
Mariam was-was. Ia tidak mau pegang hape. Hari ini tepat satu munggu setelah pembicaraannya dengan sang kakak. Ya, ia masih ingat jelas Foster memberinya peringatan akan menyeretnya sendiri kalau dia masih tidak mau mendengarkan lelaki itu untuk bekerja di perusahaannya.
Mariam kenal kakaknya. Kalau sudah berkata begitu, pasti laki-laki itu akan tetap mendatanginya. Kemarin saja kakaknya menelpon mengingatkan dia. Mariam memang sempat memikirkan dengan serius untuk balik kerja di bidangnya, namun lagi-lagi dia ragu. Kalau sudah ragu begini, tentu saja dia akan membatalkan lagi niatnya. Nanti s...