
Garra tidak bisa tenang seharian ini. Semenjak kembali dari kantor Foster, ia jadi tidak fokus bekerja. Karena pikirannya terus terganggu dengan ingatan Mariam yang dekat-dekat dengan Langit. Garra tahu itu tadi itu hanyalah sebatas pekerjaan. Namun tetap saja ia merasa terganggu. Apalagi ia sempat melihat ekspresi Langit saat menatap wajah kekasihnya.
Garra makin bergerak gelisah di meja kerjanya. Tidak bisa, tidak bisa. Garra harus memastikan kalau Mariam tidak akan terpengaruh oleh aktor terkenal itu. Langit, pria itu adalah saingan yang kuat. Kalau sampai dia berniat mengejar Mariam, mungk...