
Seorang pria tampan dan rupawan sedang duduk menyaksikan proyeknya yang baru berdiri dengan megah, gedung pencakar langit itu begitu tinggi dan mewah, saat ini dia sedang menunggu hasil kerja kerasnya selama mencari ilmu diluar negri
Dia lulusan fakultas terbaik New york dialah pewaris tunggal keluarga Jordy yaitu Sean Jordy, pria berkulit putih dengan mata dan alis yang sangat tajam dia terkenal sebagai Killer of busines karena dalam jarak dua tahun dia sudah bisa menguasai kerajaan bisnis di dunia, namanya terpampang di mana mana pria tampan dan mapan itu telah menjadi rebutan dari semenjak dia masih menimba ilmu, namun belum ada satupun gadis yang dia bawa dan kenalkan kepada ayah dan ibunya,
Jane Jordy seorang Desainer terkenal di seluruh manca negara namanya di elu elukan oleh seluruh negara, wajahnya cantik dan awet muda, dia merupakan kesayangan dua pria yang ada dalam hidupnya, sifatnya polos,lucu dan juga kekanakan ,bahkan dia tidak mau di panggil mom oleh putranya sendiri, dia ingin Sean memanggil namanya saja yaitu Jane,sedangkan suaminya bernama Alex jorgh Jordy atau terkenal dengan sebutan tuan Dewa, karena tidak ada hal yang tidak bisa dia atasi, entah itu masalah usaha ataupun kehidupan manusia, sifatnya berbanding terbalik dengan sang istri, dia memiliki sifat yang sangat dingin bahkan gen itu menurun kepada sang putra yaitu Sean, mereka bahkan di juluki The twin ice karena mereka sangat bengis terhadap musuh atau para penghianat yang berani mengganggu usaha atau pun keluarganya
Tuan Alex pria yang tidak banyak bicara tapi banyak bekerja, seumur hidupnya dia hanya mencintai Jane jordy saja, bahkan pria itu terkenal posesif kepada kesayangan nya tersebut,
"Bagaimana Max, apakah semua berjalan lancar" ucap Sean datar
"Proyek yang berjalan sudah 85℅ dibangun dan hampir berdiri sempurna Tuan muda" sahut seorang pria mapan bernama Maxim
"Baik, handle semua nya sampai tuntas, singkirkan tikus kecil yang berani mengganggu proyek ku" ucap Sean tegas
"Baik tuan Muda" sahut max.
...****************...
Shine dan Merry saat ini sedang berada di kantin seperti biasa mereka sedang mengantri untuk membeli makanan, hari ini ada yang berbeda dengan Merry dia banyak diam dan melamun sepertinya ada sesuatu hal yang sedang dia pikirkan, Shine tidak bertanya dan hanya diam saja melihat merry seperti itu
"Aduh duo nerd ini selalu saja menghalangi pandanganku" ucap Nerva sang gadis idola semua kaum di sekolah itu
"Lihat ini, rasanya aku ingin sekali mencopot topeng jelek ini" ucap Nerva menyentuh wajah Shine, shine mundur sebelum tangan itu bisa meraihnya
"Jangan kan kau, aku juga penasaran, ada apa di balik wajah itu" ucap marlin mencoba menarik topeng Shine, namun dengan cepat dia menghindar sehingga tubuh marlin terjengkang kedepan
"Arghh"
"Berani berani nya kau membuatku jatuh" ucap marlin marah dan menyerang Shine, tapi tidak ada satupun pukulan nya yang bisa mengenai Shine, gadis itu hanya menatap datar dan berjalan berpindah pindah biasa, namun dia tetap terlihat keren di mata para siswa
"Huffttt, " marlin mengatur nafasnya yang tersengal dia merasa lelah karena terus mengejar Shine
"Selain aneh ternyata dia juga seperti mahkluk gaib ih" ucap Nerva bergidik ngeri, dia lebih memilih untuk pergi saja karena dia rasa tidak ada gunanya menganggu Shine
"Apa menurut kalian dia itu normal, wow dia begitu hebat Men" seru Tora bertepuk tangan
