?."Tanya Alaska.


"Aku mau merendam sesuatu."Jawab Anya.


"Ok."Singkat Alaska.


Alaska berdiri untuk mengambil Air sedangkan Anya menuju kamarnya untuk mandi terlebih dahulu,Anya meminta Syam dan Sinta untuk menjaga Mereka.


"Kalian berdua tolong jaga mereka dulu,gue mau mandi dulu."Ucap Anya.


"Ya Sudah sana."Jawab Syam.


Anya kembali ke kamarnya untuk mandi sekalian mengambil daun yg di bawahnya dari hutan,Setelah selesai Mandi dan bersiap Anya bergegas kembali ke kamar Fero.


"Buk bos,itu Airnya."ujar Alaska menunjuk sebuah ember berukuran sedang.


"terima kasih."ucap Anya.


Anya mengeluarkan Daun yg di bungkus potongan kain batik,Saat di buka Daun itu mengeluarkan wangi yg sangat menenangkan.


"Subhanallah,itu daun apa?."Tanya Alaska.


"Wanginya enak banget."Ucap Syam.


"Lo ngambil daun ini dari mana?."Tanya Sinta.


"Dari dalam hutan,seseorang memberikannya sama gue buat mereka."Jelas Anya mengambil 4 lembar daun itu.


Alaska,Sinta dan Syam hanya memperhatikan apa yg di lakukan oleh Anya,karena wanginya bahkan beberapa Anggota datang ke kamar Fero.


"Ini Wangi apa?."Tanya Dean.


"hah,enak banget wanginya."ucap Rudi.


Anya menutup kembali daun itu dengan kain batik dan menyimpannya di meja,Anya mulai membaca apa yg di perintahkan oleh Mbah Misro semalam,setelah selesai Anya menyapu rendaman Air itu di dahi dan dada mereka berempat.


daun yg ada di dada mereka berempat kemarin sudah bertukar warna menjadi hitam,Anya mengambil dan menggantinya dengan yg baru dan semua Anggota yg menyaksikan itu kaget karena daun itu berwarna putih bersih.


"heh,bagaimana bisa? Tadi sebelum di rendam daunnya hijau kenapa sekarang bertukar jadi putih?."Tanya Syam.


"iya,itu sebenarnya daun apa?."Tanya Dean.


"apa jangan-jangan,Lo sulap "Ucap Alaska.


perkataan Alaska membuat Anya tersenyum dan Anya langsung mengalihkan pandangannya kepada Alaska,Sedangkan Alaska hanya menampilkan giginya saat menerima tatap dari Anya.


Sebuah Cahaya putih yg persis seperti kemarin kembali datang tepat di samping Rangga,Anya mengisyaratkan kepada Dean untuk berpindah.


"Mbah."Ucap Anya pelan.


"Anya,bagaimana mereka?."Tanya Mbah Misroh.


"masih sama,Semalam salah satu dari sosok itu kembali datang."ujar Anya.


"iya Mbah tau,nak."jawab Mbah lembut.


Mbah menatap Syam yg memasang wajah penuh tanda tanya,Mbah Misroh tersenyum karena melihat keturunannya.


Anya mengikuti arah pandang Mbah Misroh yg terus tersenyum saat melihat Syam,Sementara Yang lain kebingungan karena Anya berbicara sendiri.


"Dia adalah keturunan Mbah tapi kenapa masih samar-samar?."Tanya Anya.


"Karena dulu kakeknya tdk menurunkan ilmu putihnya kepada Dia,berbeda dengan kamu yg memang murni mendapatkan kemampuan ini secara Alami,Tapi kakek dia dulu justru mempelajari ilmu putih untuk membantu orang."jelas Mbah Misroh berjalan mendekat kearah Syam.


"Apa suatu hari nanti dia akan sama seperti saya?."Tanya Anya.


"Bisa jika dia mau menerimanya dengan ikhlas."jawab Mbah Misroh.


Syam Sadar kalau cahaya yg berada di hadapan Anya tadi sekarang berada di hadapannya,Syam melirik Anya seolah bertanya apa yg ada di hadapannya.


"tidak apa-apa."Ucap Anya pelan.


Tangan Syam mencoba menyentuh cahaya putih yg terlihat samar-samar,tangan terasa sangat dingin saat menyentuhnya.


"Apa kabar,cucuku."


Suara itu terdengar sayup di telinga Syam dan Membuat Syam ingat dengan suara itu,Syam mulai menangis Karena merindukan seseorang.


"Kakek."Ucap Syam pelan.


Anya tersenyum dengan perkataan Syam dan segera berjalan mendekat,Anya mengangguk saat Syam menatapnya.tiba-tiba bada Andi bergerak seperti kejang-kejang,Spontan semua menoleh ke arah Andi.


"Dia kenapa?."Tanya Fahmi.


"Mbah apa yg terjadi?."Tanya Anya.


"dia sedang berusaha untuk kembali,biarkan saja."Jawab Mbah Misroh.


"Tapi kenapa tdk dengan yg lain?."Tanya Anya lagi.


"Bersabarlah,Anak itu juga akan membawa ketiga temannya kembali."jelas Mbah Misroh.


Mbah Misroh hanya melihat Andi dari jauh dari Khodamnya juga sedang berusaha untuk membantu,Anya kembali berdiri di hadapan Mbah Misroh.


"Mbah,terima kasih sudah datang kesini."Ucap Anya.


"Sama-sama,nak.sekarang aku pamit."ujar Mbah Misroh.


"Iya,Mbah."Jawab Anya.


Mbah Misroh kembali menjadi gumpalan cahaya dan menghilang,sedangkan Syam masih terdiam karena bingung dengan cahaya yg di lihatnya.


"kalian sudah sarapan?."Tanya Anya.


"Belum."Jawab Fiki.


"apa di dapur masih ada bahan masakan?."Tanya Anya lagi.


"Adanya Mie sama telur dan ada sedikit sayur yg hijau-hijau."Jawab Fiki.


"Sayur apa?."Tanya Anya tersenyum.


"Karena sayurnya warna hijau jadi aku panggil sayur hijau aja."Ucap Fiki.


"Kalau yg wartel?."Tanya Anya.


"Sayur orange."singkat Fiki.


"Fik,Lo gk usah nikah dulu deh kalau GK tau nama sayur."Ejek Fahmi.


"emang Lo tau?."Tanya Fiki.


"enggak."Jawab Fahmi.


"Yeee! Subarjo Lo sama aja."Celetuk Syam.


"sudah-sudah,kalian tunggu dulu,biar aku masakin."ucap Anya.


Anya keluar dari kamar langsung menuju dapur untuk memasak mie goreng,Saat Anya mengambil panci Syam mengagetkannya.


"Booom."ucap Syam.


"apa sih! Untuk bukan Air panas."protes Anya.


"sorry-sorry."Ucap Syam.


"Tunggu di depan aja."Pinta Anya.


"gak mau."Singkat Syam membuka semua bungkus mie.


"pasti ada yg mau di tanyakan?."Tebak Anya.


"Kok tau,gini kalau udah cocok belum ngomong udah tau aja."goda Syam melirik Anya.


pipi Anya menjadi merah saat Syam menggoda dirinya.