
"Di pecat? Atas dasar apa kau memecatku? Kurang apa yang aku lakukan untukmu dan perusahaan ini? Perusahaan yang saya kelola di cabang bisa berkembang pesat karena usahaku, dan kau dengan begitu saja ingin memecatku? Tidak, aku tidak terima!" Papa Lestari berseru marah. Namanya Bram. Ia memasang tampang ganas dan sok berkuasa di depan tuan Anggara, papa Foster dan Mariam.
Menurut Bram perusahaan di cabang berkembang karena dia, dan tidak ada satu pun atasan yang bisa memecatnya. Termasuk sang pemilik perusahaan sendiri.
"Aku dengar kau marah karena putriku menyinggung putrimu. Ayolah Anggara,...