
Garra yang tadinya hanya berniat untuk mencium Mariam malah terbawa arus. Pikiran setannya kali ini tak mampu dia lawan. Ia tak bisa lagi menunda hasratnya yang tertahan. Ia bahkan tidak peduli jika mereka berada di dalam mobil. Untungnya mobil itu tak bisa tembus pandang. Sekalipun ada orang yang lewat, tak ada yang menyadari kalau ada orang lain dalam mobil tersebut. Apalagi ini malam hari dan Garra sudah meminggirkan mobilnya di tempat yang tak akan mengganggu seandainya kalau ada kendaran lain yang lewat.
Garra berhenti mencium bibir Mariam. Pandangannya turun ke bagian. Sedang napas Mari...