HUTAN LARANGAN

HUTAN LARANGAN
Eps.21


Kini Anya sudah berada di rumah sakit terdekat dan segera menerima penanganan medis,kondisi anya sangatlah buruk karena kejadian penyerangan itu.


"Lo tenang,gue yakin Anya pasti baik-baik saja."ucap Syam menenangkan Andi.


"Syam benar,Lo harus tenang dan sekarang Lo harus kembali keruangan untuk istirahat,biar di sini kita yg jaga Anya."ujar Riki.


"gue gk bisa istirahat selagi tdk mendengar kondisi Anya dari Dokter,gue gk mau kehilangan dia."tolak Andi sambil menundukkan kepala.


"jangan kayak gini,Kalau Anya bangun nanti dia pasti bakalan marah kalau lihat Lo kayak gini,Lo juga butuh istirahat karena kondisi Lo juga sangat buruk.jangan khawatir setelah dokter keluar kita akan ngasih tau Lo tentang kondisi Anya."jelas Rangga.


"ayo gue antar ke kamar lo."ajak Syam.


setelah mendengar perkataan ketiga temannya Andi hanya mengangguk dan berdiri dari kursi,Syam memapah Andi untuk masuk ke kamarnya.


Sementara Rangga dan Riki menunggu di depan kamar Anya,mereka juga sangat khawatir tentang kondisi Anya karena biar bagaimanapun Anya adalah rekan kerjanya dan sudah di anggap layaknya keluarga mereka.


"gue sebenarnya khawatir banget,tapi berusaha untuk tenang di hadapan Andi."ucap Rangga.


"bukan hanya Lo,tapi kita semua.kita harus tegar karena jika semuanya panik maka tdk akan ada yg bisa meyakinkan Andi."Saut Riki mengusap punggung Rangga.


seorang dokter pria keluar dari ruangan Anya dengan cepat Rangga bangun dan menanyakan kondisi Anya,Begitu juga dengan Riki yg berdiri di samping Rangga.


"dokter gimana? Teman saya baik-baik aja kan?."tanya Rangga menatap dokter.


"syukurlah kondisinya sudah stabil,tapi ada cedera dalam pada bagian perutnya sehingga butuh waktu penyembahan yg lama,saya juga sudah menjahit luka pada bagian lehernya sepertinya luka itu akibat benda tajam seperti pisau."jelas dokter kepada Rangga.


"pisau? Apa lukanya cukup parah dok? Pasalnya saat kami membawanya kerumah sakit kami tdk melihat luka pada lehernya."ujar Riki.


"iya,lukanya hampir mengenai nadinya,beruntung kalian cepat membawanya kesini jika terlambat sedikit saja,mungkin gadis itu akan kehilangan nyawanya."jawab Dokter.


"baiklah,terima kasih."ucap Rangga.


"sama-sama.”jawab dokter.


Rangga dan Andi saling pandang karena kaget saat dokter bilang ada luka di leher Anya,bahkan luka itu karena benda tajam.


"bagaimana bisa luka itu ada? tdk mungkin Anya yg melakukannya sendiri?."Tanya Riki.


"apa Arhan? Karena suara sosok yg menyerang itu persis suara Arhan."Tebak Rangga.


"kita tanya saja setelah Anya mulai siuman,sekarang ayo masuk kita lihat kondisinya."ajak Riki.


"tapi kita harus memberitahu Syam sama Andi dulu,mereka juga sangat khawatir."ujar Rangga.


Rangga dan Riki berjalan masuk ke dalam kamar Andi,Andi menatap kedatangan mereka seolah membawa kabar tentang kondisi Anya.


"gimana? Apa kata dokter?."tanya Andi.


"kondisinya sudah stabil,tapi kata dokter Anya ada luka dalam yg harus memakan waktu yg lama untuk menyembuhkannya,juga Ada luka di leher Anya dan hampir mengenai nadinya.kata dokter kita beruntung karena cepat membawanya ke rumah sakit,jika tdk nyawa Anya tdk akan tertolong."jelas Riki.


"dokter juga bilang kalau luka di leher hanya karena benda tajam seperti pisau."lanjut Rangga.


