Gadis Yatim Bermata Dewa

Gadis Yatim Bermata Dewa
Tabrakan


Semenjak kejadian malam itu Jessica mendapatkan hukuman dari tuan john, dia dilarang mengambil job dalam waktu satu bulan, tuan john ingin mendidik jessica agar menjadi lebih baik, karena terlalu di manjakan gadis itu menjadi anak yang pembangkang dan selalu berbuat onar, hal itu terdengar di telinga Joana, dengan cepat dia datang ke kediaman Vallery untuk menjemput putrinya


"Selamat datang nyonya" sapa para pelayan


"Dimana Jesi"?


" Nona muda di dalam kamarnya, tuan besar melarang nona untuk keluar dari kediaman Valery" sahut pelayan yang bernama Mona


Joana langsung masuk kedalam rumah, dan disana ada clarisa sedang menyulam sedangkan Tuan John sedang membaca koran


"Selamat siang ibu, ayah" sapa Joana


"Akhirnya kau datang juga" ucap tuan john


Melihat wajah serius tuan john,Joana jadi sedikit takut, entah apa yang telah putrinya lakukan sekarang


"Apa kau tau apa yang telah di lakukan putrimu"? Tanya tuan John


" Ti, tidak, apalagi yang di lakukan nya" tanya Joana gugup


"Dia telah menyinggung keluarga Jordy, kau tau apa konsekuensinya, perusahaan kita bisa saja di blacklist oleh mereka, sementara suplier bahan perusahaan berasal dari perusahaan raksasa itu, tuan Alex marah besar kemarin malam" ucap tuan john


"Apa yang di lakukan jessi ayah mertua"? Tanya Joana sekali lagi


" Dia menyentuh putra tuan Alex yang bernama Sean, jessi berpura pura terjatuh dan masuk kedalam pelukan nya, kau lihat disana banyak tukang sedang membereskan kekacauan kemarin, Sean menembakan pelurunya ke lantai rumahku sampai berlubang, coba kau pikir saja, bagaimana jika peluru itu bersarang di tubuh putrimu" ucap tuan john, Joana merinding membayangkan nya


Joana langsung berlari menuju kamar Jesica


"tok, tok, tok"


"Ini mami jes, buka pintu nya" ucap Joana


"Ceklek"


"Huufft jika ingin ceramah jangan sekarang please" ucap Jesica malas


"Kamu ini ya, bandel sekali, apa yang kamu lakukan sih sayang, kenapa kamu tidak cari tau dulu, Putra tunggal Alex Jorgh memang alergi perempuan" ucap Joana tak habis pikir


"Mana ku tau mam, aku hanya tau kerja dan kerja, aku tidak pernah melihat berita di televisi, aku hanya tau di media sosial saja, dia sangat tampan, itu poin utama nya" sahut Jesica


Joana memijit pelipisnya pelan, entah bagaimana lagi caranya agar jesica belajar menahan keinginannya,


"Semakin lama aku merasa heran, kenapa tidak ada satupun sifat Ryan yang menurun kepada nya, padahal putra kita adalah orang yang sopan dan selalu menghormati orang lain, meskipun sifatnya sangat dingin" ucap Tuan John tak habis pikir.


...****************...


Shine perlahan membuka mata nya, dan dia terbangun di sebuah ruangan putih dan dingin,dan di sana ada Ricko, dan Paul yang sedang berbincang menunggu Shine siuman


"Ugh"lenguh Shine


Paul langsung menghampiri Shine dan memeriksa kembali keadaan nya


" Apa ada sesuatu yang kau ingat"? Tanya paul


"Ya, ternyata ayah dan ibu tiada dalam kecelakaan" ucap Shine


"Hemm, berarti tidak ada kejahatan dalam kejadian tersebut kan"?


