
Sean sedang melakukan meeting dengan salah satu perusahaan, belum juga berdiri sudah banyak perusahaan yang menginginkan untuk bekerja sama saat ini, Mereka dari perusahaan industri terbesar di kota jersey yaitu Jc company yang di pimpin oleh lelaki yang berumur namun masih tampak sangat gagah, dialah tuan John vallery
Dia merupakan sahabat dari kakek Sean yang bernama Jorgh Jordy, dan tentu saja Sean akan menghormati sahabat kakek nya ini, lagipula Sean juga tau bagaimana sepak terjang keluarga Vallery selama ini
"Senang bekerja sama dengan mu Tuan Sean" ucap tuan John mengulurkan tangan
"Hemm" sahut Sean menerima uluran tangan john
"Tidak usah sungkan kakek" ucap Sean
Senyum tuan john mengembang, walaupun dia dingin,tapi pemuda di hadapan nya tetap memiliki kesopanan
"Kamu baru kembali ke jersey, kami ingin mengundangmu makan malam" ucap tuan john
"Baiklah" sahutnya singkat, mereka berjabat tangan lalu berpisah
Sean pulang lebih awal, satu minggu berada di kota jersey dia belum pernah sekalipun singgah di rumah ayah dan ibu nya, bukan tak ingin tapi terlalu sibuk,
"Max apa jane ada di rumah"? Tanya Sean
" Ada tuan muda, nyonya berpesan agar anda pulang, jika tidak dia akan menyuruh Tuan Alex untuk meruntuhkan perusahaan baru anda" ucap Max
"Kita akan pulang kesana sekarang"
Ucapan tuan muda nya membuat Maxim bahagia, sudah lama dia tidak melihat kepolosan nyonya Jane, Maxim adalah putra angkat Alex ,max adalah putra dari Asisten pribadi Alex yang bernama Gerald, dia meninggal karena menyelamatkan Alex dari serangan musuh, jadi Alex mengangkat Max sebagai anak sulungnya, meskipun begitu, Max tidak tumbuh menjadi pria yang tak tau diri, dia tetap memanggil Alex dan Jane dengan sebutan tuan dan nyonya,
"Tin, tin"
Dua penjaga rumah dengan cepat membukakan pintu gerbang setelah melihat flat nomor mobil mewah yang bertuliskan 534N J.
"Selamat datang tuan muda selamat datang tuan sulung" sapa dua security kediaman jordy
"Tak, tak"
"Selamat siang nyonya" sapa Maxim
"Arggghhh"
Dua kesayanganku sudah pulang ternyata, bagaimana kabarmu Max, kau semakin tampan saja, tidak seperti pria dingin itu, hmm dia saja tidak mau menyapa ku" ucap Jane memeluk Max dengan erat
"Kau masih ingat padaku ternyata ya pria kaku" ucap nya sinis
"Ayo ayo kalian duduk dulu, Meti buatkan dua minuman kesukaan kedua kesayanganku ini" teriak Jane, seperti biasa dia akan sangat heboh ketika dua putranya pulang ke rumah
Sean merasa risih mendengar teriakan demi teriakan yang keluar dari bibir Jane, dia berpikir keras kenapa dia bisa terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat aneh di matanya, memang anak yang kurang 4jar kan hahaha,
"Kemana tuan Alex nyonya"? Tanya Maxim
" No, panggil Jane, seperti pria kaku itu ya, aku masih muda asal kau tau"
"Tidak nyonya, anda adalah majikan saya" ucap Maxim
"Huaaaaaaaaa" jane menangis kencang mendengar jawaban Maxim
"Ada apa ini" tiba tiba ada suara berat yang terdengar di arah pintu masuk, dialah tuan Alex Jorgh Jordy pria tampan nan kejam yang sangat mencintai istrinya
"Siapa diantara kalian yang membuat kesayangan ku menangis" ucap tuan Alex mengacungkan pist0lnya
"Cihh"
Sean hanya menatap datar ke arah ayahnya yang sangat berlebihan
"Saya tidak sengaja Tuan, nyonya meminta saya untuk memanggilnya Jane, sa, saya tentu saja tidak berani" ucap Max mengangkat kedua tangan nya ke udara
"Hiks, hiks, dia jahat sayang" adu nyonya Jane
"Kau panggil saja istriku Jane,max" ucap Tuan Alex dingin
"Kau sudah senang sayang"? Tanya Alex pada istrinya
" Ya, ehm mana ini makanan nya, hey cepat cepat tiga kesayanganku sudah pulang kerumah, kalian harus menjamu mereka dengan baik" ucap Jane mengatur para pelayan nya, baru saja menangis kini dia kembali bersemangat, seperti tidak terjadi sesuatu saja.