"Kurasa dia memang sangat menarik" ucap Bilie tersenyum tipis
" Shine apa kau baik baik saja"? Tanya merry
Shine mengangguk tanpa berbicara apa apa,
Mery pun kembali diam, sampai di meja makan pun dia tetap diam dan tidak memakan makanan nya
"Ada apa"? Tanya Shine singkat
Merry menatap wajah Shine sejenak lalu dia menundukan wajahnya kembali, dia melepas kacamata nya dan menghapus air mata nya
" Semalam ayahku datang bersama ibu tiri ku, seperti biasa, ayah dan ibu kandungku akan bertengkar dan memperebutkan aku Shine, aku rindu keluarga yang dulu, walaupun hidupku serba berkecukupan tapi batin ku yang merasa kosong dan kekurangan kasih sayang hiks" Merry menangis tersedu sedu
Shine berpikir sejenak, dia kira hanya dirinya saja yang selama ini hidup dalam kehampaan namun ternyata nasib mery juga sama, namun bedanya dia masih mempunyai kedua orang tua
Shine mengelus kepala merry mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu
"Apa mereka normal"? Tanya mike menatap aneh kearah Shine dan Merry
Yang lain hanya bisa melihat dan tanpa berkomentar lagi
Lain hal dengan Ricko, kelasnya selesai lebih awal karena sebentar lagi akan ada kompetisi antar sekolah jadi para siswa di pulangkan lebih awal dan di tugaskan untuk banyak belajar, hari ini adalah hari pertama Ricko bekerja di Farmasi central medika, banyak tatapan sinis yang mengarah kepadanya karena mereka berpikir kenapa ada siswa yang diterima magang disana sementara mereka yang lulusan kuliah jurusan farmasi juga harus menunggu lama agar bisa di terima bekerja disana
"Hei anak baru kemari" ucap salah satu karyawan
"Ya kak" sahut Ricko sopan
"Apa kau kerabat tuan Andreas"? Tanya nya penasaran
" Bukan, saya hanya seorang mahasiswa magang" ucap Ricko jujur
"Tidak mungkin, apa kau menyuapnya agar bisa masuk"?
" Tentu saja tidak kak, saya tidak punya uang sebanyak itu " ucap Ricko menjawab setiap pertanyaan kakak seniornya itu
"Jangan macam macam dan jangan coba mencari muka" bentaknya
Ricko hanya mengangguk saja, dia masih baru dan tidak mungkin dia berani membantah seniornya Ricko harus menggunakan waktunya sebaik mungkin,
"Ricko, bos memanggilmu ke dalam ruangan nya" ucap manager tempat dia bekerja
"Baik pak" sahut Ricko
"Ceklek"
"Ada apa tuan mencari saya"?
Andreas melihat penampilan pemuda itu dari atas sampai bawah, tidak ada yang menarik dan dia juga terlihat sederhana walaupun dia tampan
" Kling"
"Duduk " ucap Andreas, dia langsung membuka leptopnya dan membuka email yang masuk
"INGAT ANDREAS PERLAKUKAN DIA DENGAN BAIK, KALAUPUN SALAH JANGAN COBA COBA UNTUK MENYENTUHNYA"
Keringat dingin mulai bercucuran di kening Andreas
"Ehm kau bekerja lah dengan giat jika selama satu bulan kamu lulus training, kamu akan menjadi karyawan tetap dan memiliki gaji besar seperti yang lain nya" ucap Andreas dengan wajah pucat
"Baik tuan terimakasih, saya permisi " ucap Ricko pamit
Setelah kepergian Ricko Andreas langsung terduduk lesu, orang yang mengirimnya pesan benar benar mengerikan
Sementara di seberang sana Shine tersenyum menyeringai ketika melihat Andreas terduduk dengan wajah pucat pasi
Jika kalian bertanya bagaimana Shine tau, itu karena dia telah meretas kamera di ruangan Andreas, sehingga dia bisa memantau gerak gerik semua orang yang ada di Perusahaan besar itu.
Bonus Visual Sean Jorgh Jordy
Bersambung~🌻