"pisau,bagaimana bisa? Kita semua melihat Anya di serang sosok mengerikan itu! Lalu bagaimana Luka itu di sebabkan karena pisau?."heran Andi yg juga khawatir.


"kita juga kaget."Saut Riki.


"tapi tadi aku gk liat Luka yg di lehernya!."ujar Syam.


Di desa Kenongo semua Anggota berkumpul untuk melakukan rapat di teras penginapan,Gibran,Dewa dan Sinta masih dalam perjalan menuju desa kenongo.


"gue kangen banget sama,Anya."ucap Sinta.


"kita juga sama,kira-kira gimana ya ekspresi dia pas tau kita datang."ujar Gibran.


"yaelah! Lo kayak gk Tau Anya Aja."saut Dewa.


Sementara pak Raden yg mendengar berita buruk tentang Andi dan Anya juga sangat khawatir,Pak Raden segera menelpon Syam untuk menanyakan kondisi Anya dan Andi.


"Hello,Syam."sapa Pak Raden.


"iya,pak."jawab Syam.


"bagaimana keadaan Anya,Andi? Mereka gk apa-apa?."tanya pak Raden dengan cemas.


"Syukurlah,mereka berdua tdk apa-apa,ya walaupun tadi Anya sempat kritis karena kehilangan banyak darah,juga luka karena benda tajam di bagian lehernya,Anya juga mengalami luka dalam dan dokter bilang butuh waktu lama untuk penyembuhannya."Jelas Syam berdiri di depan jendela.


"Astaga,tapi sekarang bagaimana?."Tanya pak Rade.


"kami masih di ruangan Andi,sebentar lagi kami akan keruangan Anya untuk melihat kondisinya."ucap Syam.


"baiklah kalau begitu,nanti kabari saya lagi tentang kondisi mereka berdua."pinta pak Raden.


"baik."


Syam mematikan sambungan ponselnya dan segera membantu Andi untuk duduk di kursi roda,Mereka berjalan bersama menuju kamar Anya.


"Anya,gimana kamu gak Apa-apa?."Tanya Andi.


"aku gk apa-apa,kamu gak usah khawatir."Jawab Anya lemas.


"Syukurlah kalau begitu."Ucap Andi.


"kamu juga gak apa-apa? Apa kata dokter?."Tanya Anya kepada Andi.


"sudahlah,sekarang Lo harus banyak istirahat."Ucap Rangga.


"Lo harus cepat sembuh,sekarang Lo istirahat dan jangan banyak tanya."Saut Syam.


"iya-iya."Singkat Anya.


Gibran,Dewa dan Sinta sudah sampai di penginapan Desa kenongo,Beberapa Anggota menyambutnya tapi belum ada yg memberitahu tentang kondisi Anya dan Andi.


"Kalian sudah sampai? Bagaimana perjalan kesini tadi?."Tanya Rian basa-basi.


"Syukurlah perjalan kita lancar."Jawab Gibran.


"Anya kemana? gue gk liat dia?."tanya Dewa.


"ayo kita duduk di teras dulu,nanti gue ceritakan hal buruk yg menimpah Anya."ucap Dean.


"Hal buruk apa? Anya kenapa?."tanya Sinta khawatir.


Dean dengan cepat menceritakan apa yg terjadi semalam kepada mereka bertiga,Karena Anggota sengaja tdk memberitahu mereka karena alasan keselamatan.


"kenapa tdk ada yg memberitahu kami."protes Gibran.


"kami semua sengaja,karena tdk mau kalian kenapa-napa di jalan akibat terburu-buru."jelas Fiki.


"sekarang di mana Anya? Bagaimana kondisinya?."Tanya Sinta khawatir.


"sekarang Anya dan Andi ada di rumah sakit,tadi ada anggota yg sudah menghubungi Rangga,katanya kondisi Anya dan Andi baik-baik saja."ujar Dean.


"hah,syukurlah kalau begitu."lega Gibran.


"kita bersih-bersih dulu,nanti baru ke rumah sakit."Saran Dewa.


"sekalian saja nanti berangkat bersama kami."Ujar Rian.


,"ya sudah,sekarang kita ke kamar dulu,nanti kalian bisa beritahu kalau mau berangkat."ucap Sinta.