
Mariam masih lemes. Dia betul-betul kaget dan cukup syok karena lelaki yang datang tiba-tiba tadi. Di tambah lagi mereka berada di dalam kamar mayat, sudah begitu bau khas kamar mayat terasa begitu menusuk. Membuat kepalanya pening.
"Aku pengen minum." gumam Mariam. Garra mengangguk, lelaki itu setia berada di sisi sang pacar, menuntunnya berjalan karena ia tahu kali ini Mariam benar-benar ketakutan, bukan sedang berakting. Sebenarnya tidak apa-apa juga kalau gadis itu sengaja berakting di depannya, dia tidak akan marah. Hanya saja karena kali ini memang bukan akting, Garra harus memperhatikan...