Sean duduk bersampingan dengan Max sementara Jane dan Alex di seberang mereka, mereka duduk berhadap hadapan
Mata tuan Alex dan Sean seperti mengalirkan energi listrik, mereka berdua tidak pernah akur satu sama lain, bukan bermusuhan sebagai lawan tapi mereka selalu bermusuhan gara gara Jane,, Alex tidak suka Jane selalu perhatian pada putranya, tapi Jane selalu saja memanjakan Sean layaknya anak anak sedangkan Sean sendiri selalu diam dan datar menyikapi sikap manja Jane karena itulah mereka selalu tidak akur saat bersama,
Makanan sudah siap di santap mereka pun makan siang terlebih dahulu sebelum membahas sesuatu, setelah selesai makan mereka pindah ke ruang tamu untuk membicarakan hal yang serius
"Bagaimana perusahaan barumu"? Tanya singkat Alex
" Baik, kakek john mengundang ayah dan jane untuk makan malam di kediaman Vallery" ucap Sean datar
"kita harus datang sayang, tuan john adalah sahabat ayahku, sudah lama aku tidak bertemu dengan nyonya clarissa" ucap Jane
"Terserah Mu saja sayang" ucap Alex mengelus kepala jane lembut
"Ckkk" decak Sean kesal,ayah dan ibunya itu memang orang tua ter aneh sepanjang masa dimata Sean
"Apa apaan wajahmu itu pria kaku, kau seharusnya sudah membawa calon istrimu kemari, aku ingin cucu" ucap Jane
"Uhuk, uhuk, uhuk"
Maxim tersedak ludahnya sendiri mendengar permintaan jane yang seperti meminta sebuah permen saja
"Aku tidak ada waktu" ucap Sean
"Sayang bagaimana caranya agar pria kaku itu membawa seorang gadis"? Rengek jane pada suaminya
" Sudahlah Jane, aku belum mau mencari istri, beri aku waktu sedikit lagi" ucap Sean memutar bola malas
"Baiklah, aku akan sabar" ucap Jane pasrah
...****************...
"Opa yuhuuu"
Jessica datang ke kediaman vallery matanya menatap aneh ke arah hidangan mewah yang sudah tertata rapi, sepertinya akan ada acara makan malam di kediaman kakek nya
"Sayang kau kemari"? Ucap Clarissa
" Ya oma, ada acara apa ini, makanannya banyak sekali? " tanya Jessi
"Kebetulan kau datang jessi, kita akan makan malam bersama keluarga Jordy" ucap tuan John
"Siapa itu"?
" Alex jorgh dan Jane Jordy, adapun putra tunggal mereka Sean jordy" ucap John
Mata Jessica langsung terbuka sempurna, siapa yang tidak tau tentang pengusaha muda yang selalu wira wiri di televisi itu,kabarnya lagi pria yang disebut Killer of busines itu, tidak pernah terlihat membawa satu wanita pun kemana mana, dia sangat menyayangi Jane ibunya, sudah di pastikan dia akan menyayangi gadis yang menjadi istrinya kelak
"Opa kenalkan dia padaku , siapa tau kita bisa berbesan dengan keluarga besar jordy" ucap Jesica percaya diri
Tuan John menatap tak percaya kearah cucunya itu, dia takut jessica akan berbuat onar
"Ayolah opa, jangan menatapku seperti itu, percayalah aku akan bersikap baik" ucap Jesi yang mengerti arti tatapan kakek nya,
"Baiklah, semua nya bersiap, pukul delapan mereka akan tiba" ucap tuan John memberi arahan
Jessica langsung berlari menuju kamar pribadinya , dia memiliki ruangan khusus dari tuan John agar ketika jesi berkunjung dia akan merasa nyaman pikirnya.
~Bersambung🌻