
"Ada apa dengan Shine Rick"? Tanya Felix
" Dia mengingat sedikit tentang masa lalu nya" ucap Ricko menceritakan apa yang telah terjadi saat di rumah sakit
Felix mengusap wajahnya kasar, masa lalu Shine benar benar menyedihkan, andai bisa memilih, lebih baik Shine melupakan masa lalu nya secara permanen, dan menerima dia dan Ana sebagai orang tua nya,
Shine masuk kedalam kamarnya, sekuat apapun dia, dia tetaplah seorang gadis yang memiliki perasaan, dia marah pada dirinya sendiri, kenapa dia tidak bisa mengingat walaupun sedikit saja tentang hari bahagia bersama kedua orang tua nya, kenapa dia harus mengingat kejadian yang menyakitkan, dia ingat, sempat terlintas di pikiran nya ada tiga jasad di brangkar itu, dan yang satu adalah jasad bayi, Shine menyimpulkan bahwa jasad itu adalah adik kandungnya, semakin dia berusaha mengingat, semakin sakit yang dia rasakan
"Tuhan , kenapa kau uji aku sampai sejauh ini kenapa, arggggh"
"Prang"
Shine memecahkan cermin di kamarnya dengan satu kali pukulan, darah mengalir di sela sela jarinya, dan hal itu terdengar sampai ke ruang keluarga
"Tok, tok"
"Shine apa yang terjadi nak, buka pintunya Shine" ucap Felix mengetok pintu, namun Shine tidak kunjung membuka pintunya
"Ayah, ibu minggir" ucap Ricko mengambil ancang ancang, dia bersiap untuk mendobrak pintu kamar Shine
"Brak, Brak, Brak"
Pintu pun terbuka, terlihat di sana Shine dalam kondisi yang sangat menyedihkan
"Shine" Teriak Ana memeluk putri angkatnya
"Aku ini siapa Bu, apakah aku anak pembawa sial, kenapa tuhan mengambil ayah dan ibu kenapa hiks, hiks, hiks" Shine menangis keras menumpahkan segala kesedihan nya
Ricko, Ana dan Felix juga tidak kuasa lagi untuk membendung air mata nya, hari ini, untuk pertama kalinya Shine mengadu, menangis, dan bersedih kembali,
"Kamu adalah putri ibu, kamu punya ayah, dan juga kakak, kami lah keluargamu Shine" ucap Ana memeluk Shine, namun gadis itu masih menangis pilu di dalam pelukan Ana, hingga suara itu semakin lama , semakin pelan, Shine tertidur karena lelah menangis,
"Pindahkan Shine ke kamar ibu, biarkan malam ini ibu yang menjaga nya" ucap Ana
Felix pun mengangkat Shine menuju kamarnya, sedangkan dia akan tidur di kamar Ricko sampai kamar Shine selesai di perbaiki
"Cup"
"Tidurlah nak, mimpi yang indah" ucap Felix mengecup kening Shine
Didalam alam bawah sadar Shine, untuk yang kedua kali nya Shine di datangi oleh Anete dan Ryan
"Shine" panggil Ryan
"Ayah, hiks hiks, Shine rindu ayah dan ibu" ucap Shine
"Margamu Adalah vallery, " ucap Ryan singkat lalu mereka pun menghilang kembali
"Ayah, ibu, ayah" teriak Shine
Ana terkejut mendengar teriakan Shine dan dia pun berusaha untuk menyadarkan putrinya itu
"Shine kamu baik baik saja nak"? Ucap Ana
Shine terbangun dan langsung memeluk Ana dengan erat tubuhnya bergetar, dia masih trauma dengan kejadian tadi siang, Ana mencoba membuat Shine tenang, dia memeluk Shine dengan lembut agar gadis itu melupakan ketakutan nya.
...****************...