" Aku tidak tau" ucap Shine datar


"Huuftt"


Ricko dan Paul menghela nafas panjang, mendengar jawaban Shine yang selalu singkat


"Ayo pulang" ucap Shine pada Ricko


Ricko memandang paul dan paul hanya menganggukan kepalanya, baru saja Shine keluar dari ruangan nya, nampak disana Sean Berlari di kejar oleh Tony, max,dan kedua orang tua nya, sebenarnya Sean masih harus di rawat tapi pemuda itu tidak betah berlama lama berada di sana, jadi dia memutuskan untuk mencabut paksa infusnya dan berlari ke luar,dan aksi kejar mengejar pun terjadi, semua orang hanya menyaksikan keanehan keluarga itu saja, dan ketika Sean berlari didekat ruangan Shine kebetulan juga Gadis itu keluar dari ruangan nya


"Brukkkk"


Nyonya Jane menutup mata nya sementara Paul, dokter tony dan Ricko hanya bisa ternganga, baru saja keluar, sudah di pastikan Sean akan jatuh pingsan dan di rawat kembali, sedangkan tuan Alex hanya menatap datar saja kearah Shine dan Sean


"Cihhhh"


Sean langsung berdiri dan menepuk pakaian nya seakan tubuhnya penuh dengan debu, matanya menatap tajam ke arah Shine, sedangkan Shine hanya diam dan tidak perduli


"Apa kau sengaja hah"? bentak Sean


".... " Shine masih diam


"Selain genit kau juga tuli dan bisu" bentaknya lagi


"Ternyata Kau memang buta" ucap singkat Shine dan berlalu pergi


Sean ternganga, dia tidak percaya ada seorang gadis yang bersifat lebih dingin dari nya


"Hei aku belum selesai bicara berhenti"


"Dorrr"


Sean menembakan Peluru nya ke udara, orang orang yang berlalu lalang langsung menunduk takut


"Tedy bear, apa yang kau lakukan, kau yang salah kenapa kau ingin menyulitkan gadis itu, ayo kembali" ucap Jane menenangkan putranya


Sean masih dengan amarahnya, dia merasa tertantang pada gadis yang telah ditabraknya, namun bukan nya takut dan berbalik, Shine malah terus berjalan dan tidak perduli


"Maafkan adik saya tuan" ucap Ricko meminta maaf


"Tidak apa apa, kamu pergilah" sahut jane


Ricko pun berlari mengejar Shine


"Max, cari tau Siapa gadis itu,aku ingin data nya sudah ada besok siang" ucap Sean menggertakan giginya


"Baik tuan muda" sahut Max


Sean kembali masuk kedalam ruangan nya, sementara tuan Alex dan Jane pergi untuk mencari makan


"Apa yang kau rasa Sean"? Tanya Tony


" Tidak ada" ucap Sean, lalu dia terkejut dengan ucapan nya sendiri, kenapa dia tidak merasakan apapun saat bersentuhan dengan gadis tadi


"Apakah aku sudah sembuh Tony"? Tanya Sean


"Mungkin hanya kebetulan, ocd akutmu itu sudah mendarah daging, oh ya Sean, aku mohon jangan kau permasalahkan kejadian tadi, dia adalah pasien ku, nama nya Shine, dia mengalami amnesia dari usianya sembilan tahun, dia yatim piatu, dulu dia ditemukan dan di rawat oleh pasangan baik mereka adalah orang tua Ricko, pemuda yang meminta maaf padamu, dia adalah kakak angkat nya ,Shine di temukan dalam kondisi yang mengenaskan, separuh wajah nya terluka, dan mengharuskan nya memakai penutup wajah, demi persahabatan kita Sean, tolong jangan ganggu dia" ucap Tony melipat tangan nya ke arah Sean


"cihh apa apaan kau ini, tentu saja aku tidak sekejam itu" ucap Sean


Ada sedikit penyesalan dalam hati Sean, setelah mendengar ucapan Tony, ternyata gadis itu menjadi pribadi yang dingin karena masa lalu nya,.


...****************...


Shine berjalan kaki menuju rumahnya sementara Ricko naik taksi, karena dia tidak bisa menemukan Shine


"Bu apakah Shine sudah kembali"? Tanya Ricko


" Loh, bukannya dia pergi denganmu, kamu ini bagaimana sih"? Tanya Ana


"Ceklek"


"Shine, apa kau tidak apa apa"? Tanya Ricko


Shine hanya berjalan lurus dan menyalami kedua orang tuanya tanpa mengatakan apapun dan langsung berjalan menuju kamarnya


" Ada apa Rick"?..


Bersambung~🌻