Gadis Yatim Bermata Dewa

Gadis Yatim Bermata Dewa
Malam Bencana


Keluarga Vallery telah menyiapkan segala nya dengan sempurna, Jessica juga sudah bersiap dan dia akan turun ketika para tamu sudah datang, dia mencoba untuk berbusana rapi dan sopan agar mendapatkan penilaian baik dari keluarga Jordy


"Sean aku datang" gumam Jesica bercermin manja di dalam kamarnya


"Selamat datang tuan Alex dan keluarga" ucap John dan clarisa


"Terimakasih tuan John lama tidak berjumpa" ucap Jane ramah


"Ya nyonya jane semakin cantik saja" ucap clarissa memuji


"Tentu saja kesayangan ku selalu membawa ku ke salon yang terbaik haha" ucap Jane cengengesan


Tuan Alex memandang istrinya penuh cinta, hatinya berbunga bunga ketika melihat istrinya memuji dirinya


Sedangkan Sean, seperti biasa pemuda itu hanya bisa memutar bola mata malas setiap menatap kebucinan kedua orang tua nya


"Mari masuk dan silahkan duduk" ucap clarisa


"Tak, tak, tak"


Semua mata menatap kearah anak tangga, disana ada sosok cantik memakai gaun berwarna kuning hitam, dia terlihat sangat manis, hanya ada satu orang saja yang tidak menoleh, yaitu Sean, adapun Maxim hanya menatapnya sekilas, mereka sama sekali tidak tertarik pada wanita cantik,bukan tak normal, mungkin belum ada yang bisa menarik perhatian mereka saja


"Selamat malam tuan dan nyonya Jorgh, serta tuan muda Sean" ucap jesica lembut


Mata Jane langsung berbinar selama ini dia ingin sekali memiliki seorang putri dan tidak bisa terwujud, karena dia mengalami kecelakaan saat melahirkan Sean, dan membuatnya terpaksa harus menjalani operasi pengangkatan rahim, sehingga dia berjanji dalam hati dia akan menyayangi menantunya dan menganggapnya sebagai putrinya sendiri ketika Sean dan Max menikah nanti,


"Siapa ini, ya tuhan cantik sekali" ucap Jane berdiri sedangkan Alex menatap datar saja kearah jesica


"Ya tuhan melihat tatapan tuan alex rasanya kakiku seperti tanpa tulang" batin jesi


"Sayang apa kau mau menikahi salah satu putraku" tanya nyonya jane


Mata sean Dan max langsung melotot mendengar ucapan jane


"Apakah mereka mau dengan saya tante"?


Ucap jesica malu malu padahal dalam hati nya dia ingin meloncat kegirangan


" Hemm Sean kau mau tidak"? Tanya Jane


"Tidak" ucap Sean singkat


"Kau saja kalau begitu max"? ucap Jane memandang maxim


" Saya bisa mencari sendiri nyonya" ucap maxim


"kurang ajar, hanya seorang asisten saja berani menolak ku awas kau maxim" batin jesica


"Hemm sepertinya kamu harus melakukan pendekatan dulu dengan putra putraku" ucap Jane lemas, padahal dia sangat menyukai gadis cantik seperti jesica


"Tidak apa tante, saya mengerti" ucap jesi mencoba tetap tersenyum clarisa dan john tai cucu nya pasti sedang mengumpat dalam hati


jesi duduk di samping maxim dan mulai berpura pura perhatian kepada semua orang, dia berdiri dan menuangkan menu pembuka ke setiap piring tamu


Saat dia akan menuangkan nya ke piring Sean dia pura pura terjatuh dan memeluk Sean, dada bidang Sean begitu tegap dan sangat nikmat untuk di jadikan sandaran sedangkan Maxim dan Sean melotot tak percaya, begitu juga yang lainnya


"Pranggg"


"Argghhh"


Yang lain terkejut bahkan menjerit melihat Sean berdiri dan membuang piring yang ada di meja


"KAU JANGAN KURANG AJAR, AKU MENGHORMATIMU HANYA KARENA KAU ADALAH CUCU KAKEK JOHN" teriak Sean murka


"Dorr"


"Argghhhhh"


Sean menembakan pist0lnya kelantai sampai lantai itu berlubang dia hanya ingin menggertak Jesica agar tidak berpikir untuk macam macam terhadapnya


"Ayo pergi max" nafas Sean mulai tersengal, ternyata dia alergi dengan sentuhan wanita kecuali ibu nya Jane, bahkan Jane sendiri tidak tau dengan penyakit Sean itu, karena dari kecil Sean tinggal bersama tuan jorgh di La


" tolong didik cucumu dengan baik tuan valery, atau dia akan berhadapan dengan kemarahanku"ucap Alex datar, Jane langsung mengejar kedua putranya keluar rumah keluarga vallery.