Keesokan harinya Shine tetap berangkat sekolah, walaupun Ana dan Felix menyuruhnya untuk beristirahat namun Shine tidak mau, dia bersikeras untuk tetap pergi sekolah,
Seperti biasa, Shine akan datang ke sekolah dengan berjalan kaki,dan seperti biasa juga Merry akan berteriak setiap bertemu dengan Shine di jalan,
Setelah sampai di sekolah nya merry langsung menghampiri Shine, dan terus berjalan
" Matamu bengkak sekali, jangan katakan semalam kau menangis" ucap Mery
"Benar" sahut Shine
"Hah, apakah gadis kaku sepertimu bisa menangis" ucap Mery cengengesan
Shine dan Mery berjalan melewati sekumpulan kakak kelasnya, mereka menandang jijik ke arah Shine dan juga mery tapi seperti biasanya Shine tidak akan perduli
"Hai cantik" sapa Mike
"Hai" ucap Mery
Shine melihat pemuda itu dengan mata kanan nya, lalu dia tau, pemuda itu telah menjadikan Mery sebagai bahan taruhan bersama teman teman nya Shine marah, tapi dia harus menahan emosi, karena jika dia langsung menghajar pemuda itu, mereka akan kaget dan curiga kepada Shine
" Jauhi temanku" ucap Shine dingin
Mike menelan ludahnya kasar ketika melihat tatapan mata Shine yang tajam,
"Ehm, aku kekelas dulu ya jangan lupa nanti siang" ucap Mike
Dengan polosnya mery mengangguk dan terlihat malu malu, saat di dekati oleh mike
"Shine, kak mike tampan sekali bukan, tidak dapat kak bilie, kak mike pun jadi lah" ucap mery centil
"Jauhi dia Mery, dia tidak benar benar menyukaimu" ucap Shine berlalu pergi
Seseorang mendengarkan percakapan mereka dari tadi dan dengan cepat dia pun mendekati Mery
"Hey, kau lihat kan, shine tidak senang ketika ada seorang pria yang mendekatimu, dia itu iri karna kau lebih cantik, sedangkan dia, dia cacat" ucap Nerva, dia masih dendam kepada Shine yang berani mempermalukan nya tempo hari
"Shine tidak seperti itu" ucap Mery
"Kau lihat saja nanti, dia itu sebenarnya naksir pada mike, cuma mike hanya suka sama kamu" ucap Nerva mencoba untuk menghasut Mery
Mery berjalan masuk sambil terus mengingat ucapan Nerva tadi, didalam kelas mery hanya terus saja melamun, sedangkan Shine dia tidak perduli dengan apa yang di pikirkan sahabatnya itu,
Istirahat telah tiba, Shine dan merry berjalan menuju kantin, dan benar saja Mike menunggu mery di bangku kosong dan memanggil gadis itu agar duduk bersama nya
"kemarilah cantik" ucap Mike, Mery yang akan pergi mendekat langsung di tahan oleh Shine
"Lepaskan aku Shine" ucap mery
Shine pun melepaskan pegangan tangan nya, biarlah mery merasakan nya sendiri, karena di halangi pun sudah tidak mempan lagi, Shine pun mencari bangku kosong dan duduk sendirian di bangku belakang
"Yow, kak mike ternyata seleramu rendah juga ya" ucap Gia
"Jangan menghina nya, dia calon pacarku" ucap Mike
Mata Merry melotot, ternyata mike se sweet itu
"Oh baiklah aku tidak akan berani mengganggu your crush" ucap Gia
"Ehm a, apa maksudmu kak,kenapa kak mike berbicara seperti itu"? tanya Mery gugup
" Maukah jadi pacarku mery"? Tanya Mike
Mery terkejut, dan dia pun mengangguk malu malu
"Yesss, aku berhasil bro aku menang" ucap Mike kepada tora dan lainnya, sedangkan Bilie hanya menggelengkan kepala saja
"apa maksudnya"? Tanya mery
" Hahah maaf, kau hanyalah bahan taruhan kami saja, tidak mungkin kan pria tampan seperti ku mau berpacaran dengan mu, kutu buku dan cupu ini, cih mimpi" ucap Mike diwajah Mery
Mery berlari, dia benar benar malu, sakit hati dan sedih menjadi satu, siapa yang tidak akan sakit hati dijadikan sebagai bahan taruhan
Shine berdiri dan langsung menarik pundak mike
"Bughhh"
"Arhhhhhhh"
"ssstttt"
Shine benar benar membanting tubuh mike ke lantai sedangkan yang lain hanya diam melongo saja melihat kekuatan Shine yang sangat dahsyat
"Ku peringatkan kau sekali lagi, jangan sampai aku melihat kau mendekati mery lagi , atau salah satu anggota tubuhmu akan patah" ucap Shine
Mike gemetar melihat tatapan Shine yang seakan menguliti nya hidup hidup, setelah menghajar mike, Shine pun pergi mencari mery
"Hey bro, kau baik baik saja, luar biasa, dia benar benar sangat kuat" ucap Tora
"Kau sudah membangunkan singa betina yang sedang tertidur" ucap bilie, sementara Mike masih mengeluh kesakitan saja di bagian punggung nya, Shine benar benar tidak main main dalam memberi pelajaran.
Bersambung~🌻