"Apa kau puas jesi, apa yang telah kau lakukan, inikah didikan ibu mu selama ini"? Bentak tuan john menatap nyalang ke arah jesica, dia merasa malu dengan tindakan jesica yang sangat kelewatan


" Apa salahku opa, dia menolak ku dengan terus terang selama ini tidak ada yang bisa menolak ku, apa yang ku inginkan akan ku dapatkan" ucap jesi marah


"Diam" teriak clarisa


"Pergilah ke kamarmu jesi" ucap nyonya clarissa


Jesica pun berlari sambil menangis, dia malu sekaligus marah kepada kakek dan nenek nya yang tidak membelanya sama sekali.,


Nafas Sean masih tersengal wajahnya pucat badan nya panas


"Apa yang terjadi max, putraku hiks hiks" Jane menangis melihat keadaan Sean dan terus menggenggam tangan putra nya


"tuan muda alergi sentuhan dari perempuan nyonya, makan nya tuan muda tidak pernah membawa gadis manapun, bukan beliau tidak normal tapi tuan muda hanya tidak bisa" ucap Maxim terus mengemudi


Alex memeluk istrinya, bahkan dirinya pun baru tau bahwa Sean memiliki penyakit yang sangat aneh seperti itu


"Sayang apa kau juga begini"? Tanya Jane


" Tidak, aku hanya membenci wanita selain dirimu, bukan sakit" sahut Alex


"Bagaimana ini, tidak mungkin kan selamanya aku tidak akan mempunyai seorang menantu" ucap Jane


"Kita obati dia" ucap Alex,


Setelah tiba di sebuah rumah sakit mereka langsung di sambut oleh para perawat,


"Apakah terjadi lagi max"? Tanya Paul


" Ya" sahut Maxim singkat


Jane menatap dokter yang menyambut putranya, sepertinya mereka sudah saling mengenal, namun bukan waktunya dia untuk bertanya saat ini


"Maxim ceritakan, apa yang terjadi"? ucap Jane


" Setiap tuan muda bersentuhan dengan perempuan dia akan mengalami alergi seperti pernafasan tersumbat, kulit yang memerah serta wajah pucat" sahut max


"Sayang, apakah aku ibu yang jahat, kenapa aku sama sekali tidak tau apapun tentang putraku, hiks hiks" jane menangis pilu, dia merasa gagal menjadi orang tua.


Di lorong rumah sakit, Shine berjalan bersama kakak nya Ricko, hari ini seperti biasa, Ricko akan membawa Shine untuk mengobati luka di wajahnya menggunakan laser, mereka melewati sekumpulan orang orang yang sedang bersedih, Shine menatap sekilas seorang wanita yang sedang menangis layaknya anak kecil, dan itu adalah Jane, Shine melihat ada aura berwarna pink emas dalam diri wanita itu, dia berjiwa murni dan polos, Shine jadi teringat pada sahabatnya merry yang memiliki aura jiwa yang sama dengan wanita itu


Sedangkan pria yang memeluknya memiliki energi biru dongker yang artinya sangat posesif dan setia, sedangkan pemuda yang terus menunduk dia memiliki aura jingga yang berarti dia orang yang optimis dan pekerja keras


Shine dan Ricko terus berjalan lurus dan mencari dokter Tony


"Selamat siang, apakah dokter tony ada"? Tanya Ricko sopan


" Maaf, dokter Tony dan dokter Paul sedang berada di ugd, ada pasien yang kondisinya sangat parah" ucap perawat


"Sepertinya ditempat seorang wanita yang menangis tadi,ayo kita kesana" ucap Ricko


Shine hanya diam dan menatap datar, sambil mengikuti Ricko


Setelah mereka sampai, terlihat di sana dokter Tony dan paul keluar dari ugd mendorong brangkar seorang pria yang memakai alat bantu pernapasan


"Dia penderita ocd" gumam Shine


"Apa, kau mengatakan apa"? Tanya Ricko


"Tidak aku tidak berkata apapun " ucap Shine cepat, nasib baik dia bicara pelan jika tidak kakak nya pasti cerewet dan akan bertanya dari mana dia tau bahwa pemuda itu penderita ocd akut pikirnya.